SUARA SALIRA | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT — Momen Halal Bihalal Ciamis jadi ajang kumpul sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Acara ini digelar pada Kamis, 2 April 2026, di Aula Setda Kabupaten Ciamis. Suasananya hangat, penuh kekeluargaan, dan jadi kesempatan buat saling memaafkan setelah Idulfitri.
Sekitar 250 undangan hadir. Mulai dari asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, sampai pegawai Setda, lengkap dengan pasangan masing-masing.
Acara juga makin bermakna dengan tausiyah dari KH. Yayan Ahmad Jalaluddin, pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Inayah Banjarsari.
Tetap Optimis Meski Anggaran Terbatas
Dalam sambutannya, Bupati Ciamis menyinggung kondisi anggaran daerah yang saat ini diprioritaskan untuk pelayanan masyarakat.
Meski begitu, ia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak membuat aparatur jadi kendor.
“Jangan sampai karena keterbatasan anggaran, kita menjadi pesimis. Kita harus tetap optimis dan terus melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran aparatur di tengah masyarakat itu penting. Bahkan, tanpa anggaran besar sekalipun, perhatian kecil bisa sangat berarti.
“Ketika masyarakat mengalami kesulitan, cukup hadir, menyapa, dan melihat kondisi mereka, itu sudah membuat masyarakat merasa diperhatikan dan dilindungi,” katanya.
Gotong Royong Jadi Kunci Kekuatan Ciamis
Selain soal pelayanan, Bupati juga menyoroti kuatnya budaya gotong royong di Ciamis.
Hal ini terbukti dari berbagai program, termasuk bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu), yang bisa berkembang berkat dukungan masyarakat.
Dengan kata lain, keterbatasan anggaran bisa diimbangi dengan kebersamaan warga.
Ia juga memastikan bahwa kebijakan pemerintah tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat, termasuk soal pajak agar tidak memberatkan.










