Blog

  • Danrem Cup 2025: Ulang Tahun Kodam Siliwangi Jadi Ajang Cari Bibit Unggul

    Danrem Cup 2025: Ulang Tahun Kodam Siliwangi Jadi Ajang Cari Bibit Unggul

    SUARA SALIRA KAB. GARUT – Senin (12/05/2025) pagi itu, suasana di GOR Sport Center Maung, markas kebanggaan Korem 062/Tarumanagara yang ada di Jalan Bratayudha No. 65, Garut, terasa beda dari biasanya. Riuh tepuk tangan dan sorakan penonton mengiringi dimulainya turnamen bulutangkis Danrem 062/Tn Cup II, yang digelar spesial buat ngerayain ulang tahun ke-79 Kodam III/Siliwangi. Keren, kan?

    Kompetisi ini bukan main-main, karena ngumpulin atlet-atlet terbaik se-Jawa Barat. Mulai dari yang masih bocah sampai yang udah jagoan semua tumplek di sini. Beneran jadi tontonan seru buat warga Garut dan sekitarnya!

    Opening ceremony-nya juga gak kalah menarik. Kolonel Inf. Nurul Yakin, M.A., sang Komandan Korem 062/Tn, secara langsung buka acara dan nyampein pesan keren: olahraga itu bukan cuma soal menang atau kalah, tapi juga soal silaturahmi dan pembinaan karakter, terutama buat anak muda dan lingkungan TNI-Polri. Mantap!

    Penonton pun gak mau kalah semangat. Tribun penuh sesak, dan tiap smash yang masuk langsung disambut sorak-sorai. Gak heran, karena ada ratusan peserta dari berbagai klub bulutangkis yang ikutan. Mereka ngadu taktik, kelincahan, dan pastinya semangat sportivitas yang tinggi.

    Kategori pertandingannya juga lengkap banget:

    • Putra: dari Pradini U-9 sampai Remaja U-17
    • Putri: dari Dini U-11 sampai Remaja U-17
    • Perorangan: Tunggal Umum, Ganda TNI/Polri, dan Ganda Umum Bebas
    • Beregu: Kelas A-B dan C-D

    Yang menang pastinya dapet penghargaan sebagai Juara I, II, dan III. Tapi intinya, acara ini lebih dari sekadar rebutan piala. Ini bukti nyata bahwa Korem 062/Tn serius banget dukung kemajuan dunia olahraga, khususnya di tanah Pasundan alias Jawa Barat.

    Harapannya sih, dari ajang ini bakal lahir talenta-talenta hebat yang bisa bawa harum nama daerah, baik di level nasional maupun internasional. Plus, ini juga jadi momen buat ngerapatin hubungan antara TNI, Polri, dan masyarakat lewat jalur yang positif dan menyenangkan: olahraga!

  • Jago Teknis Belum Tentu Jago Mimpin. Yuk Bedah Alasannya!

    Jago Teknis Belum Tentu Jago Mimpin. Yuk Bedah Alasannya!

    SUARA SALIRA – Kamu pasti pernah dengar cerita: si A hebat banget kerja, terus dipromosi jadi manajer… eh, timnya malah berantakan. Kok bisa? Nah, ternyata ini bukan kasus langka, lho. Fenomena ini udah lama diamati oleh Dr. Laurence J. Peter, seorang pakar pendidikan asal Kanada, lewat konsep yang dia sebut Peter Principle.

    Singkatnya gini: orang sering dipromosi karena performa di posisi sekarang, bukan karena cocok nggaknya mereka di posisi baru. Padahal, makin naik jabatan, makin beda pula skill yang dibutuhin. Bisa jago banget secara teknis, tapi belum tentu bisa mimpin tim.

    Promosi Nanggung, Tim Jadi Korban

    Masalahnya, banyak perusahaan masih nekat aja promosiin orang tanpa liat potensi kepemimpinannya. Akhirnya? Jabatan penting malah diisi orang yang belum siap. Alhasil, keputusan ngaco, tim jadi bingung, dan produktivitas merosot.

    Lucunya, kondisi ini dianggap wajar. Udah biasa lihat bos yang nggak ngerti cara mimpin, atau leader yang malah bikin ribet kerjaan tim. Padahal, mereka bukan orang buruk—cuma salah posisi aja.


