Jika Sahabat berkenan dan memiliki keikhlasan, mari bersama mendukung Suara Salira agar tetap dapat menghadirkan berita, informasi, karya jurnalistik, serta menemani pendengar melalui Radio Internet 24 Jam “100 Persen Nostalgia”. Setiap bentuk dukungan, sekecil apa pun dan sesuai kemampuan serta keikhlasan Sahabat, sangat berarti bagi keberlanjutan Suara Salira untuk terus berkarya dan hadir di tengah masyarakat. Klik di sini untuk memberikan dukungan kepada Suara Salira. Terima kasih atas kepercayaan, perhatian, dan dukungan Sahabat selama ini.
SUARA SALIRA | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT – Menyelesaikan pendidikan tinggi tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, bagi para calon tenaga kesehatan, kelulusan juga menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Pesan inilah yang disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, kepada para wisudawan STIKes Muhammadiyah Ciamis pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Dalam acara sumpah profesi dan wisuda Tahun Akademik 2025–2026 yang berlangsung di Gedung Islamic Center Ciamis tersebut, sebanyak 235 wisudawan resmi menyelesaikan pendidikan akademiknya. Selain itu, ada 81 lulusan profesi Ners yang mengikuti pengambilan sumpah profesi.
Wisudawan STIKes Ciamis Diingatkan soal Integritas
Dalam sambutannya, Andang mengingatkan bahwa wisuda bukan sekadar acara seremonial atau tanda berakhirnya masa kuliah. Sebaliknya, momen ini menjadi langkah awal bagi para lulusan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, tenaga kesehatan tidak cukup hanya menguasai keterampilan dan prosedur medis. Mereka juga perlu memiliki sikap yang baik, mampu berkomunikasi dengan santun, serta tulus ketika memberikan pelayanan.
“Tidak hanya cakap dalam menjalankan prosedur, tetapi juga santun dalam berkomunikasi. Tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tugas, tetapi juga memiliki ketulusan untuk melayani,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat. Karena itu, tenaga kesehatan harus mampu menyeimbangkan kemampuan profesional dengan kepedulian terhadap pasien.
Sikap ramah, empati, dan kesediaan mendengarkan keluhan pasien juga menjadi bagian penting dalam pelayanan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mendapatkan penanganan yang tepat, tetapi juga merasa dihargai.
81 Lulusan Ners Ikuti Sumpah Profesi
Selain menyampaikan pesan kepada seluruh wisudawan, Andang turut menyoroti arti penting sumpah profesi bagi para lulusan Ners.
Ia menegaskan bahwa sumpah profesi bukan sekadar ucapan dalam sebuah acara resmi. Lebih dari itu, sumpah tersebut merupakan komitmen moral yang harus dipegang ketika menjalankan pekerjaan dan menghadapi berbagai tantangan di dunia kesehatan.
Para lulusan diharapkan dapat menjaga etika profesi, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta menghormati martabat setiap manusia dalam memberikan pelayanan.
Dengan berpegang pada prinsip tersebut, tenaga kesehatan diharapkan mampu membangun kepercayaan masyarakat sekaligus ikut meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
STIKes Muhammadiyah Ciamis Lepas 235 Lulusan
Sementara itu, Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis, Nur Hidayat, S.KM., M.M., menyampaikan bahwa wisuda dan pengambilan sumpah profesi menjadi momen penting bagi para lulusan maupun seluruh civitas akademika.
Ia melaporkan, pada Tahun Akademik 2025–2026, kampus tersebut mewisuda 235 orang. Adapun 81 lulusan profesi Ners mengikuti pengambilan sumpah untuk meneguhkan komitmen mereka dalam menjalankan profesi.
Nur Hidayat juga berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan. Sebaliknya, mereka perlu terus meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, dan menjaga integritas di mana pun bekerja.
Ia berharap lulusan STIKes Muhammadiyah Ciamis dapat menjadi tenaga kesehatan yang berakhlak baik, profesional, serta mampu bersaing di tingkat internasional.
Bekal Ilmu Harus Diiringi Kemauan untuk Mengabdi
Kelulusan memang menjadi pencapaian penting. Namun, tantangan sesungguhnya dimulai ketika para lulusan terjun langsung ke masyarakat.
Ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan perlu diterapkan secara bertanggung jawab. Selain itu, etika dan kepedulian harus tetap menjadi bagian dari setiap tindakan pelayanan.
Melalui momentum wisuda ini, para lulusan STIKes Muhammadiyah Ciamis diharapkan mampu mengambil peran dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dengan integritas dan semangat pengabdian, mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Bagi para lulusan, gelar yang diraih bukanlah garis akhir. Sebaliknya, gelar tersebut menjadi bekal untuk terus berkembang, belajar dari pengalaman, dan memberikan pelayanan yang semakin baik.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah

