SUARA SALIRA | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Keselamatan pekerja SMAN 7 Tasikmalaya menjadi perhatian setelah sejumlah pekerja proyek revitalisasi terlihat bekerja tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap.
Temuan tersebut berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Senin, 14 September 2026. Saat itu, aktivitas pembangunan masih berlangsung di lingkungan SMAN 7 Tasikmalaya.
Beberapa pekerja terlihat mengangkut material, memasang dinding, hingga bekerja di atas perancah bambu. Namun, dalam sejumlah aktivitas tersebut, pekerja tampak tidak mengenakan perlengkapan keselamatan seperti helm, rompi, dan sepatu keselamatan.
Kondisi ini cukup menjadi perhatian. Sebab, di area proyek juga terlihat berbagai imbauan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3.
Keselamatan Pekerja SMAN 7 Perlu Jadi Perhatian
Proyek revitalisasi di SMAN 7 Tasikmalaya merupakan bagian dari Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026.
Pekerjaannya meliputi rehabilitasi ruang Bimbingan dan Konseling (BK), perpustakaan, serta pembangunan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Berdasarkan informasi proyek, nilai kontraknya mencapai Rp675.567.000. Pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung selama 120 hari kalender sejak 17 Juli 2026.
Dengan aktivitas pembangunan yang melibatkan material berat dan pekerjaan di tempat tinggi, penggunaan APD tentu menjadi hal penting. Bukan hanya untuk memenuhi aturan, tetapi juga untuk mengurangi risiko kecelakaan di lokasi proyek.
APD Bukan Sekadar Pelengkap
Penggunaan APD dalam pekerjaan konstruksi bukan sekadar formalitas. Helm, sepatu keselamatan, rompi, dan perlengkapan lainnya memiliki fungsi untuk memberikan perlindungan kepada pekerja ketika menghadapi berbagai risiko pekerjaan.
Apalagi, aktivitas konstruksi memiliki potensi bahaya yang cukup beragam. Mulai dari material yang jatuh, risiko terpeleset, hingga kecelakaan ketika bekerja di ketinggian.
Karena itu, penerapan K3 semestinya berjalan seiring dengan pembangunan fisik proyek.
Pihak Sekolah Mengaku Sudah Mengingatkan
Terkait kondisi tersebut, staf guru SMAN 7 Tasikmalaya, Supriatna, menyebut pihak sekolah sudah beberapa kali memberikan imbauan kepada mandor dan pekerja.
“Kami dari pihak sekolah selalu mengingatkan dan mengimbau kepada para pekerja maupun mandor agar senantiasa mengutamakan keselamatan kerja,” kilah Supriatna.
Ia juga tidak menampik masih ada pekerja yang terkadang tidak menggunakan perlengkapan keselamatan secara lengkap.
Alasannya, antara lain karena merasa gerah saat menggunakan APD atau sudah terbiasa bekerja tanpa perlengkapan keselamatan secara lengkap.
Meski begitu, kondisi tersebut tetap perlu menjadi perhatian. Pasalnya, rasa tidak nyaman ketika memakai perlengkapan keselamatan seharusnya tidak menghilangkan kewajiban untuk menjaga keselamatan selama bekerja.
Pengawasan Proyek Juga Jadi Kunci
Temuan di lapangan tentu menjadi bahan evaluasi. Apalagi proyek tersebut masih berjalan dan aktivitas pembangunan masih berlangsung.
Penerapan K3 tidak cukup hanya dengan memasang spanduk atau memberikan imbauan. Pengawasan langsung juga diperlukan agar aturan keselamatan benar-benar diterapkan oleh seluruh pekerja.
Selain itu, keberadaan proyek di lingkungan sekolah membuat aspek keamanan perlu diperhatikan lebih serius. Area pembangunan sebaiknya tetap terkendali agar tidak menimbulkan risiko bagi pekerja maupun warga sekolah.
Jangan Tunggu Ada Korban
Masyarakat tentu berharap pihak yang berkaitan dengan proyek ini dapat memberikan perhatian terhadap persoalan keselamatan kerja.
Kontraktor, mandor, pengawas proyek, maupun pihak terkait lainnya perlu memastikan pekerja mendapatkan perlengkapan keselamatan yang sesuai dan menggunakannya ketika bekerja.
Sebab, progres pembangunan memang penting, tetapi keselamatan manusia jauh lebih penting.
Jangan sampai persoalan APD baru menjadi perhatian setelah terjadi kecelakaan. Justru selama proyek masih berjalan, langkah pencegahan harus dilakukan sejak sekarang.
Bagi Suara Salira, keselamatan pekerja merupakan bagian penting dari keberhasilan sebuah proyek. Pembangunan yang baik bukan hanya selesai tepat waktu, tetapi juga berlangsung dengan memperhatikan keselamatan semua orang yang terlibat di dalamnya.
Reporter: Heri Heryanto & Media Radar Metro
Editor: P. Pirmansyah