    ⚠️ Ciri-Ciri Karyawan yang Mungkin Belum Siap Jadi Pemimpin

    Sebelum asal tunjuk karyawan jadi bos, yuk kenali dulu beberapa tanda kalau seseorang mungkin belum cocok naik jadi leader:

    1. Lebih Betah Ngerjain Sendiri daripada Ngarahin Orang

    Mereka jago banget ngerjain tugas, perfeksionis, dan sering gak percaya hasil kerja orang lain. Waktu harus delegasi, malah pengen semuanya dikerjain sendiri. Capek, kan?

    2. Ogah Jadi Spotlight

    Ada tipe orang yang skill-nya keren, tapi langsung mingkem kalau harus ngomong di depan tim atau jadi contoh. Gak nyaman disorot, apalagi dijadikan panutan.

    3. Butuh Arahan, Bukan Ngasih Arahan

    Produktif sih iya, asal ada list tugas yang jelas. Tapi giliran disuruh mikir arah strategi atau ambil keputusan, malah buntu. Ini bahaya kalau dia jadi pemimpin.

    4. Males Ngurusin Drama dan Politik Kantor

    Kalau ada konflik, dia lebih milih ngilang atau pura-pura gak denger. Padahal leader harus bisa jadi penengah dan jaga harmoni tim.

    5. Cinta Kerja Sendirian

    Dia nyaman kerja sendiri, ritme sendiri, gak ribet koordinasi. Tapi kalau udah mimpin orang, nggak bisa egois. Harus siap hadir buat bantuin tim.

  • Nekat Main BBM Subsidi, Tiga Orang Diciduk Polisi Kota Tasik

    Nekat Main BBM Subsidi, Tiga Orang Diciduk Polisi Kota Tasik

    SUARA SALIRA KOTA TASIKMALAYA — Lagi-lagi aksi nakal soal BBM subsidi terbongkar! Kali ini, Polres Tasikmalaya Kota sukses menggulung tiga orang yang diduga kuat terlibat dalam penyalahgunaan solar bersubsidi. Aksinya cukup nekat: ngangkut ribuan liter solar pakai truk modifan dan ngedarin ke tempat-tempat industri.

    Cerita bermula dari laporan warga sekitar Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, yang curiga ada aktivitas mencurigakan. Polisi pun langsung gercep! Tim Tipidter Satreskrim terjun ke lapangan, dan hasilnya? Mereka berhasil menghentikan satu unit truk Mitsubishi Cold Diesel warna putih-biru dengan nomor polisi Z-8167-AI di daerah Gentong, Desa Buniasih.

    Yang bikin melongo, isi truk itu bukan barang pindahan atau sembako, tapi 8.000 liter solar subsidi! Parahnya lagi, solar itu dibawa tanpa surat-surat sah, alias ilegal. Selain solar, ditemukan juga alat bantu berupa pompa penyedot BBM, dan truknya udah dimodif biar bisa muat banyak.

    Ternyata, modus mereka cukup ‘kreatif’. Solar dibeli dari beberapa SPBU, lalu dipindahin dari tangki kendaraan ke truk pakai pompa. Setelah itu, solar ilegal ini dijual ke sektor industri dan tambang di luar daerah.

    Tiga orang sudah diamankan: Tedi (53) selaku pemilik usaha, Ruhiyat bin Toha (49) sebagai sopir, dan Muhamad Hamdan (32) yang jadi kernetnya. Barang bukti juga ikut diamankan: satu truk tangki, surat kendaraan, pompa Honda, HP, dan dokumen terkait BBM.

    Kapolres AKBP Moh. Faruk Rozi bareng jajaran perwira lainnya menyatakan mereka akan terus menggencarkan penindakan terhadap pelanggaran seperti ini. Ketiganya kini dijerat pasal berat: Pasal 40 angka 9 UU Nomor 6 Tahun 2023 juncto Pasal 55 UU Migas, dan Pasal 55-56 KUHP. Ancaman hukumannya bisa sampai 6 tahun penjara.

  • Rest Area Rasa Wisata di Karangkamulyan Resmi Dibuka, Nongkrong Sambil Nikmatin Budaya Ciamis!

    Rest Area Rasa Wisata di Karangkamulyan Resmi Dibuka, Nongkrong Sambil Nikmatin Budaya Ciamis!

    SUARA SALIRA KAB. CIAMIS — 15 Mei 2025, Akhirnya, warga Ciamis dan para pelintas jalan punya tempat istirahat kece yang enggak cuma nyaman, tapi juga penuh rasa lokal. Pemerintah Kabupaten Ciamis resmi membuka Rest Area Karangkamulyan yang berlokasi di Cijeungjing. Acara peresmiannya dibuka langsung sama Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, lengkap dengan gebyarnya gong dan disaksikan banyak tamu penting.

    Yang bikin rest area ini beda dari yang lain, tempat ini nggak cuma jadi tempat buat rebahan sebentar di tengah perjalanan. Tapi juga jadi wajah baru dari pariwisata dan geliat ekonomi Ciamis, lho. Dibangun di atas tanah hibah dari Pemprov Jabar, kini tempat ini disulap jadi spot singgah yang bikin betah dan punya vibe lokal yang kental.

    Ada 21 kios yang diisi sama pelaku UMKM lokal. Jadi selain bisa ngopi dan ngemil makanan khas, kamu juga bisa belanja oleh-oleh atau kerajinan tangan khas Ciamis. Lengkap banget, dari toilet yang ramah difabel, ruang istirahat sopir, ruang medis, ruang menyusui, CCTV buat keamanan, sampai mini teater buat hiburan.

    Uniknya lagi, ini satu-satunya rest area di Jabar yang dikelola langsung sama pemerintah kabupaten. Bukan swasta, bro! Jadi semua yang ada di situ benar-benar dibikin untuk rakyat dan oleh rakyat.

    Bupati Herdiat bilang, tempat ini bukan cuma tempat berhenti. Tapi sekaligus tempat yang bisa jadi magnet wisata, apalagi letaknya deket banget sama Situs Budaya Karangkamulyan. Nggak heran kalau nuansa budaya kerasa banget di sini.

    Di dalam kawasan situsnya, sekarang ada amphitheater buat pentas seni, gazebo buat kumpul komunitas, sampai spot-spot kece buat ngadain kegiatan budaya. Rencananya, pertunjukan seni daerah juga bakal rutin digelar biar budaya lokal tetap hidup dan dikenal luas.

  • Warga Sukamulya Siap Bikin Koperasi “Merah Putih”, Demi Ekonomi Desa Makin Kuat!

    Warga Sukamulya Siap Bikin Koperasi “Merah Putih”, Demi Ekonomi Desa Makin Kuat!

    SUARA SALIRA KAB. CIAMIS, JAWA BARAT – Ada kabar seru dari Desa Sukamulya nih! Hari Kamis, 15 Mei 2025 kemarin, warga ngumpul bareng di balai desa buat ngebahas rencana keren: mau bikin koperasi yang namanya “Merah Putih”. Ini bukan cuma sekadar ide, tapi jadi langkah awal buat ngebangun ekonomi desa yang lebih mandiri.

    Acara ini disebut pra-musyawarah alias pertemuan awal sebelum resmi dibentuknya koperasi. Dipimpin langsung sama Kepala Desa Sukamulya, Pak Yana, yang dari awal udah nunjukin semangat luar biasa. Dalam sambutannya, beliau bilang kalau kolaborasi warga itu kunci banget buat ngebangun ekonomi yang sesuai sama kondisi lokal.

    “Kita pengen punya koperasi yang jadi rumah bareng-bareng buat maju bareng. Kita bawa semangat gotong royong, jadi semua bisa merasakan manfaatnya,” ucap Pak Kades penuh semangat.

    Warga yang datang bukan main antusiasnya! Ada tokoh masyarakat, pelaku usaha lokal, sampai warga biasa yang pengin gabung jadi anggota koperasi. Agenda pertemuan cukup padat tapi seru. Mulai dari ngebahas visi dan misi koperasi, ngelihat peluang usaha yang bisa dikembangin, sampai nyusun rancangan awal gimana sistem keanggotaan dan pengelolaannya nanti.

