Jika Sahabat berkenan dan memiliki keikhlasan, mari bersama mendukung Suara Salira agar tetap dapat menghadirkan berita, informasi, karya jurnalistik, serta menemani pendengar melalui Radio Internet 24 Jam “100 Persen Nostalgia”. Setiap bentuk dukungan, sekecil apa pun dan sesuai kemampuan serta keikhlasan Sahabat, sangat berarti bagi keberlanjutan Suara Salira untuk terus berkarya dan hadir di tengah masyarakat. Klik di sini untuk memberikan dukungan kepada Suara Salira. Terima kasih atas kepercayaan, perhatian, dan dukungan Sahabat selama ini.
SUARA SALIRA | TEKNOLOGI – Pernah terpikir untuk memanfaatkan sinar matahari menjadi sumber listrik di rumah? Ternyata, kita bisa mempelajari prinsip dasarnya melalui sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Menariknya, cara membangun listrik tenaga surya tidak harus dimulai dengan sistem besar. Pemula bisa mengenali komponen utama dan memahami cara kerjanya terlebih dahulu sebelum merencanakan pemasangan.
Energi matahari merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Selain menjadi alternatif sumber listrik, penggunaan PLTS juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengenal teknologi energi bersih yang semakin berkembang.
Lantas, apa saja alat yang dibutuhkan untuk membangun sistem listrik tenaga surya? Yuk, kenali empat komponen utamanya!
Mengenal 4 Komponen Utama PLTS
Dalam sistem PLTS sederhana yang menggunakan baterai, ada empat komponen penting yang perlu dipahami, yaitu panel surya, Solar Charge Controller (SCC), baterai atau aki, dan inverter. Masing-masing mempunyai fungsi berbeda, tetapi semuanya saling mendukung agar energi matahari bisa dimanfaatkan menjadi listrik.
1. Solar Panel atau Panel Surya
Panel surya menjadi komponen pertama yang berperan menangkap cahaya matahari. Di dalam panel terdapat sel surya yang mengubah energi cahaya menjadi energi listrik melalui proses fotovoltaik.
Listrik yang dihasilkan panel surya berupa arus searah atau DC. Besarnya energi yang dihasilkan bergantung pada sejumlah faktor, seperti kapasitas panel, intensitas sinar matahari, suhu, serta kondisi pemasangan.
Karena itu, panel surya sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mendapatkan sinar matahari cukup dan tidak banyak terhalang bayangan pohon maupun bangunan.
2. SCC atau Solar Charge Controller
Setelah panel surya menghasilkan listrik, komponen berikutnya adalah Solar Charge Controller atau SCC.
Sesuai namanya, alat ini bertugas mengatur proses pengisian baterai dari panel surya. SCC membantu menjaga tegangan dan arus pengisian agar sesuai dengan kebutuhan baterai yang digunakan.
Dengan pengaturan yang tepat, risiko pengisian berlebihan dapat dikurangi sehingga baterai lebih terlindungi.
Ada beberapa jenis SCC yang umum digunakan, di antaranya PWM dan MPPT. Keduanya mempunyai karakteristik dan tingkat efisiensi berbeda. Oleh sebab itu, pemilihan SCC perlu disesuaikan dengan spesifikasi panel, tegangan baterai, dan kebutuhan sistem PLTS.
3. Baterai atau Accu
Berikutnya ada baterai atau aki yang berfungsi menyimpan energi listrik untuk digunakan ketika dibutuhkan.
Energi yang terkumpul pada siang hari dapat disimpan terlebih dahulu. Selanjutnya, energi tersebut bisa dimanfaatkan saat malam hari atau ketika sinar matahari sedang tidak mencukupi, selama kapasitas baterai masih tersedia.
Namun, kapasitas baterai tidak boleh dipilih secara asal. Kebutuhan listrik harian, daya peralatan, lama pemakaian, dan jenis baterai perlu diperhitungkan agar sistem dapat bekerja dengan baik.
Penggunaan baterai yang sesuai juga membantu menjaga keandalan sistem sekaligus mendukung masa pakainya.
4. Inverter
Komponen keempat adalah inverter. Alat ini berfungsi mengubah listrik arus searah atau DC dari baterai menjadi arus bolak-balik atau AC.
Mengapa perlu inverter? Sebab, banyak peralatan rumah tangga, seperti televisi, kipas angin, dan sejumlah perangkat elektronik lainnya, membutuhkan listrik AC.
Meski begitu, spesifikasi inverter harus sesuai dengan tegangan baterai dan kebutuhan daya peralatan yang akan digunakan. Daya awal beberapa peralatan juga dapat lebih besar daripada daya saat beroperasi normal.
Selain itu, tidak semua inverter mempunyai fungsi yang sama. Jenis inverter perlu disesuaikan dengan rancangan sistem, apakah berdiri sendiri, terhubung ke jaringan listrik, atau menggunakan sistem hybrid.
Bagaimana Cara Kerja PLTS?
Setelah mengenal keempat komponen tersebut, sekarang kita lihat alur kerjanya secara sederhana.
- Panel surya menangkap sinar matahari. Energi cahaya diubah menjadi listrik DC.
- SCC mengatur pengisian baterai. Listrik dari panel dikendalikan agar sesuai dengan kebutuhan pengisian.
- Baterai menyimpan energi. Listrik yang tersimpan dapat digunakan ketika diperlukan.
- Inverter mengubah listrik DC menjadi AC. Listrik AC kemudian dapat disalurkan ke peralatan yang sesuai.
Dengan demikian, setiap komponen mempunyai peran penting. Panel surya menghasilkan listrik, SCC mengatur pengisian, baterai menyimpan energi, sedangkan inverter mengubah jenis arus listrik agar dapat digunakan oleh berbagai perangkat.
Perlu diketahui, alur tersebut merupakan gambaran dasar sistem PLTS dengan baterai. Pada sistem tertentu, fungsi pengendali pengisian dan inverter bisa digabungkan dalam satu perangkat. Susunan instalasinya pun dapat berbeda sesuai desain yang digunakan.
Apakah PLTS Bisa Dipasang Sendiri di Rumah?
Bagi yang baru belajar, memahami komponen dan cara kerja PLTS merupakan langkah awal yang bagus. Namun, sebelum membeli peralatan, sebaiknya hitung terlebih dahulu kebutuhan listrik yang ingin dipenuhi.
Misalnya, apakah sistem hanya akan digunakan untuk lampu dan pengisian ponsel, atau juga untuk televisi, kulkas, dan peralatan lain yang membutuhkan daya lebih besar?
Dari perhitungan tersebut, kapasitas panel, baterai, SCC, dan inverter dapat ditentukan secara lebih tepat. Jangan lupa memperhitungkan kebutuhan energi harian, kondisi sinar matahari, serta kemungkinan kehilangan energi selama proses konversi.
Pemasangan juga tidak boleh mengabaikan keselamatan. Gunakan kabel, konektor, sekering, pemutus arus, dan perangkat pengaman yang sesuai dengan rancangan. Kesalahan dalam menentukan tegangan, polaritas, atau ukuran kabel dapat menimbulkan risiko kerusakan peralatan hingga kebakaran.
Untuk instalasi yang terhubung ke jaringan PLN atau sistem dengan daya besar, mintalah bantuan teknisi yang kompeten. Jangan menghubungkan inverter ke jaringan rumah atau PLN secara sembarangan.
Kesimpulan
Cara membangun listrik tenaga surya bisa dipelajari dengan mengenal empat komponen dasarnya, yaitu solar panel, Solar Charge Controller (SCC), baterai atau accu, dan inverter.
Keempatnya bekerja secara berurutan untuk menangkap energi matahari, mengatur pengisian, menyimpan energi, dan menyediakan listrik yang sesuai dengan kebutuhan peralatan.
Bagi pemula, langkah terbaik adalah memahami fungsi setiap alat, menghitung kebutuhan daya, lalu merencanakan sistem dengan spesifikasi yang cocok. Dengan perencanaan yang matang dan pemasangan yang aman, PLTS bisa menjadi salah satu pilihan untuk memanfaatkan energi matahari secara lebih optimal.
Yuk, mulai mengenal energi terbarukan dari hal sederhana. Siapa tahu, pengetahuan tentang PLTS ini bisa menjadi langkah awal untuk menghadirkan pemanfaatan energi matahari di rumah!
Sumber referensi awal: Video tutorial yang dibagikan melalui Facebook Reels: https://www.facebook.com/reel/1245145761020236
Reporter: Tim Redaksi Suara Salira
Editor: P. Pirmansyah

