SUARA SALIRA | KAB. TASIKMALAYA, JAWA BARAT — Kesibukan membangun desa ternyata tidak membuat Satgas TMMD Ke-129 melupakan masyarakat. Pada Rabu, 30 Juli 2026, di sela-sela pengerjaan berbagai sasaran fisik Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), personel Satgas Kodim 0612/Tasikmalaya menyempatkan diri turun langsung ke sawah untuk membantu warga memanen padi di Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya.
Aksi sederhana ini langsung mendapat sambutan hangat dari para petani. Mereka tampak bekerja bersama anggota TNI dengan penuh semangat. Suasana panen pun terasa lebih ringan karena dikerjakan secara gotong royong.
Satgas TMMD Ke-129 Bangun Kedekatan dengan Warga
Program TMMD memang identik dengan pembangunan jalan, jembatan, atau fasilitas umum. Namun, di balik itu semua, ada nilai kebersamaan yang terus dijaga oleh para personel Satgas TMMD Ke-129.
Terlihat jelas bagaimana anggota TNI dan warga saling membantu saat memanen padi. Mereka bekerja berdampingan tanpa memandang perbedaan, menciptakan suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan.
Kehadiran Satgas di tengah aktivitas para petani bukan hanya mempercepat proses panen. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi bukti bahwa TNI selalu berusaha hadir di tengah masyarakat, termasuk saat warga sedang menjalankan aktivitas sehari-hari.
TMMD Hadir Bukan Sekadar Membangun Infrastruktur
Program TMMD selama ini memang dikenal sebagai salah satu upaya mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Namun, manfaatnya tidak berhenti pada pembangunan fisik saja.
Melalui kegiatan seperti membantu panen padi, Satgas TMMD Ke-129 juga memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat. Nilai gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan desa terus dijaga agar tetap tumbuh di tengah warga.
Kebersamaan seperti ini diharapkan bisa terus berlanjut, bahkan setelah seluruh rangkaian TMMD selesai dilaksanakan. Dengan sinergi yang baik antara TNI dan masyarakat, pembangunan desa akan semakin mudah diwujudkan, sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah

