SUARA SALIRA | KAB. TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Jalan Rusak Leuwibudah membuat warga Desa Leuwibudah, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya turun tangan sendiri. Jalan yang menghubungkan Babakan Loa dengan Warung Adon itu sudah mengalami kerusakan sejak 2019.
Bukannya semakin baik, kondisi jalan justru terus dikeluhkan warga. Lubang dan permukaan jalan yang terjal membuat aktivitas masyarakat menjadi kurang nyaman.
Padahal, jalan tersebut cukup penting bagi warga. Setiap hari, akses ini digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari bekerja, berdagang, bersekolah, hingga aktivitas lainnya.
Persoalan ini kembali disampaikan warga saat ditemui pada Selasa, 16 September 2026.
“Sudah dari 2019 sampai sekarang, tak ada perhatian sama sekali dari pemimpin desa. Tiap tahun anggaran desa ada, tapi jalan kami tak pernah diperbaiki,” ungkap seorang warga, Selasa (16/9/2026).
Jalan Rusak Leuwibudah Bikin Warga Bergerak
Karena perbaikan dari pemerintah desa belum kunjung terlihat, warga akhirnya memilih melakukan sesuatu yang bisa mereka lakukan.
Mereka mengumpulkan dana seadanya. Setelah itu, warga bergotong royong memperbaiki bagian jalan yang dianggap paling membutuhkan penanganan.
Perbaikan tersebut dilakukan secara swadaya. Cara ini menjadi solusi sementara supaya jalan masih bisa dilewati dan aktivitas warga tidak terlalu terganggu.
Namun, kemampuan warga tentu terbatas. Perbaikan yang dilakukan hanya berupa tambal sulam dengan dana seadanya.
Baru Diperbaiki, Jalan Kembali Rusak
Masalahnya, perbaikan sederhana ternyata tidak cukup menghadapi kondisi cuaca. Air hujan kembali mengikis dan merusak bagian jalan yang sudah diperbaiki.
Akibatnya, kondisi jalan kembali memprihatinkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Warga pun berharap perbaikan tidak berhenti pada tambal sulam. Mereka ingin ada penanganan yang lebih serius dan menyeluruh dari pemerintah.
Warga Minta Pemerintah Turun Langsung
Bagi warga, kondisi Jalan Rusak Leuwibudah bukan persoalan kecil. Jalan tersebut menjadi akses penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Karena itu, warga berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya ikut turun melihat kondisi jalan secara langsung.
Masyarakat juga meminta pemerintah mengevaluasi penanganan infrastruktur di Desa Leuwibudah. Termasuk, perhatian terhadap kebutuhan warga dan transparansi dalam penggunaan anggaran desa.
Warga menilai, pembangunan jalan seharusnya tidak sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat melalui swadaya.

Pemerintah Desa Belum Beri Penjelasan
Sampai berita ini diturunkan, Pemerintah Desa Leuwibudah, khususnya Kepala Desa, belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga mengenai kondisi jalan tersebut.
Warga berharap persoalan ini segera mendapatkan perhatian. Mereka ingin jalan yang menjadi akses sehari-hari itu bisa diperbaiki secara layak, bukan hanya kembali ditambal ketika kondisinya sudah semakin rusak.
Untuk sementara, warga masih mengandalkan upaya swadaya. Namun, mereka tetap berharap pemerintah hadir memberikan solusi yang lebih permanen.
Reporter: Tim HIPSI
Editor: P. Pirmansyah

