Close Menu
Suara SaliraSuara Salira
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Partnership
  • Panduan Publikasi
  • Lagu di Suara Salira
  • Testimoni
  • Kirim Salam
  • LIVE
  • Kontak
What's Hot

Internet Rakyat Ancam Dominasi IndiHome? Ini Faktanya

October 23, 2026

Santri Ciamis Didorong Jadi Penggerak Ekonomi dan Persatuan

October 22, 2026

Muskab PWRI Ciamis, Herdiat Ajak Anggota Makin Kompak

October 21, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
Friday, October 23
Suara SaliraSuara Salira
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
  • Home
  • Berita

    Santri Ciamis Didorong Jadi Penggerak Ekonomi dan Persatuan

    October 22, 2026

    Muskab PWRI Ciamis, Herdiat Ajak Anggota Makin Kompak

    October 21, 2026

    235 Wisudawan STIKes Ciamis Diingatkan Pentingnya Integritas

    October 14, 2026

    Penataan PKL Kiaracondong, 77 Lapak Dibongkar Mandiri

    October 14, 2026

    HUT Ke-81 OKI, Ketua DPRD Ajak Perkuat Sinergi

    October 12, 2026
  • Partnership
  • Panduan Publikasi
  • Lagu di Suara Salira
  • Testimoni
  • Kirim Salam
  • LIVE
Suara SaliraSuara Salira
Home » Surat Tak Ditanggapi dan Laporan Polisi Jalan di Tempat, Ketua PW FRN Kepri Curhat ke Ketum, Agus Flores Langsung Terbang ke Batam
Berita

Surat Tak Ditanggapi dan Laporan Polisi Jalan di Tempat, Ketua PW FRN Kepri Curhat ke Ketum, Agus Flores Langsung Terbang ke Batam

Suara SaliraSuara SaliraOctober 28, 20252 Mins Read
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp

Jika Sahabat berkenan dan memiliki keikhlasan, mari bersama mendukung Suara Salira agar tetap dapat menghadirkan berita, informasi, karya jurnalistik, serta menemani pendengar melalui Radio Internet 24 Jam “100 Persen Nostalgia”. Setiap bentuk dukungan, sekecil apa pun dan sesuai kemampuan serta keikhlasan Sahabat, sangat berarti bagi keberlanjutan Suara Salira untuk terus berkarya dan hadir di tengah masyarakat. Klik di sini untuk memberikan dukungan kepada Suara Salira. Terima kasih atas kepercayaan, perhatian, dan dukungan Sahabat selama ini.

SUARA SALIRA | KAB. KARIMUN – Gara-gara surat resmi ke aparat tak juga direspons, dan laporan polisi yang terkesan jalan di tempat, Ketua Persatuan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN) DPW Kepri, Eliaser Simanjuntak, akhirnya angkat bicara. Ia bahkan langsung melapor ke Ketua Umum FRN, Agus Flores, biar masalahnya tak terus berlarut.

Ceritanya, PW FRN Kepri udah bersurat ke Kapolda Kepri dan juga ke Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) sejak 24 Juli 2025. Isinya minta klarifikasi soal dugaan aktivitas di kawasan hutan lindung di wilayah Batam. Tapi, jangankan jawaban, kabar balasan pun gak kunjung datang.

Yang bikin makin heran, bukan penjelasan yang didapat, malah Eliaser dipanggil untuk diinterogasi oleh Panit Krimsus.

“Kami cuma minta konfirmasi, bukan mau nyari ribut,” kata Eliaser dengan nada kecewa.

Bungkamnya pihak aparat dan lambannya respons bikin FRN Kepri merasa tidak dihargai. Padahal mereka hanya ingin memastikan dugaan pelanggaran di kawasan hutan itu bisa diusut secara terbuka dan sesuai aturan.

Masalah lain yang bikin geram: laporan intimidasi wartawan di kawasan Islamic Center, Tanjung Uncang. Laporan itu awalnya disangkakan dengan pasal yang udah gak berlaku, trus diubah beberapa kali. Dari Pasal 335, lalu ke 315, dan terakhir 310 KUHP. Perubahan yang bolak-balik begini bikin publik bingung — sebenarnya hukum kita ini tegas apa fleksibel banget?

Biar gak makin ruwet, kasus ini akhirnya dikawal oleh kuasa hukum, R. Mas MH Agus Sugiarto, S.H., yang siap membantu dari sisi hukum.

Selain ke Polda, PW FRN Kepri juga udah berkirim surat ke Kepala BPKH Wilayah XII Tanjungpinang, Toto Prabowo, soal 8 titik koordinat di Nongsa, Batam, yang diduga mengalami alih fungsi dari hutan lindung jadi kawasan produksi.

Dari jawaban resmi BPKH, memang disebutkan sebagian titik sudah masuk ke kawasan lain. Tapi berdasarkan data lapangan yang diambil FRN Kepri per 16 September 2025, semua area itu masih terlihat “hijau”—alias masih hutan lindung. Nah lho, siapa yang ubah peta?

Eliaser pun sempat nanya lewat pesan singkat, minta ditunjukkan SK atau dokumen resmi perubahan kawasan, tapi sampai berita ini diturunkan belum juga ada jawaban dari pihak BPKH.

“Kalau memang ada perubahan, ya tunjukkan dasar hukumnya biar jelas,” katanya lagi.

Kini, Ketua Umum FRN, Agus Flores, dikabarkan bakal turun langsung ke Batam buat memastikan semuanya berjalan sesuai aturan dan wartawan di daerah bisa tetap bekerja tanpa tekanan.

Kontributor/Wartawan: Edward Simanjuntak

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp

Related Posts

Santri Ciamis Didorong Jadi Penggerak Ekonomi dan Persatuan

October 22, 2026

Muskab PWRI Ciamis, Herdiat Ajak Anggota Makin Kompak

October 21, 2026

235 Wisudawan STIKes Ciamis Diingatkan Pentingnya Integritas

October 14, 2026
Postingan Terbaru

Polres Tasikmalaya Kota Bantu Air Bersih untuk Santri Miftahul Huda

October 9, 20263 Views

Persit Kodim 0612 Tasikmalaya Ajak Anggota Jaga Keharmonisan

October 9, 20262 Views

Shalat Istisqo Ciamis, Ribuan Warga Berdoa Minta Hujan

October 8, 20266 Views

HUT Ke-81 TNI di Tasikmalaya, Sinergi Makin Kuat

October 5, 20263 Views

Maman Royandi Ajak Pelajar Bangga Pakai Batik

October 2, 20265 Views

Peringatan 1 Oktober, Kodim 0612 Tekankan Arti Persatuan

October 1, 20267 Views
Suara Salira
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
  • Tentang Kami
  • Legalitas
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Prinsip
  • Online
  • Iklan
  • Kontak
© 2026 SUARA SALIRA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.