Jika Sahabat berkenan dan memiliki keikhlasan, mari bersama mendukung Suara Salira agar tetap dapat menghadirkan berita, informasi, karya jurnalistik, serta menemani pendengar melalui Radio Internet 24 Jam “100 Persen Nostalgia”. Setiap bentuk dukungan, sekecil apa pun dan sesuai kemampuan serta keikhlasan Sahabat, sangat berarti bagi keberlanjutan Suara Salira untuk terus berkarya dan hadir di tengah masyarakat. Klik di sini untuk memberikan dukungan kepada Suara Salira. Terima kasih atas kepercayaan, perhatian, dan dukungan Sahabat selama ini.
SUARA SALIRA | KAB. KARIMUN – Ada-ada saja. Sebuah gudang pembuat sofa di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepri, jadi sorotan karena diduga masukin kayu olahan tanpa dokumen yang jelas.
Tim media bareng LSM Forkorindo ngecek lokasi langsung pada Kamis, 30 Oktober 2025, dan hasilnya cukup bikin heran. Usahanya jalan, tapi nggak keliatan papan nama usaha atau identitas perusahaan. Jadi wajar aja kalau muncul dugaan kuat kalau usaha ini belum punya izin resmi.

Yang lebih bikin tanda tanya, kabarnya kayu masuk ke gudang itu dalam jumlah banyak, diduga dari luar Karimun, tapi mulus-mulus aja tanpa ada yang menghentikan. Biasanya kan ada pemeriksaan dari aparat kayak Bea Cukai, Syahbandar, dan lainnya, ya?
Ketua Umum LSM Forkorindo, Tohom TPS, SE, SH, MM, mendorong Danramil Desa Pongkar untuk turun tangan. Soalnya, lokasi gudang itu cuma sekitar 1 km dari markas Koramil setempat. Dekat banget!
“Ini harus segera ditindak. Kalau dibiarkan, masyarakat bisa mikir yang macam-macam,” ujarnya.
Tohom juga menegaskan kalau aktivitas usaha yang tidak jelas statusnya bisa berpotensi merugikan negara. “Kalau nggak ada tindakan, bisa-bisa muncul anggapan kalau tempat itu ada backing dari oknum tertentu,” tambahnya.
Kontributor/Wartawan: Edward Simanjuntak

