Tag: berita tasik

  • Dandim Tasikmalaya Ajak Prajurit Wariskan Keteladanan

    Dandim Tasikmalaya Ajak Prajurit Wariskan Keteladanan

    SUARA SALIRA | KAB. TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Dandim Tasikmalaya Keteladanan jadi topik utama dalam kunjungan kerja ke Koramil 1208/Manonjaya, Selasa (05/05/2026). Kegiatannya terasa santai, tapi tetap penuh makna.

    Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., datang bareng Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII, Ny. Rima Mutia Imvan Ibrahim. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Danramil Lettu Inf. Ade Muplihun dan jajaran.

    Sejak awal, suasana sudah terasa akrab. Ada foto bersama, ngobrol santai, sampai pengecekan kegiatan Persit. Jadi bukan cuma agenda resmi, tapi juga ajang silaturahmi.

    Ngobrol Santai Tapi Penuh Makna

    Di tengah suasana santai, Dandim menyampaikan hal penting soal kehidupan prajurit. Menurutnya, tantangan zaman sekarang makin kompleks.

    “Semua orang pasti punya masalah. Tapi bagaimana cara menyikapinya, itu yang menentukan kualitas hidup seseorang,” ungkapnya.

    Ia juga mengingatkan soal pentingnya menghindari hutang.

    “Kalau ingin hidup tenang, hindari hutang. Tidak punya hutang itu indah,” pesannya.

    Pesan ini sederhana, tapi cukup ngena buat semua yang hadir.

    Keteladanan Dan Ketenangan Hidup

    Dandim Tasikmalaya Keteladanan juga menekankan bahwa hidup tenang itu bukan soal banyaknya harta. Justru, rasa syukur dan pengendalian diri lebih penting.

    Selain itu, ia juga mengajak prajurit untuk tetap menjaga keharmonisan keluarga. Apalagi di tengah perubahan zaman yang cepat.

    Tak hanya itu, ada juga komitmen shalat berjamaah yang dibawa sebagai bentuk penguatan spiritual. Semua anggota diminta ikut berkomitmen.

    “Rezeki yang paling mulia itu istiqomah. Harta itu yang paling rendah nilainya kalau dibanding ketenangan hati dan ibadah,” tuturnya.

    Peran Penting Persit

    Sementara itu, Ketua Persit juga memberikan arahan kepada para anggota. Ia mengingatkan bahwa peran istri prajurit sangat penting.

  • Dandim 0612 Hadir di Pelepasan Jemaah Haji Tasikmalaya 2026

    Dandim 0612 Hadir di Pelepasan Jemaah Haji Tasikmalaya 2026

    SUARA SALIRA | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Pelepasan Jemaah Haji Tasikmalaya 2026 berlangsung penuh haru pada Kamis, 16 April 2026. Bertempat di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, ratusan calon jemaah bersama keluarga terlihat memadati lokasi sejak pagi.

    Kebersamaan Terlihat di Pelepasan Jemaah

    Acara ini terasa hangat karena dihadiri banyak pihak. Mulai dari Forkopimda, tokoh agama, hingga keluarga jemaah ikut mengantar dengan doa.

    Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, juga hadir langsung. Kehadirannya jadi bentuk dukungan nyata dari TNI untuk para jemaah.

    Selain itu, tampak juga Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Kapolres AKBP Andi Purwanto, serta jajaran lainnya. Suasana kebersamaan benar-benar terasa.

    Bukan Sekadar Perjalanan Biasa

    Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan pesan yang menyentuh:

    “Hari ini bukan hari yang biasa. Ini adalah hari yang telah lama dinantikan, bahkan oleh sebagian orang sejak puluhan tahun yang lalu. Tidak semua yang mampu mendapatkan panggilan, dan hari ini Bapak dan Ibu adalah orang-orang yang Allah pilih untuk menjadi tamu-Nya,”

    Kalimat itu langsung membuat suasana makin haru. Banyak keluarga yang tak kuasa menahan air mata.

    1.348 Jemaah Siap Berangkat

    Ketua panitia, H. Nurul Awalin, menyebutkan total jemaah tahun ini mencapai 1.348 orang.

    Semua fasilitas sudah disiapkan. Mulai dari transportasi, konsumsi, sampai akomodasi menuju Embarkasi Kertajati.

    Artinya, para jemaah tinggal fokus menjalankan ibadah.

