Close Menu
Suara SaliraSuara Salira
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Partnership
  • Panduan Publikasi
  • Lagu di Suara Salira
  • Testimoni
  • Kirim Salam
  • LIVE
  • Kontak
What's Hot

HUT Ke-81 OKI, Ketua DPRD Ajak Perkuat Sinergi

October 12, 2026

ORADO Tasikmalaya Raih Juara 2 di Turnamen Bandung 2026

October 12, 2026

Pajak PT Perorangan dan PT Sekutu, Apa Bedanya?

October 10, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
Tuesday, October 13
Suara SaliraSuara Salira
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
  • Home
  • Berita

    HUT Ke-81 OKI, Ketua DPRD Ajak Perkuat Sinergi

    October 12, 2026

    ORADO Tasikmalaya Raih Juara 2 di Turnamen Bandung 2026

    October 12, 2026

    Polres Tasikmalaya Kota Bantu Air Bersih untuk Santri Miftahul Huda

    October 9, 2026

    Persit Kodim 0612 Tasikmalaya Ajak Anggota Jaga Keharmonisan

    October 9, 2026

    Shalat Istisqo Ciamis, Ribuan Warga Berdoa Minta Hujan

    October 8, 2026
  • Partnership
  • Panduan Publikasi
  • Lagu di Suara Salira
  • Testimoni
  • Kirim Salam
  • LIVE
Suara SaliraSuara Salira
Home » Desa Terburuk dan Terbaik di Jawa Barat

Desa Terburuk dan Terbaik di Jawa Barat

Suara SaliraSuara SaliraJune 30, 20252 Mins Read
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp

Jika Sahabat berkenan dan memiliki keikhlasan, mari bersama mendukung Suara Salira agar tetap dapat menghadirkan berita, informasi, karya jurnalistik, serta menemani pendengar melalui Radio Internet 24 Jam “100 Persen Nostalgia”. Setiap bentuk dukungan, sekecil apa pun dan sesuai kemampuan serta keikhlasan Sahabat, sangat berarti bagi keberlanjutan Suara Salira untuk terus berkarya dan hadir di tengah masyarakat. Klik di sini untuk memberikan dukungan kepada Suara Salira. Terima kasih atas kepercayaan, perhatian, dan dukungan Sahabat selama ini.

✨ Desa Terbaik di Jawa Barat

Menurut KDM, desa-desa terbaik di Jabar bakal diganjar hadiah besar—mulai dari Rp 200 juta untuk tingkat kecamatan, Rp 1 miliar untuk kabupaten/kota, hingga hingga Rp 10 miliar untuk jawara provinsi (karawangpost.pikiran-rakyat.com, reddit.com). Nggak cuma soal jalan dan gedung, tapi juga program:

  • KB, kesehatan, stunting, kematian ibu-anak
  • Ketahanan pangan, koperasi, sekolah rakyat
  • Pengelolaan data warga, penataan sampah, pelayanan publik (liputan6.com, karawangpost.pikiran-rakyat.com)

Geliat ini bikin desa-desa maju berlomba-lomba tingkatkan tata kelola – bukan cuma dapur ya, tapi juga sisi sosial dan budaya.


🛑 Desa “Terburuk”: Gak Cekatan, Gak Peduli?

Kalau desa masuk kategori buruk, siap-siap 🤭:

  • Dana bisa ditahan, bantuan dari provinsi tak dicairkan
  • Kepala desa dan desa tersebut bisa diumumkan ke publik—disebut “malas” dan gak peduli rakyat (jakarta.suaramerdeka.com)
  • Ini bagian strategi “reward and punishment” buat nyulut semangat semua desa di Jabar (karawangpost.pikiran-rakyat.com)

🏅 Sistemnya Gimana?

Ada sayembara alias kompetisi desa terbaik dengan penilaian langsung di lapangan, bukan cuma formalitas (radarcirebon.disway.id). Ini termasuk 10 program PKK dan indikator lingkungan. Jadi real banget, bukan laporan kosong.


🌍 Urusan Lingkungan & Tata Ruang

Dia juga soroti tata ruang dan lingkungan:

  • Banyak desa kehilangan koneksi budaya—leuweung, mata air, dll (fajarsukabumi.com, harapanrakyat.com)
  • Tata ruang kacau karena intervensi politik: malah menimbulkan masalah ekologi (degradasi, sedimentasi sungai)
  • Kalau desa bisa jaga alam dan budaya, peluang jadi desa terbaik makin besar

🎯 Kenapa Ini Penting Buat Kita?

Kalau desa berkembang, warganya dapat fasilitas lebih baik: layanan kesehatan, jalan layak, lingkungan bersih, ekonomi lokal, dan warisan budaya lestari. Kalau tidak, desa bisa terseret jadi “yang terburuk” — dana diam, reputasi boleh jeblok, dan warga rugi.


🤔 Apa yang Harus Dilakukan Desa?

Untuk jadi top atau minimal gak kena punishment:

  1. Optimalkan tata kelola desa sesuai program inti: KB, kesehatan, lingkungan, koperasi, dll.
  2. Aktif di program PKK: ada 10 indikator yang dinilai, jadi tim PKK harus kerja maksimal (karawangpost.pikiran-rakyat.com)
  3. Rawat budaya & alam: leuweung, mata air, tradisi lokal jadi nilai tambah (harapanrakyat.com)
  4. Data warganya terupdate: akurat dan valid membantu penyaluran bantuan tepat sasaran
  5. Kelola sampah lingkungan dengan serius: desa kotor = dana minimal

📝 Kesimpulan

Jabar sekarang lagi gencar dorong desa maju, tak cuma dari fisik tapi juga sistem, budaya, dan lingkungan. Desa yang rajin dan inovatif bakal dapat kupon emas: incentiv miliaran. Sementara yang gak responsif? Siap-siap kena “banned dana” dan stigma publik. Jadi, desa terbaik pilihan bukan cuma karena infrastruktur—tapi holistic, menyeluruh, dan berbasis kearifan lokal.


Tim Mawar Suara Salira

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
Postingan Terbaru

Maman Royandi Ajak Pelajar Bangga Pakai Batik

October 2, 20265 Views

Peringatan 1 Oktober, Kodim 0612 Tekankan Arti Persatuan

October 1, 20266 Views

Kabid SD OKI Jawab Tuduhan Pungli di Dinas Pendidikan

September 30, 202670 Views

450 Warga Sukarame Dapat Bantuan Air Bersih TNI

September 29, 20265 Views

Marga Danau Sematkan Gelar Adat untuk H. Muchendi

September 27, 202623 Views

Angklung Toel Tampil Meriah di Touch of Harmony Bandung

September 25, 202616 Views
Suara Salira
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
  • Tentang Kami
  • Legalitas
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Prinsip
  • Online
  • Iklan
  • Kontak
© 2026 SUARA SALIRA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.