Jalur Pesisir Timur Sumatra Masih Rawan
Data Bea Cukai menunjukkan kalau pesisir timur Sumatra tetap jadi jalur favorit penyelundup. Dalam operasi kali ini, mereka berhasil menyita:
- 95,25 ton pasir timah
- 714,25 ton beras dan 19,8 ton gula
- 75,1 juta batang rokok ilegal
- 627 koli produk tekstil
Semua barang sitaan sudah diproses sesuai aturan, ada yang jadi Barang Dikuasai Negara (BDN) dan ada juga yang dimusnahkan.
Ada Satgas Baru Biar Nggak Kecolongan
Supaya pengawasan makin maksimal, Bea Cukai bikin Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Penyelundupan sejak awal Juli 2025. Satgas ini bekerja sama dengan banyak pihak buat membongkar modus-modus penyelundupan yang makin canggih.
Hasilnya? Sudah ada 1.645 penindakan, termasuk penggagalan penyelundupan 23 juta batang rokok ilegal di perairan Pulau Pendamaran, Bagan Siapi-api.
“Satgas ini bukti kalau kita nggak main-main menjaga laut Indonesia,” kata Djaka lagi.
Dukung Program Nasional
Bea Cukai berharap dengan patroli maritim yang makin ketat, penerimaan negara bisa optimal dan kebocoran fiskal bisa ditekan. Mereka juga mendukung penuh program strategis nasional sesuai visi Presiden yang ada dalam Asta Cita.
Di akhir acara penutupan operasi, Djaka memberi apresiasi untuk semua pihak yang ikut terlibat, mulai dari Bea Cukai, TNI, Polri, sampai kementerian dan lembaga lain yang sudah bekerja keras.
Kontak Media
Nirwala Dwi Heryanto – Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC
📞 021-4890308 ext 3252 atau 222
📧 humaskpdjbc@customs.go.id
Edward Simanjuntak






