SUARA SALIRA | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT – Pada Jumat, 27 Maret, kisah menyentuh datang dari Dusun Kereteg, Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis. Sosok Ade Suryana menjadi sorotan karena ketulusannya merawat seorang anak asuh bernama Salsa Sabila di tengah keterbatasan ekonomi.
Wahyu Datang Langsung Melihat Kondisi
Tokoh masyarakat Ciamis, H. Wahyu, datang langsung ke kediaman Ade Suryana untuk memastikan kondisi sebenarnya. Dalam kunjungan tersebut, ia juga memberikan bantuan berupa sembako dan beras premium untuk meringankan kebutuhan sehari-hari.
Saat tiba di lokasi, kondisi rumah Ade terlihat jauh dari kata layak. Atap yang bocor, dinding rapuh, dan fasilitas minim menjadi gambaran nyata kehidupan yang dijalani mereka setiap hari.

“Saya melihat langsung betapa luar biasanya ketulusan Pak Ade. Di tengah keterbatasan, beliau masih memiliki ruang di hatinya untuk mengasuh anak yang bukan darah dagingnya sendiri. Namun, ketulusan saja tidak cukup jika tidak didukung oleh lingkungan dan fasilitas yang memadai,” ujar H. Wahyu.
H2: Perjuangan Ade Suryana Asuh Salsa Sabila
Bagi Ade Suryana, Salsa Sabila bukan sekadar anak asuh. Ia menganggapnya sebagai amanah yang harus dijaga, meski hidupnya sendiri penuh keterbatasan.
H3: Rumah Tidak Layak Jadi Tantangan
Kondisi tempat tinggal menjadi salah satu tantangan terbesar. Selain tidak nyaman, rumah tersebut juga berisiko bagi kesehatan dan keselamatan penghuninya.
Harapan untuk Masa Depan Salsa
H. Wahyu menegaskan bahwa Salsa Sabila membutuhkan perhatian serius, terutama dalam hal pendidikan dan kesehatan. Ia juga mendorong pemerintah daerah agar segera turun tangan.
“Salsa adalah aset bangsa. Masa depannya tidak boleh terhenti hanya karena faktor ekonomi keluarga asuhnya. Saya mengetuk hati pemerintah Kabupaten Ciamis untuk segera turun tangan. Pak Ade telah melakukan tugas kemanusiaan yang besar, kini giliran pemerintah memberikan perlindungan dan bantuan yang konkret,” tegas H. Wahyu.

Perlu Dukungan Nyata Pemerintah
Selain bantuan sementara, diperlukan langkah jangka panjang seperti program rumah tidak layak huni (rutilahu) dan beasiswa pendidikan untuk Salsa.
Kisah Ade Suryana dan Salsa Sabila menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat. Kini, publik menunggu aksi nyata dari pemerintah untuk membantu mereka bangkit dan mendapatkan kehidupan yang lebih layak.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah






