Jika Sahabat berkenan dan memiliki keikhlasan, mari bersama mendukung Suara Salira agar tetap dapat menghadirkan berita, informasi, karya jurnalistik, serta menemani pendengar melalui Radio Internet 24 Jam “100 Persen Nostalgia”. Setiap bentuk dukungan, sekecil apa pun dan sesuai kemampuan serta keikhlasan Sahabat, sangat berarti bagi keberlanjutan Suara Salira untuk terus berkarya dan hadir di tengah masyarakat. Klik di sini untuk memberikan dukungan kepada Suara Salira. Terima kasih atas kepercayaan, perhatian, dan dukungan Sahabat selama ini.
SUARA SALIRA | KAB. BATU BARA, SUMATERA UTARA — Upaya meningkatkan produksi pangan terus dilakukan di berbagai daerah. Salah satunya melalui program Demplot Padi Tabela Batu Bara yang digelar oleh Tani Merdeka Sumatera Utara bersama Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sumatera Utara.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 9 Juni 2026, itu dilaksanakan di Desa Sukaraja, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara. Program ini menjadi bagian dari langkah bersama untuk mendukung target swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan hasil panen petani.
Pada demplot tersebut digunakan varietas unggul Inpari 32. Varietas ini dikenal memiliki produktivitas tinggi dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lahan pertanian.
Turut hadir dalam kegiatan itu Robin Sitepu selaku formulator dan produsen pupuk organik mitra Tani Merdeka Indonesia Sumatera Utara, serta Mulyono selaku Kepala BBRMP Sumatera Utara.
Demplot Padi Tabela Batu Bara Libatkan Empat Kelompok Tani
Program ini dijalankan di area persawahan seluas 91 hektare yang melibatkan empat kelompok tani.
Kelompok Tani yang Terlibat
- Kelompok Tani Setia Tani
- Kelompok Tani Perdamaian
- Kelompok Tani Lamsatahi
- Kelompok Tani Sidorukun
Melalui program tersebut, para petani mendapatkan kesempatan untuk menerapkan metode tanam benih langsung atau Tabela yang dinilai lebih praktis dan efisien dalam pengelolaan budidaya padi.

Pupuk Organik Lokal Ikut Mendukung Program
Selain penerapan metode Tabela, kegiatan ini juga memanfaatkan pupuk organik lokal Benteng Tani sebagai pendukung budidaya.
Pupuk tersebut merupakan produk karya anak bangsa yang telah digunakan di sejumlah wilayah pertanian di Sumatera Utara. Harapannya, penggunaan pupuk organik mampu membantu meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus menekan biaya produksi yang harus dikeluarkan petani.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan manajemen Benteng Tani, Donatan Tanjung bersama tim, juga hadir untuk mendukung jalannya program.
Penyuluh dan Mahasiswa PKL Turun Langsung ke Lapangan
Pendampingan teknis dilakukan oleh tim penyuluh pertanian dari BBRMP Sumatera Utara. Hadir dalam kegiatan tersebut Kenedy selaku Ketua Tim Kerja PPL, Junita Sitompul sebagai Koordinator PPL, serta Dwi Angnesia Tamba sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Tak hanya itu, sejumlah mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) juga ikut terlibat dalam proses pendampingan dan pengamatan langsung di lokasi demplot.

Diharapkan Bisa Dicontoh Daerah Lain
Ke depan, Demplot Padi Tabela Batu Bara diharapkan menjadi model budidaya yang dapat diterapkan di berbagai sentra produksi padi lainnya.
Jika hasilnya sesuai harapan, metode ini berpotensi direplikasi di sejumlah daerah lain di Sumatera Utara bahkan di berbagai provinsi di Indonesia. Dengan kolaborasi antara petani, pemerintah, penyuluh pertanian, dan sektor swasta, target ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional diharapkan semakin mudah diwujudkan.
“Berbagai solusi dibidang pertanian kini sangat dibutuhkan dan harus senantiasa digali. Isu-isu seputar efisiensi, efektivitas dan optimalisasi berbagai potensi lokal merupakan kata kunci yang harus selalu diikhtiarkan. Kolaborasi Komunitas yang diwakili tani merdeka, BBRMP SUMUT sebagai representasi pemerintah dan PT. KARUNIA ROTORINDO TANI sebagai pihak swasta merupakan kombinasi yang bagus untuk memberikan solusi bagi rakyat,”
Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan Ketua Tani Merdeka Sumatera Utara, Gusmiyadi, yang selama ini aktif mendorong lahirnya berbagai inovasi dan kolaborasi di sektor pertanian Sumatera Utara.
Reporter: Andrian
Editor: P. Pirmansyah

