SUARA SALIRA | KAB. TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Suara Salira melaporkan sorotan publik terhadap dugaan pengabaian K3 Proyek Longsor Tasikmalaya pada pekerjaan penanganan darurat longsor di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Kasus ini jadi perbincangan karena proyeknya bernilai miliaran rupiah. Namun, di sisi lain, keselamatan pekerja diduga belum jadi prioritas utama. Peristiwa ini ramai dibicarakan setelah aktivitas proyek terlihat pada Minggu, 22 Januari 2026.
Kondisi Lapangan K3 Proyek Longsor Tasikmalaya
Di lokasi proyek Desa Papayan, Kecamatan Jatiwaras, pekerja terlihat tetap bekerja di area rawan longsor. Beberapa di antaranya diduga tidak menggunakan alat pelindung diri lengkap.
Padahal, area proyek memiliki potensi bahaya tinggi. Tebing curam, material longsoran, serta batu bronjong menjadi risiko serius jika tidak disertai perlindungan keselamatan kerja.

Nilai Dan Pelaksana Proyek
Dari papan informasi proyek, pekerjaan ini bernilai Rp1.811.827.800,00. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. AMAR MITRA INTI dan bersumber dari APBD melalui BPBD Kabupaten Tasikmalaya tahun anggaran 2026.
Suara Warga Soal Kondisi Proyek
Kondisi ini membuat warga sekitar merasa khawatir. Salah satu warga yang sering melintas menyampaikan keprihatinannya.
“Sangat miris melihatnya. Ini proyek besar, miliaran rupiah, tapi pekerjanya seolah dibiarkan bertaruh nyawa. Kondisinya sangat ekstrem, mereka bekerja di area rawan tanpa helm, sepatu bot yang layak, apalagi pelindung lainnya. Jangan sampai ada korban jiwa baru semua pihak saling menyalahkan,”

Aturan Keselamatan Kerja Yang Seharusnya Diterapkan
Dalam aturan ketenagakerjaan Indonesia, perusahaan wajib menyediakan alat pelindung diri. Selain itu, pengawasan dari pemberi kerja juga wajib berjalan maksimal.
Karena itu, jika dugaan ini benar, maka bisa berdampak pada sanksi administratif hingga pidana sesuai aturan keselamatan kerja nasional.
Publik Menunggu Penjelasan Resmi
Sampai sekarang, publik masih menunggu penjelasan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait. Masyarakat berharap proyek penanganan bencana tetap berjalan, tetapi keselamatan pekerja tidak boleh diabaikan.
Reporter: Tim Reporter Suara Salira
Editor: P. Pirmansyah






