Close Menu
Suara SaliraSuara Salira
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Partnership
  • Lagu di Suara Salira
  • LIVE
  • Kontak
What's Hot

PGRI Kabupaten Ciamis Kompak Bantu Korban Musibah

September 11, 2026

Polisi Cilik Tasikmalaya Siap Berlaga di Polda Jabar

September 11, 2026

Benda Mirip Bom Rakitan di Tasikmalaya Ternyata Tanpa Peledak

September 11, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
Friday, September 11
Suara SaliraSuara Salira
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
  • Home
  • Tentang Kami
  • Berita

    PGRI Kabupaten Ciamis Kompak Bantu Korban Musibah

    September 11, 2026

    Polisi Cilik Tasikmalaya Siap Berlaga di Polda Jabar

    September 11, 2026

    Benda Mirip Bom Rakitan di Tasikmalaya Ternyata Tanpa Peledak

    September 11, 2026

    Waspadai Abu Vulkanik, Satlantas Bagikan Masker ke Pengendara

    September 7, 2026

    Becak Listrik Ciamis, 160 Pengemudi Dapat Bantuan Presiden

    September 6, 2026
  • Partnership
  • Lagu di Suara Salira
  • LIVE
  • Kontak
Suara SaliraSuara Salira
Home » Bunda Rahmawati Gandeng ESDM Bangun Ekonomi Sungai Fatimah
Berita

Bunda Rahmawati Gandeng ESDM Bangun Ekonomi Sungai Fatimah

Suara SaliraSuara SaliraJune 5, 20263 Mins Read
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp

SUARA SALIRA | KAB. NUNUKAN, KALIMANTAN UTARA — Bunda Rahmawati Sungai Fatimah menjadi topik hangat saat warga berkumpul dalam dialog bersama masyarakat di Sungai Fatimah, Desa Binusan, Kabupaten Nunukan, pada Rabu malam, 3 Juni 2026.

Malam itu, warga dari RT 03, RT 04, RT 12, hingga RT 13 duduk bersama Anggota DPR RI Komisi VII, Hj. Rahmawati, S.H. Suasana berlangsung santai, tanpa sekat, dan warga pun bebas menyampaikan apa yang mereka rasakan selama ini.

Tak lupa, Hj. Rahmawati juga menyampaikan apresiasi kepada Bhabinkamtibmas serta Babinsa yang ikut membantu kelancaran kegiatan tersebut.

Soal Listrik Masih Jadi Keluhan Warga

Dalam pertemuan itu, persoalan listrik menjadi salah satu yang paling banyak disampaikan masyarakat.

Beberapa warga mengatakan tiang listrik sebenarnya sudah berdiri. Namun, kabel menuju rumah warga ternyata belum semuanya tersambung.

Situasi tersebut membuat sebagian warga masih kesulitan menikmati akses listrik secara maksimal.

Mendengar hal itu, Hj. Rahmawati langsung meminta Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Utara, Yosua Batara Payangan, bersama pihak PLN agar segera mengecek langsung kondisi lapangan.

Harapannya sederhana, masalah bisa cepat diketahui dan solusi bisa segera dicari.

Produk Lokal Diminta Bangkit Lagi

Selain soal infrastruktur, pembahasan juga mengarah ke potensi ekonomi warga.

Menurut Hj. Rahmawati, Sungai Fatimah punya banyak potensi yang sayang jika dibiarkan berhenti begitu saja.

Kerajinan seperti tikar anyaman dan bakul yang dulu cukup aktif kini mulai berkurang karena sulit mendapatkan pasar.

Bunda Rahmawati pun ingin kerajinan lokal kembali hidup.

Produk Warga Harus Jadi Tuan Rumah di Daerah Sendiri

Hj. Rahmawati kemudian membagikan pengalaman saat membantu program serupa di wilayah lain.

Menurutnya, ketika masyarakat diberi akses produksi dan pasar, hasilnya bisa memberikan dampak nyata bagi ekonomi warga.

Model yang sama diharapkan bisa diterapkan juga di Sungai Fatimah.

“Kita memiliki tangan-tangan terampil yang mampu menghasilkan karya luar biasa. Saya ingin suvenir Kalimantan Utara sepenuhnya lahir dari kreativitas masyarakat kita sendiri. Kita berhenti bergantung pada produk tetangga dan mulai menjadikan karya lokal sebagai tuan rumah di tanah sendiri.”

Ia juga kembali menegaskan pentingnya mencintai hasil karya sendiri.

“Kemandirian ekonomi bermula dari keberanian kita mencintai produk sendiri. Saya mendorong seluruh pihak untuk memperkuat rantai produksi kerajinan lokal. Ketika kita memborong karya warga, kita sedang menggerakkan ekonomi desa sekaligus merawat martabat daerah kita agar tidak lagi memandang produk negara lain sebagai pilihan utama.”

Bukan Sekadar Listrik, Tapi Soal Masa Depan Warga

Pertemuan di Binusan malam itu bukan cuma soal membahas kabel dan tiang listrik.

Lebih dari itu, warga berharap ada peluang baru yang bisa membuat kehidupan ekonomi mereka bergerak lebih baik.

Karena ketika listrik tersedia, usaha bisa tumbuh.

Ketika produk lokal hidup, ekonomi desa ikut bergerak.

Dan ketika warga mulai percaya dengan hasil karya sendiri, harapan baru pun mulai menyala dari kampung mereka sendiri.

Editor: P. Pirmansyah

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp

Related Posts

PGRI Kabupaten Ciamis Kompak Bantu Korban Musibah

September 11, 2026

Polisi Cilik Tasikmalaya Siap Berlaga di Polda Jabar

September 11, 2026

Benda Mirip Bom Rakitan di Tasikmalaya Ternyata Tanpa Peledak

September 11, 2026
Postingan Terbaru

Kampung Zakat Ciamis Capai 15, Terbanyak di Jawa Barat

September 1, 20263 Views

Kebakaran TPA Tasikmalaya, TNI Ikut Turun Padamkan Api

August 28, 20261 Views

FOSSMA Apresiasi Polisi Ungkap Kasus Uang Palsu Cipedes

August 27, 20262 Views

Korps Raport Kodim 0612 Tasikmalaya, Silaturahmi Tetap Jalan

August 20, 202615 Views

Wasev TMMD ke-129 Cek Langsung Pembangunan Parungponteng

August 12, 20263 Views

Teh Daun Bidara, Ide UMKM Baru dari Kebun Suara Salira

August 9, 20262 Views
Suara Salira
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
  • Tentang Kami
  • Legalitas
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Prinsip
  • Kontak
© 2026 SUARA SALIRA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.