    Suasana obrolan cair banget. Banyak banget ide bermunculan dari warga. Kelihatan banget kalau mereka udah nggak sabar pengen punya wadah ekonomi bersama yang dikelola dari, oleh, dan untuk warga sendiri.

    Musyawarah resminya bakal digelar sebentar lagi. Nah, dari pra-pertemuan ini udah kelihatan kalau koperasi “Merah Putih” bukan cuma jadi tempat nabung atau belanja bareng, tapi simbol bahwa Desa Sukamulya siap maju bareng dengan semangat persatuan dan kemandirian ekonomi.

    Kita tunggu kelanjutannya, ya! Semoga sukses dan jadi inspirasi buat desa-desa lain!

  • Investigasi Meledaknya Munisi di Garut, Pangdam Turun Tangan

    Investigasi Meledaknya Munisi di Garut, Pangdam Turun Tangan

    SUARA SALIRA KAB. GARUT – Suasana Desa Sagara, Cibalong, Garut, masih terasa mencekam pasca ledakan hebat yang terjadi Senin kemarin (12 Mei 2025). Hari ini, Selasa (13 Mei), Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Dadang Arif Abdurahman, turun langsung ke lokasi kejadian. Didampingi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, mereka melihat langsung dampak tragedi yang menghanguskan lokasi pemusnahan amunisi TNI itu.

    Ledakan besar itu sendiri terjadi saat proses pemusnahan munisi tua oleh satuan Gupusmu III Pusat Peralatan TNI AD. Tragisnya, kejadian ini menelan korban jiwa—13 orang meninggal dunia, terdiri dari 4 prajurit TNI dan 9 warga sipil. Peristiwa ini tentu saja bikin duka mendalam bagi banyak pihak.

    “Kami sangat berduka. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga mereka diberikan kekuatan,” ujar Pangdam dengan penuh empati.

    Penanganan darurat langsung digelar. Tim forensik gabungan masih bekerja keras mengenali beberapa korban yang belum bisa teridentifikasi. Sementara itu, Kodam juga memberikan santunan kepada keluarga korban warga sipil—bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab dari pihak militer.

    Lokasi kejadian sendiri saat ini ditutup rapat oleh aparat gabungan TNI dan Polri. Area tersebut sedang disterilkan untuk memastikan tidak ada lagi sisa bahan peledak yang membahayakan.

    “Kami sedang pastikan semuanya aman. Jadi untuk sementara, warga diimbau jangan dulu mendekat ke area ini, karena masih ada potensi ledakan susulan,” jelas Mayjen Dadang.

    Soal penyebab pasti ledakan, tim investigasi dari TNI AD masih mengumpulkan data. Mereka juga mencari tahu apakah ada prosedur yang dilanggar, apalagi mengingat lokasi tersebut sebenarnya berada di lahan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan terbilang jauh dari permukiman warga.

  • Penuh Kasih! Dandim 0612 Tasik Kunjungi Panti, Lansia Senyum Ceria

    Penuh Kasih! Dandim 0612 Tasik Kunjungi Panti, Lansia Senyum Ceria

    SUARA SALIRA KAB. TASIKMALAYA – Singaparna – Jumat sore (9 Mei 2025) jadi hari yang nggak biasa di Panti Jompo Welas Asih, Desa Cikadongdong, Kecamatan Singaparna. Soalnya, ada tamu spesial yang datang langsung bawa semangat dan senyum ke para lansia di sana. Yup, Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya mampir buat nyapa para orang tua yang tinggal di panti itu.

    Nggak sendirian, Pak Dandim juga ditemani oleh istrinya yang juga Ketua Persit Kartika Chandra Kirana. Keduanya ngobrol bareng penghuni panti, dengerin cerita-cerita mereka, dan tentunya bawa oleh-oleh berupa 50 paket sembako yang diserahkan ke pengelola panti.

    Suasana waktu itu bener-bener hangat, kayak kumpul keluarga sendiri. Banyak juga yang hadir, mulai dari Ketua Yayasan Welas Asih, Danramil Singaparna, Babinsa setempat, Kepala Desa Cikadongdong, sampai para pengurus panti. Semua ikut ngerasain vibe kekeluargaan yang kental banget.

