Artinya, perlindungan tidak hanya harus berlaku pada halaman utama.
Misalnya, sebuah website memiliki:
- halaman utama;
- halaman berita;
- halaman kategori;
- halaman arsip;
- halaman pencarian;
- dan halaman lainnya.
Selama request tersebut melewati Cloudflare dan memenuhi expression yang dibuat, rule dapat ikut diterapkan.
Hal ini penting bagi website berita karena bot tidak selalu mengakses halaman depan. Bot otomatis justru dapat langsung meminta URL artikel tertentu.
Bagaimana dengan Subdomain?
Subdomain juga dapat memperoleh perlindungan Cloudflare apabila subdomain tersebut menggunakan proxy Cloudflare.
Misalnya:
salira.tv
dir.salira.tv
Jika record DNS subdomain menggunakan status Proxied, request subdomain tersebut melewati jaringan Cloudflare.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan. Status proxy, konfigurasi rule, hostname, dan cookie clearance dapat memengaruhi apakah pengguna melihat challenge pada setiap akses.
Jadi, tidak tepat menganggap bahwa setiap URL pasti akan menampilkan challenge setiap kali dibuka.
Jangan Mengandalkan Nama Googlebot
Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah membuat aturan seperti:
User-Agent contains "Googlebot"
kemudian langsung memberikan akses.
Masalahnya, bot lain dapat mengubah User-Agent dan berpura-pura menjadi Googlebot.
Karena itu, identifikasi bot terpercaya sebaiknya menggunakan mekanisme verifikasi yang disediakan oleh Cloudflare, bukan sekadar mencocokkan teks User-Agent.
Pendekatan tersebut membuat konfigurasi keamanan menjadi lebih masuk akal dan tidak mudah dimanipulasi.
Uji Konfigurasi Setelah Rule Aktif
Setelah rule diterapkan, pengelola website sebaiknya melakukan pengujian.
Pertama, akses website menggunakan browser biasa. Jika Managed Challenge muncul kemudian pengguna dapat masuk, berarti mekanisme pemeriksaan berjalan.










