SUARA SALIRA | KAB. LEBAK, BANTEN — Gelaran Seba Baduy 2026 siap kembali digelar pada 23 sampai 26 April 2026. Tradisi khas masyarakat Baduy ini bakal diikuti sekitar 1.500 warga, baik dari Baduy Dalam maupun Baduy Luar.
Menariknya, tahun ini Seba Baduy 2026 tidak hanya dilirik wisatawan lokal, tapi juga perhatian dari luar negeri. Kabarnya, puluhan duta besar dijadwalkan hadir untuk melihat langsung tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun ini.
Ribuan Warga Baduy Turun Gunung
Dalam tradisi ini, warga Baduy akan melakukan ritual turun gunung sebagai bagian dari prosesi utama. Jumlah peserta yang mencapai 1.500 orang menunjukkan kalau tradisi ini tetap terjaga kuat, meski zaman terus berubah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lebak, Yosep M. Holis, menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian negara yang akan hadir.
“Kami belum memastikan negara mana saja yang hadir, tapi kemungkinan negara yang datang tahun lalu akan kembali,” kata Yosep, Selasa (21/4/2026).
Masuk Agenda Nasional, Banyak Acara Seru
Puncak Seba Baduy 2026 bakal berlangsung pada Jumat, 24 April 2026. Selain itu, acara ini juga sudah masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata.
“Sekitar 1.500 warga Baduy ikut dalam Seba tahun ini,” ujarnya.
Biar makin meriah, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung. Mulai dari pameran UMKM, ekonomi kreatif, talk show budaya, sampai hiburan rakyat.
Pengunjung juga bisa ikut menikmati permainan tradisional, senam bersama, camping ground, lomba fotografi, pertunjukan wayang golek, hingga panggung musik.
Tetap Sakral Meski Ramai Pengunjung
Walaupun banyak acara tambahan, esensi utama Seba Baduy 2026 tetap dijaga. Tradisi ini masih dianggap sakral oleh masyarakat Baduy.
“Seba Baduy tetap sakral. Kami hanya memfasilitasi agar berjalan lancar,” tegasnya.
Lebih dari sekadar acara budaya, Seba Baduy adalah simbol identitas masyarakat adat yang masih kuat sampai sekarang. Bahkan, makin banyaknya perhatian dari luar negeri jadi bukti kalau budaya lokal Indonesia punya daya tarik global.
Reporter: Odih Kodari
Editor: P. Pirmansyah