    Ketua yayasan bahkan sempet ngasih sambutan dan bilang makasih banget ke Kodim 0612/Tasikmalaya. Katanya, kunjungan ini bikin para lansia jadi lebih semangat dan merasa diperhatikan. Buat mereka yang udah nggak muda lagi, perhatian kecil kayak gini tuh rasanya luar biasa.

    Kehadiran TNI kali ini bukan cuma sekadar formalitas. Tapi lebih dari itu, ini bukti kalau TNI juga bagian dari masyarakat, yang peduli dan mau turun langsung buat berbagi. Jadi bukan cuma jago di medan tugas, tapi juga punya hati yang besar buat sesama.

    Momen seperti ini jadi pengingat bahwa kasih sayang dan kepedulian itu masih nyata. Dan Panti Welas Asih hari itu jadi tempat di mana cinta dan empati bertemu, ninggalin kesan yang susah dilupain – bukan cuma buat para lansia, tapi juga buat siapa pun yang menyaksikannya.

    Tim

  • Jemaah Kloter 19 Ciamis Siap Haji, Cuaca di Mekah Katanya Lagi Adem Nih!

    Jemaah Kloter 19 Ciamis Siap Haji, Cuaca di Mekah Katanya Lagi Adem Nih!

    SUARA SALIRA KAB. CIAMIS – Gedung KH. Irfan Hielmy di area Islamic Center Ciamis pagi ini (Jumat, 9 Mei) dipenuhi suasana haru dan semangat. Sebanyak 435 calon jemaah haji dari kelompok terbang (kloter) 19 tahun 1446 H/2025 M dilepas langsung oleh Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya.

    Kloter ini adalah bagian dari total 1.119 warga Ciamis yang tahun ini bersiap menjalani ibadah haji melalui Embarkasi Haji Bekasi.

    Dalam momen pelepasan itu, Pak Bupati menyampaikan pesan penuh makna buat para jemaah. Ia mengingatkan pentingnya menjaga disiplin dan mengikuti arahan ketua regu selama di perjalanan. “Setiap rombongan sudah ada yang mimpin. Jangan jalan sendiri-sendiri, ikut jadwal, biar nggak ada yang nyasar,” ujarnya sambil tersenyum.

    Beliau juga menyampaikan kabar baik soal cuaca di Tanah Suci. Katanya, “Alhamdulillah, cuaca di sana lagi bersahabat. Gak terlalu panas, gak terlalu dingin. Semoga jadi berkah buat jemaah biar bisa ibadah dengan tenang.”

    Pak Bupati juga mengingatkan lagi soal pentingnya bekal ilmu yang sudah didapat waktu manasik. Ia minta jemaah untuk tetap fokus, nurut sama petugas, dan utamakan kekhusyukan dalam setiap ibadah yang dijalani.

    “Niatin dari hati. Urusan dunia tinggalin dulu. Sekarang waktunya dekat sama Allah,” pesannya dengan penuh harap.

    Di akhir sambutan, beliau menutup dengan doa supaya semua jemaah diberi kelancaran, kesehatan, dan bisa pulang ke tanah air jadi haji mabrur yang membawa berkah.

  • Ngaku Preman? Di Jabar Siap-siap Kena Razia Besar!

    Ngaku Preman? Di Jabar Siap-siap Kena Razia Besar!

    Jabar Gak Main-main! Puluhan Preman Disikat dalam Operasi Besar Polisi

    SUARA SALIRA – Bandung, 9 Mei 2025 – Polda Jawa Barat lagi serius banget nih, Sob! Lewat operasi bersandi “Pekat II Lodaya 2025”, mereka nyisir berbagai titik buat bersihin wilayah dari yang namanya preman-preman pengganggu kenyamanan. Operasi ini digelar dari 1 sampai 10 Mei 2025 dan hasilnya? Wah, banyak yang kena angkut!

    Kapolda Jabar, Irjen Pol. Rudi Setiawan, bilang kalau dari 44 target operasi, 36 kasus berhasil dibongkar—itu artinya udah 81 persen lebih tuntas. Gak cuma itu, ada juga 109 pelaku lain yang ikut terciduk walau awalnya gak masuk daftar buruan. Totalnya ada 99 kasus premanisme yang berhasil dibongkar.

