SUARA SALIRA | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Sidak Gudang Ilegal Tasikmalaya mendadak jadi obrolan hangat warga Perumahan Griya Lingga Buana. LSM Harimau DPC Tasik Raya datang langsung untuk mengecek sebuah bangunan yang diduga beroperasi tanpa izin resmi.
Kejadian ini langsung menyita perhatian warga sekitar. Suasana sempat tegang, apalagi bangunan itu disebut-sebut sebagai gudang perangkat telekomunikasi.
Sidak Gudang Ilegal Tasikmalaya Picu Tanda Tanya
Dalam sidak tersebut, LSM menemukan beberapa hal yang dianggap janggal. Salah satunya akses keluar-masuk bangunan yang terpisah dari jalur utama perumahan.
“Logikanya, kalau ini bukan gudang, kenapa isinya penuh dengan kabel dan tiang provider internet? Kenapa mereka membuat gerbang sendiri seolah memisahkan diri dari kawasan? Ini sudah jelas pelanggaran akses!” ujar Dede Nurjaman, Sekretaris LSM Harimau DPC Tasik Raya.
Isi bangunan yang dipenuhi kabel dan perlengkapan jaringan internet makin menguatkan dugaan warga. Mereka pun bertanya-tanya soal legalitasnya.

Warga Merasa Tidak Dilibatkan
Selain soal izin, warga juga menyoroti minimnya komunikasi dari pihak pengelola bangunan. Tidak ada sosialisasi resmi. Tidak ada penjelasan terbuka.
“Masyarakat mengeluh, setiap ada kegiatan sosial atau acara hari besar seperti Agustusan, pihak mereka tidak pernah memberikan kontribusi. Padahal mereka menggunakan infrastruktur di wilayah kami,” tambahnya.
Karena itu, warga merasa kurang dihargai. Mereka berharap ada tanggung jawab sosial yang nyata.

Muncul Tuntutan WiFi Gratis
Menariknya, dalam Sidak Gudang Ilegal Tasikmalaya ini, warga bersama LSM mengusulkan solusi sederhana. Mereka meminta fasilitas WiFi gratis untuk lingkungan sekitar sebagai bentuk CSR.
Menurut mereka, kalau memang bangunan itu tetap beroperasi, minimal ada kontribusi langsung untuk masyarakat.
Namun, LSM juga menegaskan bahwa jika tidak ada itikad baik, persoalan ini bisa dibawa ke jalur hukum. Bahkan, opsi penyegelan bangunan disebut-sebut sebagai langkah lanjutan.
Sekarang, warga menunggu sikap tegas dari pemerintah daerah dan dinas terkait. Apakah akan ada tindakan nyata? Atau polemik ini terus berlarut?
Reporter: Tim Reporter Suara Salira
Editor: P. Pirmansyah






