Menu

Otomatis

Kesehatan & Kebugaran

Waspada, Rabies Bisa Datang Lewat Gigitan yang Sepele

badge-check

Waspada, Rabies Bisa Datang Lewat Gigitan yang Sepele Perbesar

SUARA SALIRA | KESEHATAN & KEBUGARAN – Pernah digigit anjing atau kucing? Jangan anggap enteng, ya! Soalnya bisa jadi itu bukan sekadar luka gigitan biasa. Bisa jadi itu awal dari penyakit berbahaya yang namanya rabies — penyakit yang diam-diam menyerang otak dan saraf manusia, dan kalau sudah muncul gejalanya, hampir nggak ada obatnya.

Rabies itu disebabkan oleh virus rabies yang hidup di air liur hewan yang terinfeksi, terutama anjing. Di Indonesia sendiri, anjing masih jadi penyebab utama penularan ke manusia. Tapi jangan salah, kucing, kera, bahkan kelelawar juga bisa membawa virus ini.

Biasanya virus ini masuk lewat gigitan atau cakaran, bisa juga lewat luka terbuka yang kena air liur hewan rabies. Nah, dari situ virusnya mulai bergerak pelan-pelan lewat saraf menuju otak. Butuh waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan sampai gejalanya muncul. Itulah kenapa rabies sering disebut penyakit yang “diam tapi mematikan”.

Gejala Awalnya Sering Disangka Biasa

Saat pertama kali terinfeksi, orang yang kena rabies biasanya cuma merasa:

  • demam ringan,
  • sakit kepala,
  • lemas,
  • dan ada sensasi aneh di bekas gigitan (gatal, panas, atau kesemutan).

Padahal itu pertanda virusnya mulai aktif menyerang saraf. Beberapa hari kemudian, gejalanya bisa makin parah — penderita bisa takut air (hidrofobia), takut udara (aerofobia), atau bahkan berperilaku aneh dan agresif. Air liur bisa keluar terus karena otot tenggorokan kaku dan nggak bisa menelan. Kalau sudah sampai tahap ini, sayangnya… hampir mustahil bisa diselamatkan.

Tapi Kabar Baiknya, Rabies Bisa Dicegah!

Yap, kabar bagusnya: rabies itu 100% bisa dicegah, asal ditangani cepat dan benar.
Kalau kamu atau orang di sekitar digigit hewan, lakukan langkah ini secepat mungkin:

  1. Cuci luka selama 15 menit pakai sabun dan air mengalir.
  2. Oles antiseptik (seperti Betadine).
  3. Segera ke puskesmas atau rumah sakit buat dapet vaksin anti-rabies (VAR).
    Kalau gigitan tergolong berat, dokter biasanya kasih tambahan serum anti-rabies (SAR).

Dan buat yang punya hewan peliharaan kayak anjing atau kucing, jangan lupa vaksinasi rutin tiap tahun. Lebih baik keluar uang sedikit buat vaksin, daripada nyesel di kemudian hari.

Fakta Unik Tentang Rabies

  • Masa inkubasinya bisa 1 minggu sampai 1 tahun, tergantung lokasi gigitan.
  • Virusnya mati kalau kena sabun, sinar matahari, atau air panas.
  • Setiap tahun, ribuan orang di dunia meninggal karena rabies, terutama di Asia dan Afrika.
  • Di Indonesia, kasus terbanyak berasal dari gigitan anjing liar.

Yuk, Ikut Cegah Rabies

Rabies bukan cuma urusan dokter atau dinas kesehatan. Ini tanggung jawab kita semua.
Mulai dari tidak membiarkan hewan peliharaan berkeliaran bebas, melapor ke petugas kalau ada anjing liar yang mencurigakan, sampai ngajarin anak-anak supaya nggak main sembarangan sama hewan liar.

Read More

Teh Daun Bidara, Ide UMKM Baru dari Kebun Suara Salira

9 Aug 2026 - 16:26 WIB

Teh Daun Bidara, Ide UMKM Baru dari Kebun Suara Salira

Puasa Bisa Mencegah Kanker? Ini Penjelasan Ilmiahnya

2 Aug 2026 - 05:50 WIB

Puasa Bisa Mencegah Kanker? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Penyusunan Kode Etik Kedokteran oleh Hippocrates (Sekitar 400 SM)

13 Feb 2025 - 17:26 WIB

Penyusunan Kode Etik Kedokteran oleh Hippocrates (Sekitar 400 SM)

Konsumsi Makanan yang Mengandung Antioksidan untuk Melawan Penuaan Dini

10 Feb 2025 - 08:14 WIB

Konsumsi Makanan yang Mengandung Antioksidan untuk Melawan Penuaan Dini

Pengenalan Pencitraan Komputer (CT Scan) oleh Godfrey Hounsfield dan Alan Cormack (1972)

4 Feb 2025 - 05:57 WIB

Pengenalan Pencitraan Komputer (CT Scan) oleh Godfrey Hounsfield dan Alan Cormack (1972)
Trending on Kesehatan & Kebugaran