SUARA SALIRA | KAB. TASIKMALAYA, JAWA BARAT — Wasev TMMD ke-129 datang langsung ke Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 12 Agustus 2026.
Kedatangan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) ini bukan sekadar kunjungan biasa. Tim ingin melihat langsung sejauh mana program TMMD berjalan dan apakah pembangunan yang dikerjakan memang sesuai kebutuhan warga.
Tim Wasev TMMD ke-129 dipimpin Dirter Pusterad Brigjen TNI Farouk Fakar, S.Pd., M.Han. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kabag Bakti Subditkombak Pusterad Letkol Cba Fakrul Raji.
Sejumlah unsur TNI, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat juga ikut hadir.
Wasev TMMD ke-129 Lihat Program Pembangunan Desa
Sebelum turun ke lokasi, kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa. Setelah itu, Kepala Desa Parungponteng Entis menyampaikan sambutan.
Ia mengapresiasi program TMMD yang menurutnya memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain membantu pembangunan, kehadiran TNI juga ikut menghidupkan kembali semangat gotong royong warga.
Memang, pembangunan desa bukan hanya soal jalan atau bangunan. Ada juga semangat kebersamaan yang diharapkan terus tumbuh setelah program TMMD selesai.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0612/Tasikmalaya selaku Dansatgas TMMD ke-129 Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., memaparkan sejumlah pekerjaan yang sedang dilakukan.
Beberapa di antaranya adalah pengaspalan semi hotmix di sejumlah kampung.
Di Kampung Jamburarang, jalan yang dikerjakan memiliki panjang 1.020 meter dengan lebar 2,5 meter. Kemudian di Kampung Nagrog sepanjang 380 meter dengan lebar 2,3 meter.
Pekerjaan juga dilakukan di Kampung Pasir Nete sepanjang 197 meter dan Kampung Cilutung sepanjang 400 meter. Keduanya memiliki lebar jalan 2,5 meter.
Selain jalan, TMMD ke-129 juga mengerjakan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 154 meter dengan tinggi 2 meter.
Ada pula rehabilitasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan lima unit sumur bor untuk membantu kebutuhan masyarakat.
Wasev TMMD ke-129 Tekankan Pentingnya Gotong Royong
Seluruh program tersebut mengusung tema “Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.
Tema itu terasa cukup relevan dengan kondisi di Parungponteng. Sebab, pembangunan yang dilakukan tidak hanya melibatkan TNI dan pemerintah. Warga juga ikut menjadi bagian dari prosesnya.
Dalam paparannya, Dandim menyampaikan pesan tentang pentingnya kebersamaan dalam program TMMD.
“TMMD bukan sekadar membangun jalan, rumah atau fasilitas lainnya. Yang dibangun juga adalah semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat,” demikian inti pesan Dandim dalam paparannya.
Karena itu, setelah seluruh pekerjaan selesai, masyarakat dan pemerintah desa diharapkan tidak tinggal diam. Fasilitas yang sudah dibangun perlu dirawat supaya manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu lama.
Bagi Tim Wasev TMMD ke-129, keberhasilan program bukan cuma soal berapa banyak pekerjaan yang selesai. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana hasil pembangunan tersebut benar-benar digunakan dan dijaga oleh masyarakat.
Pembangunan Bukan Sekadar Bangun Jalan
Dirter Pusterad Brigjen TNI Farouk Fakar, S.Pd., M.Han., mengatakan kunjungan Tim Wasev dilakukan untuk memastikan TMMD ke-129 di wilayah Kodim 0612/Tasikmalaya berjalan sesuai sasaran.
TMMD sendiri merupakan kegiatan terpadu yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, kerja sama antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilannya.
Tim Wasev juga mendorong agar seluruh sasaran fisik maupun nonfisik bisa diselesaikan tepat waktu. Kualitas pembangunan tetap menjadi perhatian supaya hasilnya tidak hanya terlihat bagus saat selesai, tetapi juga bisa digunakan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, sinergi yang terbangun di Desa Parungponteng menjadi modal penting. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam pembangunan desanya.
Ada Baksos, Lalu Tim Wasev Turun ke Lapangan
Setelah paparan dan arahan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat.
Tidak berhenti di sana, Tim Wasev bersama rombongan kemudian melihat langsung beberapa lokasi pembangunan TMMD ke-129.
Dari sini, tim bisa melihat kondisi pekerjaan secara nyata. Sekaligus memastikan pembangunan yang dilakukan tetap sesuai dengan rencana dan kebutuhan masyarakat.
Buat warga Parungponteng, kehadiran program TMMD tentu bukan cuma soal jalan yang lebih baik, rumah yang diperbaiki, atau tersedianya sumur bor.
Ada hal lain yang juga penting, yaitu munculnya kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, pembangunan fisik memang punya batas waktu. Namun, kalau masyarakat terus menjaga hasilnya dan semangat kebersamaan tetap hidup, manfaat TMMD bisa jauh lebih panjang.
Itulah yang diharapkan dari TMMD ke-129 di Desa Parungponteng. Bukan hanya meninggalkan hasil pembangunan, tetapi juga meninggalkan semangat agar warga dan pemerintah desa bisa terus bergerak bersama membangun wilayahnya.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah

