SUARA SALIRA | EDITORIAL – Program SADESSA kembali jadi perbincangan hangat di Tasikmalaya. Program Satu Desa Satu Sarjana ini hadir sebagai solusi nyata agar anak-anak desa punya kesempatan kuliah di perguruan tinggi negeri.
Lewat Program SADESSA, pemerintah daerah ingin memastikan setiap desa punya generasi muda yang terdidik, berani bermimpi, dan siap kembali membangun kampung halamannya. Bukan cuma soal gelar, tapi juga soal masa depan desa.
Satu Desa Satu Mahasiswa Terbaik
Konsepnya sederhana tapi berdampak besar. Setiap desa bisa mengusulkan satu calon mahasiswa terbaik. Seleksi dilakukan secara ketat, mengutamakan prestasi akademik dan nonakademik.
Calon peserta akan mengikuti jalur masuk perguruan tinggi nasional, baik SNBP maupun SNBT. Jika lolos, bantuan pendidikan akan diberikan dalam bentuk pembayaran UKT langsung ke kampus tujuan.
Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Komitmen
Program SADESSA bukan bantuan instan. Peserta wajib punya komitmen kuat untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Selain itu, ada tanggung jawab moral untuk kembali dan memberi manfaat bagi desa asal.
Dengan pola ini, Program SADESSA diharapkan bisa melahirkan sarjana yang bukan hanya pintar, tapi juga peduli lingkungan sosialnya.
Investasi Jangka Panjang Untuk Desa
Buat Sahabat Suara Salira, Program SADESSA ini bisa dibilang investasi jangka panjang. Desa tidak hanya mendapat satu sarjana, tapi juga mendapatkan agen perubahan yang paham kebutuhan lokal.
Jika program ini berjalan konsisten, desa-desa di Tasikmalaya akan punya sumber daya manusia unggul yang mampu menggerakkan ekonomi, pendidikan, dan inovasi di tingkat lokal.
Saatnya Anak Desa Percaya Diri
Program SADESSA memberi pesan kuat bahwa anak desa punya peluang yang sama. Selama mau berusaha, prestasi akan menemukan jalannya.
Buat Sahabat yang masih duduk di bangku sekolah, ini bisa jadi motivasi. Kuliah bukan lagi mimpi jauh, tapi tujuan yang bisa diraih.
Reporter: Tim Redaksi Suara Salira
Editor: P. Pirmansyah