    Doa Jadi Kekuatan Utama

    Kepala Kantor Kementerian Urusan Haji dan Umrah Kota Tasikmalaya, H. Husna Mustofa, juga menegaskan pentingnya doa:

    “Perjalanan haji adalah jalan langit. Doa para ulama menjadi kekuatan utama bagi keselamatan dan kelancaran seluruh jemaah,”

  • 37 Prajurit Kodim 0612 Tasikmalaya Naik Pangkat Hari Ini

    37 Prajurit Kodim 0612 Tasikmalaya Naik Pangkat Hari Ini

    SUARA SALIRA | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Kabar membanggakan datang dari lingkungan TNI AD di Tasikmalaya. Sebanyak 37 prajurit Kodim 0612 Tasikmalaya resmi mendapatkan kenaikan pangkat dalam sebuah upacara yang digelar pada Rabu, 1 April 2026.

    Upacara ini dipimpin langsung oleh Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han. Suasana berlangsung khidmat, tapi tetap terasa penuh kebanggaan bagi para prajurit yang menerima penghargaan tersebut.

    Jumlah prajurit yang naik pangkat terdiri dari berbagai jenjang. Mulai dari 6 Perwira, 25 Bintara, hingga 6 Tamtama. Ini jadi momen penting dalam perjalanan karier mereka di dunia militer.

    Bukan Sekadar Naik Pangkat

    Dalam amanatnya, Dandim menegaskan bahwa kenaikan pangkat prajurit Kodim 0612 Tasikmalaya bukan cuma formalitas. Lebih dari itu, ini adalah bentuk penghargaan atas kerja keras dan pengabdian.

    “Kenaikan pangkat ini hendaknya dijadikan motivasi untuk bekerja lebih baik, meningkatkan disiplin, serta terus mengabdikan diri kepada bangsa dan negara,” ujar Dandim.

    Pesan ini jadi pengingat penting. Bahwa setiap pencapaian harus diikuti dengan peningkatan kualitas diri dan tanggung jawab.

    Tanggung Jawab Juga Ikut Naik

    Nah, yang menarik, kenaikan pangkat bukan hanya soal kebanggaan. Tapi juga soal tanggung jawab yang makin besar. Para prajurit diharapkan bisa jadi contoh, baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat.

    Dengan adanya kenaikan pangkat ini, diharapkan prajurit Kodim 0612 Tasikmalaya makin solid dan profesional. Apalagi, tugas menjaga wilayah tentu butuh kesiapan yang maksimal.

    Suasana Penuh Kebersamaan

    Di akhir acara, suasana hangat terasa saat seluruh prajurit mendapat ucapan selamat. Momen ini jadi simbol kebersamaan sekaligus semangat baru untuk menjalankan tugas ke depan.

  • Dandim 0612 Tasikmalaya Gelar Apel Pagi dan Halalbihalal

    Dandim 0612 Tasikmalaya Gelar Apel Pagi dan Halalbihalal

    SUARA SALIRA | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Dandim 0612 Tasikmalaya apel halalbihalal jadi momen spesial buat para prajurit, Senin pagi, 30 Maret 2026, sekitar pukul 07.00 WIB.

    Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., turun langsung memimpin apel yang sekaligus dirangkai dengan acara halalbihalal. Hampir semua anggota hadir, kecuali yang lagi tugas dinas.

    Suasana Hangat, Kebersamaan Makin Terasa

    Mulai dari Perwira Staf, Danramil, sampai anggota dari 25 Koramil ikut dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka bikin suasana makin terasa solid.

    Awalnya apel berlangsung khidmat. Tapi setelah itu, suasana berubah jadi hangat saat halalbihalal dimulai. Momen ini dimanfaatkan buat saling bersalaman dan mempererat hubungan antaranggota.

    Dandim Ingatkan Harus Sigap Dan Jujur

    Dalam arahannya, Dandim menekankan pentingnya respons cepat saat ada kejadian di wilayah.

    “Apabila ada kejadian di wilayah, segera beraksi. Jangan menunda, karena kehadiran kita sangat dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

    Selain itu, soal kejujuran juga jadi perhatian penting.

    “Kalau salah, akui salah. Kalau benar, katakan benar. Saya tidak akan membela prajurit yang melanggar hukum. Walaupun secara pribadi bisa dimaafkan, proses hukum tetap berjalan,” ujarnya.

    Jangan Berhenti Berbuat Baik

    Menurut Dandim, setiap prajurit pasti sudah paham mana yang benar dan salah. Tinggal bagaimana menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Di akhir arahannya, ia menyampaikan pesan sederhana tapi dalam maknanya.

