Menu

Dark Mode

Editorial

Bisnis Dapur MBG, Antara Gizi Dan Cuan

badge-check


					Bisnis Dapur MBG, Antara Gizi Dan Cuan Perbesar

SUARA SALIRA | EDITORIAL — Program Makan Bergizi Gratis atau MBG bukan cuma soal makanan sehat untuk anak sekolah. Di balik itu, tersimpan peluang bisnis dapur MBG yang cukup serius dan punya potensi jangka panjang.

Lewat program ini, dapur-dapur produksi makanan bergizi dibutuhkan untuk menyuplai kebutuhan sekolah setiap hari. Artinya, bukan usaha musiman, tapi bisnis yang berjalan rutin dengan sistem yang jelas.

Dapur MBG Bukan Dapur Biasa

Dalam bisnis dapur MBG, standar jadi hal utama. Dapur harus bersih, aman, dan siap produksi dalam jumlah besar. Mulai dari peralatan masak skala industri, sistem sanitasi yang rapi, sampai sirkulasi udara yang baik, semuanya wajib dipenuhi.

Selain itu, makanan juga harus tetap hangat dan aman sampai ke tangan penerima. Karena itu, sistem penghangat seperti Bain Marie menjadi perlengkapan wajib dalam operasional dapur MBG.

Modal Besar, Tapi Jalannya Panjang

Untuk memulai bisnis dapur MBG, Sahabat memang harus menyiapkan modal yang tidak sedikit. Kisaran modal awal mulai dari Rp500 juta hingga Rp2 miliar. Bahkan, untuk dapur dengan kapasitas besar, nilainya bisa tembus Rp4 miliar.

Namun, modal besar ini sebanding dengan peluangnya. Kontrak suplai jangka panjang dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi membuat arus usaha lebih stabil dan terencana.

Bisa Jalan Sendiri, Bisa Kolaborasi

Menariknya, bisnis dapur MBG tidak harus selalu dijalankan sendiri. Ada juga skema kemitraan dan kolaborasi yang memungkinkan beberapa pihak bergabung dalam satu dapur produksi.

Dengan pola ini, peluang terbuka bagi Sahabat yang ingin terlibat, meski tidak mengelola dapur secara langsung. Nilai investasinya pun lebih fleksibel, tergantung kesepakatan dan skema yang dipilih.

UMKM Lokal Ikut Kebagian Peran

Keberadaan dapur MBG juga membawa dampak langsung ke lingkungan sekitar. Rata-rata satu dapur melibatkan sekitar 20 pemasok lokal. Mulai dari petani sayur, peternak, hingga penyedia beras dan bahan pokok lainnya.

Selain jadi produsen makanan, peluang lain juga terbuka sebagai pemasok bahan baku bagi dapur-dapur MBG yang tersebar di berbagai daerah.

Lebih Dari Sekadar Bisnis

Program MBG sendiri mendapat dukungan dari Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional. Tujuannya jelas, meningkatkan kualitas gizi anak sekolah sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Dengan konsep seperti ini, bisnis dapur MBG bukan cuma soal keuntungan, tapi juga soal kontribusi nyata untuk masa depan generasi dan perputaran ekonomi di daerah.

Reporter: Tim Redaksi Suara Salira
Editor: P. Pirmansyah