Menu

Dark Mode

Berita

Audiensi Aliansi BEM Ciamis Bahas Setahun Pemerintahan

badge-check


					Audiensi Aliansi BEM Ciamis Bahas Setahun Pemerintahan Perbesar

SUARA SALIRA | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT – Suasana hangat terasa saat Audiensi Aliansi BEM Ciamis digelar bersama Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, di Opp Room Setda, Selasa 24 Februari 2026.

Audiensi Aliansi BEM Ciamis ini jadi momen penting. Mahasiswa datang bukan sekadar silaturahmi, tapi juga membawa semangat evaluasi satu tahun pemerintahan di Tatar Galuh.

Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Dan Evaluasi

Demisioner Presiden Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Ciamis, Muhammad Renaldi, mengapresiasi kesempatan dialog tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Kehadiran kami sebagai bagian dari evaluasi satu tahun kinerja pemerintahan sekaligus bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pembangunan daerah,” ujarnya.

Koordinator Aliansi BEM Ciamis Raya, Asep Anggit Muchammad Irfan Himami, menilai refleksi setahun ini penting sebagai bahan pijakan ke depan.

“Refleksi ini menjadi ruang evaluasi bersama. Kami berharap mahasiswa dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan Kabupaten Ciamis,” katanya.

Isu yang dibahas pun cukup beragam. Presiden Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Ciamis, Nakia Nasara, menyoroti peningkatan kasus HIV.

“Mahasiswa hadir sebagai penyambung aspirasi masyarakat. Peningkatan kasus HIV perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan kualitas SDM ke depan,” ungkapnya.

Selain itu, Presiden Mahasiswa Universitas Islam Darussalam, Rani, menyinggung pentingnya pendidikan karakter di keluarga. Sementara Presiden Mahasiswa Universitas Galuh Ciamis, Istinatul Laila, mengangkat soal infrastruktur desa dan pengembangan wisata.

Bupati Tanggapi Kondisi APBD Dan Tantangan Daerah

Menanggapi berbagai masukan, Herdiat Sunarya mengaku senang mahasiswa tetap aktif mengawal jalannya pemerintahan.

“Saya mengapresiasi teman-teman mahasiswa yang terus mengamati jalannya pemerintahan. Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus bekerja lebih baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setahun terakhir pemerintah tetap fokus melanjutkan pembangunan. Namun kondisi anggaran jadi tantangan tersendiri. APBD yang sebelumnya sekitar Rp3,1 triliun pada 2020, kini di 2026 berada di kisaran Rp2,3 triliun. Meski begitu, PAD justru terus meningkat.

“Saya tidak ingin menaikkan pajak karena kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih pasca pandemi. Kami lebih memilih mengoptimalkan potensi daerah yang ada,” tegasnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan

Menurut Bupati, pembangunan fisik memang penting. Tetapi pembangunan mental dan karakter masyarakat tak kalah utama. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan mahasiswa dinilai sangat dibutuhkan.

Audiensi Aliansi BEM Ciamis ini diharapkan tak berhenti di satu pertemuan saja. Ke depan, dialog seperti ini diharapkan makin rutin, supaya arah pembangunan Ciamis semakin matang dan tepat sasaran.

Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah

Read More

Penistaan Agama Viral di Lebak, Polisi Amankan Pelaku

11 April 2026 - 10:46 WIB

Kasihumas Polres Lebak, Iptu Moestafa Ibnu Syafir. (Dok. Humas Polres Lebak)

Jumat Berkah Bareng Durian Kujang Bantu Lansia Ciamis

11 April 2026 - 00:02 WIB

Senin Berseka di SMAN 7 Tasikmalaya Bikin Sekolah Makin Nyaman

10 April 2026 - 13:05 WIB

Babinsa Salam Dampingi Posyandu Tekan Stunting Wonodadi

10 April 2026 - 09:50 WIB

Jembatan Garuda Sungai Ciseel Buka Akses Ekonomi Warga

10 April 2026 - 09:13 WIB

Trending on Berita