Jika Sahabat berkenan dan memiliki keikhlasan, mari bersama mendukung Suara Salira agar tetap dapat menghadirkan berita, informasi, karya jurnalistik, serta menemani pendengar melalui Radio Internet 24 Jam “100 Persen Nostalgia”. Setiap bentuk dukungan, sekecil apa pun dan sesuai kemampuan serta keikhlasan Sahabat, sangat berarti bagi keberlanjutan Suara Salira untuk terus berkarya dan hadir di tengah masyarakat. Klik di sini untuk memberikan dukungan kepada Suara Salira. Terima kasih atas kepercayaan, perhatian, dan dukungan Sahabat selama ini.
SUARA SALIRA | KAB. KARIMUN – Pemerintah Kabupaten Karimun lagi gencar-gencarnya merazia kendaraan yang belum bayar pajak. Razia digelar hampir di mana-mana: di pinggir jalan, di depan toko, bahkan di parkiran kafe pun disambangi. Semua demi mendongkrak pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan.
Tapi eh, ternyata ada cerita yang agak… miris. Di tengah kesibukan razia itu, justru ditemukan sejumlah mobil dinas milik pemerintah sendiri yang belum bayar pajak. Bahkan ada yang plat nomornya udah kedaluwarsa. Lah?
Padahal, kendaraan dinas itu jelas-jelas milik instansi pemerintahan. Harusnya sih jadi contoh ya, bukan malah ikutan ‘mangkir’. Sampai berita ini ditulis, pihak Dinas Pendapatan (Dispenda) bagian pajak belum memberikan tanggapan apa-apa waktu dikonfirmasi lewat WhatsApp oleh wartawan.
Salah satu warga yang ogah disebut namanya cuma bisa menghela napas panjang.
“Ya gimana rakyat mau nurut kalau yang punya jabatan aja enggak patuh aturan. Harusnya mereka dulu dong yang kasih contoh,” katanya kesal.
Nah, ini dia yang jadi sorotan. Kalau pemimpinnya aja ogah taat, jangan heran kalau masyarakat pun mulai ogah peduli. Soalnya, kepercayaan itu dibangun dari keteladanan, bukan cuma lewat aturan dan razia-razia.
Yuk, introspeksi dulu sebelum ngasih sanksi ke orang lain.
Edward Simanjuntak

