SUARA SALIRA | KAB. KARIMUN, KEP. RIAU – Gudang Beras Di Baran lagi jadi bahan obrolan warga. Soalnya, muncul dugaan kalau ada praktik pencampuran beras premium dengan merek lain sebelum disalurkan ke pasaran.
Lokasinya disebut-sebut tidak jauh dari kantor Lurah Baran. Aktivitas bongkar muatnya pun terlihat tertutup. Tidak ada papan nama perusahaan terpampang jelas di bagian depan gudang. Hal inilah yang bikin warga mulai bertanya-tanya.
Gudang Beras Di Baran Diduga Belum Lengkap Izinnya
Dari hasil penelusuran di lapangan, pemilik gudang berinisial A diduga belum mengantongi izin distributor beras secara lengkap. Karena itu, isu soal legalitas usaha pun ikut mencuat.
Selain itu, proses distribusi dilakukan secara tertutup. Publik sulit melihat aktivitas keluar masuk barang. Situasi seperti ini tentu menimbulkan spekulasi.
Di sisi lain, kebutuhan beras adalah kebutuhan pokok. Jadi wajar kalau masyarakat ingin semuanya transparan dan jelas.
Warga Keluhkan Kualitas Beras Premium
Menariknya, beberapa warga mengaku kualitas beras premium yang mereka beli belakangan terasa berbeda. Teksturnya dinilai lebih keras dan kurang pulen dibanding sebelumnya.
Keluhan ini kemudian dikaitkan dengan dugaan praktik oplos tersebut. Meski begitu, semua masih sebatas dugaan dan perlu pembuktian lebih lanjut.
Satgas Pangan Diminta Turun Tangan
Tim media sudah mencoba mengonfirmasi ke Dinas ESDM bidang perdagangan melalui pesan WhatsApp. Jawabannya, kasus seperti ini sebaiknya dilaporkan ke Polres Karimun agar bisa ditindaklanjuti.
Karena itu, Satgas Pangan diminta segera melakukan sidak ke Gudang Beras Di Baran. Langkah cepat dianggap penting supaya tidak muncul kabar simpang siur yang bikin warga makin resah.
Sampai saat ini, publik masih menunggu kepastian hasil pemeriksaan. Harapannya jelas, distribusi beras di Karimun tetap aman, kualitas terjaga, dan konsumen tidak dirugikan.
Reporter: Edward Simanjuntak
Editor: P. Pirmansyah






