Selain jalan, TMMD ke-129 juga mengerjakan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 154 meter dengan tinggi 2 meter.
Ada pula rehabilitasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan lima unit sumur bor untuk membantu kebutuhan masyarakat.
Wasev TMMD ke-129 Tekankan Pentingnya Gotong Royong
Seluruh program tersebut mengusung tema “Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.
Tema itu terasa cukup relevan dengan kondisi di Parungponteng. Sebab, pembangunan yang dilakukan tidak hanya melibatkan TNI dan pemerintah. Warga juga ikut menjadi bagian dari prosesnya.
Dalam paparannya, Dandim menyampaikan pesan tentang pentingnya kebersamaan dalam program TMMD.
“TMMD bukan sekadar membangun jalan, rumah atau fasilitas lainnya. Yang dibangun juga adalah semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat,” demikian inti pesan Dandim dalam paparannya.
Karena itu, setelah seluruh pekerjaan selesai, masyarakat dan pemerintah desa diharapkan tidak tinggal diam. Fasilitas yang sudah dibangun perlu dirawat supaya manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu lama.
Bagi Tim Wasev TMMD ke-129, keberhasilan program bukan cuma soal berapa banyak pekerjaan yang selesai. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana hasil pembangunan tersebut benar-benar digunakan dan dijaga oleh masyarakat.
Pembangunan Bukan Sekadar Bangun Jalan
Dirter Pusterad Brigjen TNI Farouk Fakar, S.Pd., M.Han., mengatakan kunjungan Tim Wasev dilakukan untuk memastikan TMMD ke-129 di wilayah Kodim 0612/Tasikmalaya berjalan sesuai sasaran.
TMMD sendiri merupakan kegiatan terpadu yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, kerja sama antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilannya.
Tim Wasev juga mendorong agar seluruh sasaran fisik maupun nonfisik bisa diselesaikan tepat waktu. Kualitas pembangunan tetap menjadi perhatian supaya hasilnya tidak hanya terlihat bagus saat selesai, tetapi juga bisa digunakan dalam jangka panjang.