    “Jangan berhenti berbuat baik sebelum datang lima perkara,” pesannya.

    Bukan Sekadar Rutinitas

    Kegiatan ini bukan cuma apel biasa. Lebih dari itu, ini jadi momen refleksi sekaligus penguat semangat pengabdian.

  • Pelaku Pencurian Laptop Dan HP Santri Ponpes Ditangkap

    Pelaku Pencurian Laptop Dan HP Santri Ponpes Ditangkap

    SUARA SALIRA | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Kasus pencurian laptop dan HP santri Ponpes Daarut Taqwa di Kecamatan Tamansari akhirnya berhasil diungkap polisi. Dua orang yang diduga sebagai pelaku kini sudah diamankan oleh jajaran Polsek Tamansari Polres Tasikmalaya Kota.

    Peristiwa ini bermula dari laporan salah satu korban pada Rabu, 11 Maret 2026. Saat itu, seorang santri bernama Gina yang juga merupakan mahasiswi asal Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, melaporkan kehilangan sejumlah barang dari asrama putri Pondok Pesantren Daarut Taqwa.

    Barang yang hilang cukup berharga, yakni dua unit laptop dan empat unit handphone milik para santri yang tinggal di asrama tersebut.

    Dua Pelaku Pencurian Barang Santri Berhasil Diamankan

    Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Tamansari langsung bergerak melakukan penyelidikan. Hasilnya, pada Kamis, 12 Maret 2026, dua orang pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti.

    Kedua pelaku masing-masing berinisial Her (42), warga Kota Cimahi, serta DHB (42), warga Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.

    Mereka diduga melakukan aksi pencurian di lingkungan asrama santri putri yang berada di Kelurahan Mulyasari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Total ada enam santri yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.

    Polisi Sebut Kasus Cepat Terungkap Berkat Laporan Warga

    Kapolsek Tamansari Polres Tasikmalaya Kota, AKP Nuraeni, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan kedua pelaku tersebut.

    “Benar, dua orang pelaku sudah kami amankan berikut barang buktinya,” ungkapnya.

    Menurutnya, pengungkapan kasus ini tidak lepas dari kerja sama antara Unit Reskrim Polsek Tamansari dengan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, serta laporan cepat dari masyarakat.

  • Kasus Pengancaman Kekerasan Di Tasikmalaya Mulai Diselidiki Polisi

    Kasus Pengancaman Kekerasan Di Tasikmalaya Mulai Diselidiki Polisi

    SUARA SALIRA | KAB. TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Informasi terbaru dari kasus pengancaman kekerasan Tasikmalaya mulai menunjukkan perkembangan. Berdasarkan liputan tanggal 20 Februari 2026, proses hukum kini sudah masuk tahap penyelidikan kepolisian.

    Informasi ini juga dipantau melalui jaringan media lokal termasuk Suara Salira yang terus mengikuti perkembangan situasi di wilayah Tasikmalaya.

    Kronologi Kasus Pengancaman Kekerasan Tasikmalaya

    Kasus ini dikawal oleh tokoh pers Deni Ismail Yusuf, Ketua Aliansi Wartawan Pasundan Kabupaten Tasikmalaya.

    Laporan resmi sendiri diajukan pada 18 Februari 2026. Dugaan perkara ini mengarah pada Pasal 448 KUHP terbaru sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, yang berkaitan dengan ancaman kekerasan terhadap keselamatan jiwa seseorang.

    Dalam keterangannya, ia menyampaikan:
    “Kami mendukung penuh profesionalisme Polri dalam menangani kasus ini. Laporan kami sudah diterima, dan penyelidik telah ditunjuk. Ini bukan sekadar persoalan personal, tapi soal kepastian hukum di Tasikmalaya,”

    Dukungan Organisasi Pers Dalam Kasus Pengancaman Kekerasan Tasikmalaya

    Kasus ini juga ikut mendapat perhatian dari Ade Irawan, Ketua Himpunan Pers Solidaritas Indonesia Kota Tasikmalaya.

    Keterlibatan organisasi pers menunjukkan bahwa isu keamanan masyarakat jadi perhatian bersama. Selain itu, sinergi antar organisasi diharapkan bisa menjaga situasi tetap kondusif.

    Proses Penyelidikan Polisi

    Saat ini, penyelidikan dilakukan oleh Polsek Manonjaya di bawah koordinasi Polres Tasikmalaya Kota.

    Beberapa langkah yang sudah dilakukan antara lain:
    Penerbitan Surat Perintah Tugas tanggal 20 Februari 2026
    Penerbitan Surat Perintah Penyelidikan
    Penunjukan penyelidik ARIES RISMA ADAM, S.H. dengan masa tugas awal 14 hari

  • Jumat Berkah Persit Tasikmalaya Berbagi Nasi Box Ramadan

    Jumat Berkah Persit Tasikmalaya Berbagi Nasi Box Ramadan

    SUARA SALIRA | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Program Jumat Berkah Persit Tasikmalaya kembali hadir membawa semangat berbagi untuk masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Markas Kodim 0612/Tasikmalaya, wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat pada Jumat, 20 Februari 2026.

    Kegiatan sosial ini dijalankan oleh Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII. Fokusnya sederhana, yaitu membantu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa lewat pembagian nasi box untuk berbuka.

    Jumat Berkah Persit Tasikmalaya Jadi Momen Berbagi

    Sejak sore hari, para pengurus sudah terlihat sibuk menyiapkan paket nasi box. Semua ditata rapi. Suasana terasa hangat. Tidak hanya menyiapkan makanan, mereka juga menyapa masyarakat dengan senyum ramah.

    Penerima bantuan cukup beragam. Mulai dari warga sekitar, pengendara yang melintas, sampai masyarakat yang belum sempat menyiapkan makanan berbuka puasa.

    Ramadan Jadi Waktu Tepat Menumbuhkan Empati

    Ketua Persit KCK Cabang XXIII, Ny. Rima Imvan Ibrahim, menyampaikan pentingnya menjaga kepedulian sosial, terutama di bulan Ramadan.

    “Kami ingin terus menanamkan nilai kepedulian. Walaupun yang kami berikan tidak banyak, semoga menjadi keberkahan dan membawa manfaat,” ungkapnya.

    Pesan yang dibawa dalam kegiatan ini sederhana. Berbagi tidak harus menunggu punya banyak. Bahkan hal kecil bisa punya arti besar bagi orang lain, apalagi jika diberikan di waktu yang tepat.

    Pererat Kebersamaan Masyarakat Dan Keluarga Prajurit

    Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara Persit, prajurit, dan masyarakat. Suasana akrab terlihat selama kegiatan berlangsung.

    Persit berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya dalam kegiatan resmi, tetapi juga melalui aksi sosial yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

  • UU Darurat Senpi Tasikmalaya Jadi Sorotan AWP

    UU Darurat Senpi Tasikmalaya Jadi Sorotan AWP

    SUARA SALIRA | KAB. TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Kabar soal dugaan ancaman pakai senjata api bikin warga heboh. Dalam liputan Rabu, 18 Februari 2026, kasus ini jadi perbincangan hangat masyarakat. Isu UU Darurat Senpi Tasikmalaya pun ikut ramai dibahas.

    Sebagai radio nostalgia milik Suara Salira, kami merangkum perkembangan terbaru kasus ini. Dugaan pengancaman itu terjadi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, yang merupakan bagian dari Indonesia.

    Ketua DPD Aliansi Wartawan Pasundan Tasikmalaya, Deni Nugraha, langsung memberikan tanggapan tegas. Menurutnya, dugaan penyalahgunaan senjata tidak boleh dianggap sepele.

    UU Darurat Senpi Tasikmalaya Bisa Jerat Pelaku Berat

    Menurut Deni, jika dugaan ini terbukti, pelaku bisa dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Aturan ini memang dikenal punya sanksi berat bagi penyalahgunaan senjata api.

    “Kami memantau perkembangan kasus ini. Siapapun yang menyalahgunakan senjata api, baik itu asli maupun replika yang digunakan untuk mengancam nyawa orang lain, harus tunduk pada Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951,”

    Ancaman hukumannya tidak main-main. Mulai dari penjara puluhan tahun, seumur hidup, bahkan hukuman mati, tergantung tingkat pelanggaran.

    Kasus Didampingi Hukum Dan Dipantau Aparat

    Korban diketahui sudah memberikan kuasa hukum kepada KLBH AWP. Pendampingan ini penting supaya proses hukum berjalan jelas dan adil.

    Koordinasi juga sudah dilakukan bersama aparat Polri di wilayah setempat. Tujuannya supaya kondisi masyarakat tetap aman dan kondusif.

    “Negara kita adalah negara hukum, bukan hutan rimba. Tidak ada tempat bagi ‘aksi koboi’ yang menakut-nakuti rakyat kecil. Kami dari AWP akan mengawal kasus ini hingga tuntas agar ada efek jera bagi tersangka,”