“Ari abi mah pokona mah moal aya kieu lah, kudu sing sadar we kitu ka Bos Wahyu (Kalau saya pokoknya tidak akan ada kompromi lagi, Bos Wahyu harus sadar diri),” ujarnya dengan nada tegas saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp.
Ia kembali menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan keinginan pribadi, melainkan hasil Musyawarah Desa (Musdes) sebagai forum tertinggi di tingkat desa yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintahan desa.
Menjaga Nama Baik Margaluyu
Pihak desa menilai bahwa keberadaan dan aktivitas Bos Wahyu selama ini dinilai memberi dampak kurang baik terhadap citra Desa Margaluyu. Oleh karena itu, Kepala Desa meminta agar yang bersangkutan dapat datang dan pergi dengan cara yang baik, tanpa merusak tatanan sosial yang telah terbangun di masyarakat.
Kontributor/Wartawan: Heri Heryanto






