SUARA SALIRA | KOTA TASIKMALAYA – Pagi itu, suasana di depan Kantor Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, mendadak ramai. Puluhan anggota Pemuda Pancasila (PP) dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Purbaratu turun ke jalan, Kamis (31/7/2025), menuntut kejelasan soal pembebasan lahan yang tak kunjung ada titik terang.
Aksi protes ini bukan sekadar kumpul-kumpul. Mereka datang dengan suara lantang, orasi berapi-api, menyuarakan keresahan warga yang merasa dipingpong dalam urusan tanah. Masalahnya, proses pembebasan lahan yang dijanjikan masih mandek, sementara warga terus menunggu kepastian.

Audiensi Panas, Dinas PUTR Nggak Nongol
Setelah puas menyampaikan orasi, perwakilan massa diajak masuk ke kantor kelurahan untuk audiensi. Salah satu yang hadir adalah Iwan Irawan, Sekretaris PP PAC Purbaratu. Tapi, suasana yang tadinya tenang mendadak panas karena ternyata perwakilan dari Dinas PUTR Kota Tasikmalaya malah nggak muncul.
“Kami kecewa berat. Yang kami tunggu-tunggu justru nggak hadir. Kita ini butuh jawaban, bukan sekadar janji atau formalitas,” ucap Iwan dengan nada kecewa kepada Lurah Sukamenak, Dani, yang hadir menyambut rombongan.
Ketegangan makin memuncak saat Ketua OKK PAC PP Purbaratu, Mardi Guntara, nggak bisa menahan emosi. Ia sampai menggebrak meja sebagai bentuk protes atas informasi yang simpang siur. Awalnya bicara kalem, tapi karena nggak ada jawaban jelas, akhirnya meledak juga emosinya.
Akhirnya Dinas Datang, Tapi Jawaban Bikin Bingung
Beberapa jam setelah suasana panas itu, barulah perwakilan Dinas PUTR datang. Deni, staf dinas tersebut, menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada proses pembebasan lahan yang dilakukan di wilayah tersebut.
“Belum ada pembebasan lahan sama sekali. Mungkin terjadi salah informasi di masyarakat,” ujar Deni singkat.














