Namun, semuanya tentu perlu melalui proses percobaan terlebih dahulu. Rasa, aroma, warna seduhan, serta kenyamanan saat diminum menjadi hal penting yang harus dicari.
Sebab, produk yang bagus bukan hanya memiliki cerita, tetapi juga harus membuat orang ingin membeli dan menikmatinya kembali.
Membawa Semangat Suara Salira ke Produk UMKM
Sebagai radio internet yang membawa semangat “100 Persen Nostalgia”, konsep Teh Daun Bidara juga bisa dibuat berbeda.
Bayangkan menikmati secangkir teh herbal sambil mendengarkan lagu-lagu nostalgia dari Suara Salira.
Sederhana, tetapi punya cerita.
Bukan tidak mungkin nantinya Teh Daun Bidara menjadi bagian dari gaya hidup santai ala Suara Salira. Sebuah produk yang lahir dari lingkungan sendiri, menggunakan tanaman yang tersedia di kebun, kemudian dikembangkan menjadi usaha kecil yang memiliki identitas.
Untuk sementara, semua itu masih berupa rencana dan proses awal.
Tetapi justru dari ide-ide sederhana seperti inilah sebuah usaha sering kali dimulai.
Dari satu pohon bidara di kebun, muncul sebuah pertanyaan kecil:
“Bagaimana kalau daun ini kita jadikan teh?”
Dan dari pertanyaan sederhana tersebut, siapa tahu nantinya lahir sebuah produk UMKM baru bernama Teh Daun Bidara Suara Salira.
Rencana Pengembangan Teh Daun Bidara
Jika rencana ini benar-benar dilanjutkan, tahap berikutnya tentu bukan langsung memproduksi dalam jumlah besar.
Langkah awal bisa dimulai dengan mencoba proses pengeringan daun, membuat beberapa sampel seduhan, kemudian meminta orang-orang terdekat untuk mencicipinya.
Dari sana bisa diketahui apakah rasa dan aromanya sudah cocok atau masih perlu diperbaiki.
Setelah formula dan prosesnya mulai menemukan bentuk, barulah produksi dapat dilakukan secara bertahap. Termasuk memikirkan kemasan, identitas merek, perizinan, hingga pemasaran melalui berbagai kanal.











