SUARA SALIRA | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT — Peringatan Hardiknas 2026 di Kabupaten Ciamis jadi momen penting buat mengangkat isu perlindungan anak Ciamis. Dalam upacara yang digelar di halaman Pendopo Bupati pada 2 Mei 2026, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan bahwa perlindungan anak harus jadi perhatian bersama.
Acara ini juga dirangkaikan dengan Hari Otonomi Daerah ke-30. Pesertanya cukup lengkap, mulai dari TNI, Polri, ASN, sampai para pelajar dari berbagai sekolah di Ciamis.
Kasus Kekerasan Anak Masih Jadi PR
Selain membacakan amanat dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Bupati Herdiat juga menyoroti kondisi di lapangan.
Menurutnya, kasus kekerasan, pelecehan seksual, dan bullying masih terjadi. Bahkan, kasus ini ditemukan di beberapa sekolah, baik negeri maupun swasta. Hal ini tentu jadi perhatian serius.
“Saya berharap bukan hanya tugas dan perhatian bapak ibu unsur pendidik atau guru saja, tetapi ini adalah tanggung jawab kita semua, seluruh masyarakat Ciamis, para sesepuh, tokoh masyarakat, tokoh agama mempunyai tanggung jawab yang sama di dalam hal ini,” tegas Herdiat.
Semua Pihak Harus Ikut Bergerak
Bupati Herdiat mengingatkan, perlindungan anak tidak bisa dibebankan hanya ke guru. Peran orang tua, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar juga sangat penting.
“Jaga anak-anak kita, hindari kekerasan dan pelecehan seksual serta bullying yang kondisinya sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Selain itu, komunikasi juga jadi kunci. Anak-anak perlu ruang aman untuk bercerita, baik ke orang tua maupun guru.
“Saya berpesan bapak ibu harus benar-benar mampu menjaga dan mengajak anak-anak kita untuk selalu berkomunikasi, sehingga anak-anak bisa selalu curhat atau sharing baik pada orang tua maupun gurunya dari apa yang dialami dan dilakukan, sehingga hal negatif tersebut betul-betul teratasi dan anak-anak kita terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya.
Harapan untuk Pendidikan yang Lebih Aman
Lewat momen Hardiknas ini, diharapkan semua pihak bisa makin kompak. Tujuannya jelas, menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
Dengan begitu, anak-anak di Ciamis bisa tumbuh lebih baik, jadi generasi yang sehat, cerdas, dan punya karakter kuat.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah







