Sikap seperti ini, kata dia, malah bikin publik curiga. Bukannya terbuka, malah seolah nutup-nutupin sesuatu.
Publik Butuh Keterbukaan
Uang proyek ini bukan kecil, lebih dari Rp182 juta dari dana APBD Kota Tasikmalaya. Dengan waktu pelaksanaan cuma 45 hari, masyarakat tentu pengin tahu hasilnya seperti apa. Kalau semua pihak terbuka, semua juga tenang.
Asep lewat medianya, Sergap, berharap Dinas PUTR Kota Tasikmalaya bisa menegaskan pentingnya transparansi. Ia juga berharap pelaksana proyek, CV. Nowaf Hafidz Putra, mau lebih terbuka kalau ada media yang ingin klarifikasi.
Cerita ini jadi pengingat buat semua, bahwa keterbukaan informasi itu penting, apalagi kalau menyangkut uang publik.
Kontributor/Wartawan: Tim AWP














