SUARA SALIRA | KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA – 8 Juni 2026 – Kabar terbaru datang dari Sumatera Utara. Proyek BRT Mebidang On Corridor terus dikebut pengerjaannya untuk menghadirkan transportasi publik yang lebih modern dan nyaman di kawasan Medan, Binjai, Deli Serdang, dan sekitarnya.
BRT Mebidang On Corridor Bikin Mobilitas Lebih Ringan
Kalau kita lihat langsung di lapangan, pembangunan BRT Mebidang On Corridor sudah mulai kelihatan bentuknya. Beberapa halte sudah berdiri dengan desain yang lebih modern dan ramah untuk semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
Selain itu, jalur khusus bus juga mulai disiapkan. Tujuannya jelas, supaya perjalanan bus nggak lagi terhambat macet yang sering terjadi di jalanan kota besar.
Dengan sistem ini, masyarakat diharapkan bisa lebih hemat waktu saat bepergian. Aktivitas harian pun jadi lebih efisien tanpa harus terlalu bergantung pada kendaraan pribadi.
Integrasi Transportasi Jadi Kunci Utama
Salah satu hal menarik dari BRT Mebidang On Corridor adalah konsep integrasinya. Sistem ini nantinya akan disambungkan dengan berbagai moda transportasi lain di wilayah Mebidang Raya.
Artinya, warga bisa berpindah dari satu transportasi ke transportasi lain dengan lebih mudah. Misalnya dari bus ke angkutan kota atau moda lainnya tanpa ribet.
Langkah ini juga jadi bagian dari upaya pemerintah untuk membangun sistem transportasi yang lebih tertata dan berkelanjutan di Sumatera Utara.
Target Pemerintah dan Harapan Warga
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa proyek BRT Mebidang On Corridor ini ditargetkan selesai sesuai jadwal. Semua pihak terus mendorong agar pembangunan bisa berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Kalau nanti sudah beroperasi, masyarakat diharapkan bisa menikmati layanan transportasi yang lebih nyaman, aman, dan tepat waktu. Tidak hanya itu, kemacetan di jalur utama juga diharapkan bisa berkurang secara bertahap.
Bagi warga sekitar, kehadiran BRT ini tentu jadi angin segar. Transportasi umum yang lebih baik berarti mobilitas harian juga ikut meningkat kualitasnya.
Reporter: Andrian
Editor: P. Pirmansyah







