SUARA SALIRA | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT – Kabar baik datang untuk warga Kabupaten Ciamis. Bantuan Pangan Beras sebanyak 1.113.780 kilogram atau sekitar 1.113 ton mulai disalurkan kepada masyarakat yang masuk sebagai penerima manfaat.
Penyaluran bantuan ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Perum Bulog Sub Divisi Regional Ciamis. Kegiatan simbolis berlangsung di Aula Desa Cikoneng, Kecamatan Cikoneng, pada 21 September 2026.
Bantuan tersebut diberikan sekaligus untuk kebutuhan tiga bulan. Yakni, alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
Dengan adanya bantuan ini, warga penerima manfaat mendapat tambahan stok beras untuk kebutuhan keluarga. Apalagi, harga sejumlah kebutuhan pokok masih menjadi perhatian masyarakat.
Bantuan Pangan Beras untuk 111.378 KPM
Program Bantuan Pangan Beras ini menyasar 111.378 Keluarga Penerima Manfaat atau KPM yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis.
Setiap keluarga mendapatkan 30 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan. Penyalurannya dilakukan secara bertahap melalui kecamatan hingga desa.
Data penerima juga tidak ditentukan secara sembarangan. Pemerintah menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial sebagai salah satu dasar pendataan.
Selain itu, aparatur desa dan kelurahan ikut dilibatkan. Tujuannya agar bantuan bisa sampai kepada masyarakat yang memang membutuhkan.
Proses distribusi pun mendapat pengawasan. Dengan begitu, kualitas beras dan jumlah bantuan yang diterima warga bisa tetap sesuai dengan ketentuan.
Rina Saadah Soroti Ketahanan Pangan
Dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI Dr. Hj. Rina Saadah, Lc., M.Si., ikut hadir dan menyampaikan perhatian terhadap kebutuhan pangan masyarakat.
“Kehadiran kami di sini, di tengah bapak dan ibu sekalian, bukan sekadar sebagai wakil rakyat, melainkan sebagai saudara yang ingin memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan hak dasarnya, yaitu pangan. Program Bantuan Pangan Beras ini adalah upaya konkret kita bersama—Pemerintah Pusat, Bulog, dan seluruh elemen di Ciamis—untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang kita hadapi. Jangan sampai ada warga Ciamis yang kesulitan mendapatkan beras karena faktor harga atau ketersediaan. Kita tidak akan membiarkan itu terjadi,” tegasnya dengan nada yang disambut tepuk tangan meriah dari warga.
Program ini sekaligus menunjukkan kerja sama sejumlah pihak dalam menjaga ketersediaan pangan. Pemerintah daerah, Bulog, pemerintah pusat, hingga unsur legislatif ikut mengambil peran sesuai tugas masing-masing.
Warga Ciamis Merasa Terbantu
Bagi masyarakat penerima, bantuan beras tersebut tentu cukup berarti. Terlebih, beras menjadi salah satu kebutuhan utama yang hampir setiap hari harus tersedia di rumah.
Siti (45 tahun), warga Desa Cikoneng yang menerima bantuan, mengaku bersyukur dengan adanya program tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah dan Bapak/Ibu wakil rakyat yang turun langsung melihat kondisi kami. Beras ini sangat berarti bagi keluarga kami, terutama di situasi saat ini. Terima kasih banyak, kami merasa sangat terbantu,” ujar Siti (45 tahun), salah satu penerima manfaat asal Desa Cikoneng.
Sementara itu, Kepala Desa Cikoneng, Elin Herlina, juga menyambut baik penyaluran bantuan tersebut.
Menurutnya, bantuan yang diberikan untuk tiga bulan sekaligus dapat membantu warga menjaga persediaan pangan keluarga.
“Dengan alokasi untuk tiga bulan sekaligus, ini memberikan jaminan stok pangan yang cukup bagi warga kami untuk sementara waktu. Kami akan memastikan proses penyaluran di tingkat desa berjalan lancar dan transparan,” pungkasnya.
Bulog Pastikan Stok Beras Aman
Bukan hanya pemerintah daerah yang terlibat. Perum Bulog Sub Divre Ciamis juga memastikan dukungan terhadap program tersebut tetap berjalan.
Ketersediaan stok menjadi bagian penting agar penyaluran bantuan pangan tidak tersendat. Karena itu, koordinasi antara Bulog dan pemerintah daerah terus dilakukan.
“Kami memastikan ketersediaan stok beras di gudang-gudang Bulog wilayah Ciamis dalam kondisi aman, bahkan cukup untuk beberapa bulan ke depan. Kualitas beras yang kami salurkan adalah beras berkualitas baik, yang melewati proses pengecekan ketat. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi berjalan tepat waktu,” jelas Kepala Bulog Ciamis.
Bantuan Beras Diharapkan Jaga Kebutuhan Warga
Penyaluran Bantuan Pangan Beras ini tidak hanya ditujukan untuk membantu kebutuhan makan masyarakat dalam waktu dekat.
Program tersebut juga diharapkan dapat membantu menjaga daya beli warga serta memberikan tambahan stok pangan bagi keluarga penerima manfaat.
Di sisi lain, distribusi bantuan pangan menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan di daerah.
Dengan melibatkan banyak pihak, penyaluran diharapkan berlangsung tertib dan tepat sasaran. Pemerintah desa juga memiliki peran penting untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga yang telah terdata.
Bagi masyarakat Ciamis, tambahan 30 kilogram beras tentu dapat memberikan sedikit ruang bagi keluarga untuk mengatur kebutuhan rumah tangga selama beberapa waktu ke depan.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah

