SUARA SALIRA | KAB. NUNUKAN, KALIMANTAN UTARA — Bunda Rahmawati Sungai Fatimah menjadi topik hangat saat warga berkumpul dalam dialog bersama masyarakat di Sungai Fatimah, Desa Binusan, Kabupaten Nunukan, pada Rabu malam, 3 Juni 2026.
Malam itu, warga dari RT 03, RT 04, RT 12, hingga RT 13 duduk bersama Anggota DPR RI Komisi VII, Hj. Rahmawati, S.H. Suasana berlangsung santai, tanpa sekat, dan warga pun bebas menyampaikan apa yang mereka rasakan selama ini.
Tak lupa, Hj. Rahmawati juga menyampaikan apresiasi kepada Bhabinkamtibmas serta Babinsa yang ikut membantu kelancaran kegiatan tersebut.
Soal Listrik Masih Jadi Keluhan Warga
Dalam pertemuan itu, persoalan listrik menjadi salah satu yang paling banyak disampaikan masyarakat.
Beberapa warga mengatakan tiang listrik sebenarnya sudah berdiri. Namun, kabel menuju rumah warga ternyata belum semuanya tersambung.
Situasi tersebut membuat sebagian warga masih kesulitan menikmati akses listrik secara maksimal.
Mendengar hal itu, Hj. Rahmawati langsung meminta Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Utara, Yosua Batara Payangan, bersama pihak PLN agar segera mengecek langsung kondisi lapangan.
Harapannya sederhana, masalah bisa cepat diketahui dan solusi bisa segera dicari.
Produk Lokal Diminta Bangkit Lagi
Selain soal infrastruktur, pembahasan juga mengarah ke potensi ekonomi warga.
Menurut Hj. Rahmawati, Sungai Fatimah punya banyak potensi yang sayang jika dibiarkan berhenti begitu saja.
Kerajinan seperti tikar anyaman dan bakul yang dulu cukup aktif kini mulai berkurang karena sulit mendapatkan pasar.
Bunda Rahmawati pun ingin kerajinan lokal kembali hidup.
Produk Warga Harus Jadi Tuan Rumah di Daerah Sendiri
Hj. Rahmawati kemudian membagikan pengalaman saat membantu program serupa di wilayah lain.






