Dengan sistem tersebut, kualitas makanan yang diterima masyarakat diharapkan tetap terjaga dan sesuai kebutuhan nutrisi.
Bantu Putar Ekonomi Warga Lokal
Menariknya, kehadiran SPPG Kota Banjar juga berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Kebutuhan bahan baku seperti beras, sayuran, telur, ayam, hingga ikan segar akan diprioritaskan dari hasil produksi petani dan peternak lokal. Dengan begitu, roda ekonomi masyarakat dapat ikut bergerak seiring berjalannya program ini.
“Dengan adanya kepastian pasar dari Badan Gizi Nasional melalui SPPG ini, ekonomi sirkular di tingkat desa akan berputar lebih cepat. Petani kita punya pembeli siaga (offtaker), dan anak-anak kita mendapatkan makanan yang segar langsung dari bumi sendiri,” tambah seorang pengamat kebijakan publik daerah.
Selain itu, fasilitas ini juga dilengkapi ruang penyimpanan bahan pangan, area produksi, sistem distribusi, hingga pengelolaan limbah yang tertata dengan baik.
Warga Menaruh Harapan Besar
Masyarakat sekitar menyambut baik beroperasinya SPPG Kota Banjar. Banyak warga berharap program ini dapat berjalan dalam jangka panjang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
“Sebagai orang tua, tentu kami sangat senang. Di tengah harga kebutuhan pokok yang naik, adanya perhatian langsung dari Badan Gizi Nasional melalui unit pelayanan di Banjar ini membuat kami merasa tenang akan masa depan nutrisi anak-anak,” ungkap Siti (34), salah seorang warga setempat.
Kini, harapan besar tertuju pada SPPG Kota Banjar agar mampu menjalankan program secara konsisten. Jika berjalan sesuai harapan, fasilitas ini bisa menjadi salah satu contoh sukses dalam mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di masa depan.