    Lokasi yang jadi sasaran operasi ini lumayan bervariasi, mulai dari pasar tradisional, terminal, proyek-proyek bangunan, tempat hiburan malam, sampe daerah yang lagi bersengketa lahan. Dari hasil penggerebekan, polisi dapet banyak banget barang bukti: 42 senjata tajam, 1 airsoft gun, 15 motor, 4 mobil, 8 HP, 46 dokumen, dan duit tunai lebih dari sejuta rupiah. Wah, rame!

    Operasi ini melibatkan 935 personel gabungan—185 dari Polda Jabar dan 750 lainnya dari unit-unit wilayah. Pokoknya pasukan lengkap turun ke lapangan.

    “Operasi ini bentuk komitmen kami buat bikin warga Jabar ngerasa aman. Kita gak mau ada lagi preman-preman yang bikin resah,” kata Irjen Rudi, Jumat (9/5/2025).

    Tapi katanya sih gak cuma soal tangkap-menangkap aja, polisi juga jalanin pendekatan preventif, kayak pakai intelijen dan edukasi ke masyarakat. Preman-preman yang mainnya lewat medsos juga gak luput dari pantauan, lho.

    Polda Jabar juga bakal makin sering patroli di tempat-tempat yang rawan gangguan. Gak cuma itu, masyarakat juga diajak buat gak takut melapor kalau liat atau jadi korban aksi premanisme. Semua demi situasi yang aman dan nyaman—terutama biar investasi di Jabar juga makin oke.

  • Ngurung Burung di Aviary, Dosa Nggak Sih? Yuk Kita Bahas dengan Santai!

    Ngurung Burung di Aviary, Dosa Nggak Sih? Yuk Kita Bahas dengan Santai!

    ✅ Artikel ini tentang:

    • Ngurung Burung di Aviary, Dosa Nggak Sih? Ini Jawabannya!
    • Burung di Kandang Besar: Dosa atau Hobi yang Aman?
    • Punya Aviary di Rumah? Tenang, Ini Bukan Masalah Asal Tahu Batasnya!
    • Ngurung Burung Tapi Bahagia: Boleh Nggak Sih Menurut Agama?
    • Aviary Bukan Penjara, Ini Bedanya Sama Sangkar Biasa!
    • Ngomongin Dosa: Burung di Aviary Masuk Hitungan Gak Ya?
    • Pecinta Burung Wajib Tahu: Aviary Itu Menyenangkan atau Menyiksa?
    • Antara Hobi dan Etika: Apakah Aviary Itu Bentuk Kezaliman?
    • Burung Bahagia di Kandang Luas, Masih Dosa Juga? Yuk Bahas!
    • Rawat Burung di Aviary, Tapi Tetap Takut Dosa? Simak Penjelasannya!

    Pernah nggak sih kamu mikir: “Gue ngurung burung, ini dosa nggak ya?” Nah, buat kamu yang punya burung peliharaan di rumah, apalagi yang ditaruh di aviary alias kandang besar, pertanyaan ini wajar banget muncul.

    Tapi tenang dulu, kita bahas pelan-pelan dan santai aja ya…


    🏠 Apa Itu Aviary, dan Gimana Bedanya Sama Sangkar?

    Aviary itu bukan sangkar kecil semeter persegi yang bikin burung cuma bisa nangkring doang. Biasanya, aviary adalah kandang besar – bahkan kadang muat buat manusia masuk – yang dirancang biar burung bisa terbang bebas dalam batas tertentu.

    Jadi kalau kamu punya aviary, burung-burung kamu bisa:

    • Terbang bolak-balik
    • Main sama temennya (kalau jenis sosial)
    • Jemur diri di sinar matahari
    • Dapat udara segar, pakan, dan air bersih tiap hari

    Kesimpulannya, aviary itu lebih mirip “rumah mewah” buat burung, bukan penjara.


    🙏 Gimana Pandangan Agama, Khususnya Islam?

    Nah, ini yang sering bikin galau. Dalam Islam, semua makhluk hidup — termasuk burung — punya hak untuk diperlakukan dengan baik. Nabi Muhammad SAW bahkan pernah ngasih warning keras tentang nyiksa hewan.