Kebakaran TPA Tasikmalaya, TNI Ikut Turun Padamkan Api

SUARA SALIRA | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Kebakaran TPA Tasikmalaya terjadi sejak Rabu pagi, 26 Agustus 2026. Api muncul di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Tasikmalaya dan membuat kepulan asap tebal membubung ke udara.

Dalam liputan Suara Salira pada Rabu (26/8/2026), kebakaran diketahui sekitar pukul 05.00 WIB. Lokasinya berada di Kampung Nangkalea, RT 001 RW 005, Desa Sukasukur, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya.

Api diduga muncul setelah terjadi ledakan gas metana dari tumpukan sampah. Cuaca yang panas kemudian membuat api lebih cepat membesar.

Situasi pun menjadi cukup serius karena asap tebal mulai menyebar ke sekitar lokasi. Sejumlah permukiman warga ikut terdampak kepulan asap tersebut.

Kebakaran TPA Tasikmalaya Bikin Tim Gabungan Bergerak

Begitu mendapat informasi soal kebakaran, personel Kodim 0612/Tasikmalaya langsung ikut turun ke lokasi.

Babinsa Koramil 1211/Singaparna bersama personel TNI lainnya kemudian berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan sejumlah aparat terkait.

Mereka tidak bekerja sendiri. Penanganan kebakaran melibatkan banyak unsur agar api bisa segera dikendalikan dan tidak merembet ke area yang lebih luas.

Asap tebal bahkan terlihat menyebar sampai ke beberapa kampung di sekitar Desa Sukasukur. Di antaranya Kampung Cioray, Kampung Layur, Kampung Cikedok, dan Kampung Baru.

Karena kondisi tersebut, petugas harus bekerja lebih ekstra. Selain menghadapi kobaran api, mereka juga harus berhadapan dengan medan berupa tumpukan sampah dan asap yang cukup pekat.

Puluhan Personel Ikut Berjibaku

Cukup banyak personel dikerahkan dalam penanganan kebakaran ini.

Dari Yon TP 939/MP, sebanyak 20 personel TNI ikut membantu dengan dukungan tiga unit mobil pemadam kebakaran.

Kemudian ada tiga personel Koramil 1211/Singaparna serta 10 personel Polri yang turut berada di lokasi.

Dari unsur pemadam kebakaran, 15 personel diterjunkan bersama empat unit mobil damkar. Selain itu, 10 personel BPBD, enam personel PMI, serta 10 personel dari Dinas PU dan Lingkungan Hidup juga ikut membantu.

Dengan kekuatan gabungan tersebut, proses pemadaman terus dilakukan. Petugas berusaha mengurangi titik api sekaligus menekan kepulan asap yang masih menyelimuti kawasan TPA.

Api Masih Terlihat di Beberapa Titik

Meski sudah ditangani bersama-sama, kebakaran TPA Tasikmalaya belum sepenuhnya padam saat proses penanganan berlangsung.

Api masih terlihat di sejumlah titik. Asap juga masih cukup banyak sehingga petugas terus melakukan pemadaman secara maksimal.

Kondisi tumpukan sampah membuat proses pemadaman tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Petugas perlu mengendalikan titik api sekaligus mengantisipasi munculnya kembali kobaran di bagian lain.

Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sampai laporan ini disusun, tidak ada pula kerugian materiel yang dilaporkan.

Pengelola TPA Diminta Lebih Waspada

Selain fokus memadamkan api, aparat juga melakukan koordinasi dengan pihak pengelola TPA.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap sampah maupun material yang mudah terbakar. Material tersebut juga perlu dipisahkan agar risiko kebakaran bisa ditekan.

Langkah antisipasi ini penting, terutama karena tumpukan sampah dapat menghasilkan gas yang berpotensi memicu kebakaran apabila tidak dikelola dengan baik.

Ke depan, pengawasan di kawasan TPA diharapkan bisa semakin ditingkatkan. Dengan begitu, kejadian serupa dapat dicegah atau setidaknya ditangani lebih cepat.

TNI dan Tim Gabungan Tetap Siaga

Keterlibatan TNI dalam penanganan kebakaran ini menunjukkan bahwa aparat ikut hadir ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.

Bersama Polri, Damkar, BPBD, PMI, pemerintah daerah, Dinas PU dan Lingkungan Hidup, serta unsur lainnya, personel di lapangan terus bekerja untuk mengendalikan situasi.

Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan warga di sekitar lokasi kebakaran.

Seperti disampaikan dalam keterangan yang diterima Suara Salira:

“TNI bersama rakyat, hadir dan selalu siap membantu dalam setiap situasi.”

Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah