Blog

  • Harapan Baru di Dusun Cisaar: Rumah Layak untuk Pak Nardi dari Uang Zakat Baznas Ciamis

    Harapan Baru di Dusun Cisaar: Rumah Layak untuk Pak Nardi dari Uang Zakat Baznas Ciamis

    SUARA SALIRA KAB. CIAMIS – Dusun Cisaar di Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, hari itu terasa beda. Udara segar bukan cuma datang dari pepohonan, tapi juga dari hadirnya harapan baru buat warga yang hidup dalam serba kekurangan. Lewat program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni), Baznas Kabupaten Ciamis bener-bener nunjukin kalau zakat bisa jadi jalan buat bangkitin semangat hidup, bukan sekadar sedekah biasa.

    Tahun 2025 ini, Baznas Ciamis punya target mulia: merenovasi 150 rumah warga yang kondisinya memprihatinkan di berbagai sudut kabupaten. Kecamatan Pamarican termasuk yang diprioritaskan, dan lima keluarga prasejahtera udah masuk daftar penerima manfaat. Salah satunya adalah Pak Nardi.

    Pak Nardi ini seorang lansia yang hidup sebatang kara. Rumahnya? Cuma berdinding bambu, seadanya banget. Penghasilannya dari kerja harian pun nggak tentu. Tapi siapa sangka, hidupnya mulai berubah saat program Rutilahu datang mengetuk.

    Nggak cuma disuplai bahan bangunan, program ini juga jadi pemicu semangat gotong royong. Warga sekitar rame-rame bantuin, dari mulai ngangkut bahan sampai bantu ngecat. Nggak ada yang dibayar, semua dari hati. Momen ini jadi bukti kalau nilai kebersamaan itu masih hidup banget di desa.

    “Program ini bukan sekadar bangun rumah, tapi juga bangun harapan dan martabat,” kata Drs. H. Lili Miftah, MBA, Ketua Baznas Ciamis. “Kami cuma jadi jembatan kebaikan antara para muzaki (pemberi zakat) dan mereka yang butuh.”

    Nggak berhenti di bangunannya doang, Baznas juga nyiapin isi rumah biar langsung bisa ditinggalin. Dari perabot sampai perlengkapan dapur, semua disiapin. Jadi bukan cuma atap yang baru, tapi hidup juga mulai dari lembaran baru.

    Tahun lalu, Baznas sukses merenovasi 140 rumah. Tahun ini, target dinaikkan dengan semangat yang lebih gede. Dukungan dari ASN dan masyarakat sipil jadi kunci utama biar misi ini terus jalan.

  • Ibu-Ibu Demo Judi, Eh Mobil Tetangga Mereka Malah Dibakar OTK Tengah Malam – Siapa Pelakunya?

    Ibu-Ibu Demo Judi, Eh Mobil Tetangga Mereka Malah Dibakar OTK Tengah Malam – Siapa Pelakunya?

    SUARA SALIRA KAB. LANGKAT, Sabtu, 17 Mei 2025 – Warga Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, dikejutkan oleh insiden yang bikin hati panas: sebuah mobil pikap Mitsubishi L300 ludes dilalap api di tengah malam buta. Kejadiannya sekitar pukul 03.15 WIB, tepatnya di Lingkungan I, Kelurahan Sidodadi Ladang Bambu. Diduga kuat, ini bukan sekadar kebakaran biasa, tapi aksi pembalasan dari pihak-pihak yang merasa “terganggu”.

    Menurut cerita dari warga sekitar—yang ogah disebut namanya—kejadian ini diduga ada hubungannya dengan aksi damai yang baru aja digelar oleh para ibu-ibu pengajian dari Lingkungan I dan II. Aksi tersebut menyoroti praktik perjudian yang katanya berlangsung di Namo Jawi, Dusun Dalan Naman, Pekan Kuala. Jadi, besar kemungkinan ada yang ‘kepanasan’ dan membalas dengan cara ekstrem.

    Mobil yang dibakar diketahui milik Endang Suranta, warga yang tinggal nggak jauh dari lokasi kejadian. Polisi dari Polsek Kuala langsung turun tangan, pasang garis polisi, dan mulai olah TKP. Yang bikin curiga, ada karung goni ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi kebakaran. Diduga, karung itu dipakai buat bawa bahan bakar yang jadi ‘pemicu’ kebakaran.

    Kapolsek Kuala bilang, saat ini penyelidikan lagi dikebut. Timnya udah dikerahkan penuh buat nyari tahu siapa dalang di balik pembakaran ini. Pihak kepolisian juga minta warga tetap tenang, nggak termakan provokasi, dan lapor kalau punya info penting terkait kejadian ini.

    Pokoknya, kasus ini jadi perhatian besar karena menyangkut keamanan warga dan juga dugaan adanya intimidasi terhadap aksi damai.

    Liputan oleh: Andrian

  • Bandoeng 10K: Lari, Hiburan, dan Semangat Jadi Event Internasional

    Bandoeng 10K: Lari, Hiburan, dan Semangat Jadi Event Internasional

    SUARA SALIRA KOTA BANDUNG — Minggu, 18 Mei 2025

    Bandung pagi ini super rame! Bukan karena demo atau konser, tapi karena ribuan pelari dari berbagai penjuru Indonesia tumpah ruah di jalanan buat ikutan ajang lari tahunan: Bandoeng 10K. Mulai dari warga lokal, sampai peserta dari Jakarta, Surabaya, Lampung, bahkan Sulawesi dan Maluku juga nggak mau ketinggalan.

    Start-nya aja udah dimulai sejak subuh. Tepat jam 03.30 WIB, gerbang lomba dibuka. Dan pas jam 05.00 WIB, peserta resmi dilepas buat ngacir sejauh 10 kilometer. Rutenya? Nggak main-main! Mereka harus menempuh lintasan yang dimulai dari Jalan Naripan, terus ke Asia Afrika, Jenderal Sudirman, Pasirkaliki, Cokroaminoto, Pajajaran, Cihampelas, Wastukencana, Purnawarman, Sawunggaling, Sulanjana, dan berakhir manis di Balai Kota Bandung.

    Pak Wali Kota, Muhamad Farhan, juga sempat hadir dan ngasih sambutan. Katanya, beliau bangga banget karena rute lomba tahun ini udah dapet stempel verifikasi dari World Athletics. Farhan yakin banget, kalau terus konsisten, 2–3 tahun ke depan Bandoeng 10K bisa naik kelas jadi event lari internasional dengan nama “Bandung International 10K”. Keren banget, ya!

    Acara ini juga nggak cuma soal lari doang. Ada jajaran penting dari Bank BJB, Kompas Group, sampai sponsor-sponsor lainnya yang turut mendukung penuh acara kece ini.

    Nah, yang bikin makin seru, pas semua peserta udah sampai finish di halaman Balai Kota Bandung, mereka langsung disambut sama hiburan live music. Yang tampil? Bukan band ecek-ecek, tapi RAN! Yup, trio pop hits ini sukses bikin suasana pecah dengan lagu-lagu yang bikin semua pelari nyanyi dan goyang bareng.

    Acara ditutup manis dengan penyerahan hadiah buat para pelari terbaik di berbagai kategori. Capek sih, tapi puas! Lari sambil happy-happy, siapa takut?

    Laporan oleh: Kuswandi

  • Jangan Tertukar! Ini Beda Penangkal dan Penangkap Petir

    Jangan Tertukar! Ini Beda Penangkal dan Penangkap Petir

    🧠 Artikel ini tentang:

    1. Petir Nyasar Gara-Gara Penangkal? Begini Cara Kerjanya!
    2. Penangkal vs Penangkap Petir: Mana yang Bikin TV Tetangga Meledak?
    3. Kenalan Yuk Sama Duo Petir: Si Penangkal dan Si Penangkap
    4. TV Meledak Gegara Tower? Mungkin Salah Si Raja Tega Penangkal Petir
    5. Penangkap Petir: Si Kalem yang Bikin Rumah Tetap Adem
    6. Jangan Tertukar! Ini Beda Penangkal dan Penangkap Petir
    7. Siapa Biang Kerok Petir Nyasar ke Rumah? Cari Tahu di Sini
    8. Alat Penangkal Petir: Selamatkan Tower, Korbankan TV?
    9. Nggak Semua Alat Petir Sama, Ini yang Bikin Barangmu Aman
    10. Mau Aman dari Petir? Kenalan Dulu Sama Si Penangkap

    ⚡ Beda Tipis Tapi Berasa: Si Penangkal vs Si Penangkap Petir

    Pernah dengar soal alat penangkal petir dan penangkap petir? Kedengerannya mirip ya, tapi ternyata fungsinya beda banget! Nah, yuk kita bahas secara santai biar nggak salah paham lagi soal dua alat ini.

    Si Penangkal Petir – Sang Pengalih Sambaran

    Jadi, penangkal petir itu kerjanya bukan langsung menangkis petir, tapi lebih ke menyebar muatan listrik positif ke sekitarnya. Jadi pas si petir nyamperin, sambaran itu bakal “dialihkan” ke tempat lain yang lebih aman—setidaknya menurut si alat ini.

    Biasanya alat ini dipasang di menara BTS yang isinya peralatan mahal-mahal banget, bisa ratusan juta! Makanya penting banget dilindungi. Tapi, sisi minusnya, sambaran petir yang dialihkan ini bisa aja nyasar ke barang elektronik warga di sekitar—kayak TV, kulkas, atau sound system kesayangan. Habis deh…

    Tapi dari sisi biaya, rusaknya TV warga yang harganya 1-5 juta masih dianggap “lebih murah” dibanding kerusakan perangkat BTS. Jadi ya… yang penting alat mahal di tower selamat duluan. Kasarnya sih, warga disuruh ngalah demi keselamatan antena.

    Si Penangkap Petir – Pahlawan yang Langsung Bawa Petir ke Tanah

  • Teknisi Indihome Bilang: Redaman 19 Oke, 24 Jelek Banget

    Teknisi Indihome Bilang: Redaman 19 Oke, 24 Jelek Banget

    📰 Artikel ini tentang:

    1. Redaman 24? Pantesan WiFi Lo Nge-lag!
    2. Gara-gara Benang Layangan, Internet Gue Tersambung Tanpa Internet!
    3. Teknisi Indihome Bilang: Redaman 19 Oke, 24 Jelek Banget
    4. WiFi Putus Nyambung? Coba Cek Kabel FO Lo, Bro!
    5. Benang Layangan Bikin Kabel FO Nangis, Redaman Melejit!
    6. Cerita Nyata: Redaman 24 Bikin Gue Cemas, Untung Teknisi Datang
    7. Wifi Indihome Lo Lemot? Cek Dulu Redamannya, Sob!
    8. Tersambung Tanpa Internet: Misteri Redaman Dipecahkan Teknisi
    9. Indihome Lo Sering Ngambek? Bisa Jadi Gara-Gara Ini
    10. FO Kena Benang Gelasan, Sinyal Ikut Teriris

    Cerita Nyata: Redaman Kabel FO Gara-Gara Benang Layangan

    Gue mau cerita soal pengalaman pribadi yang mungkin relate banget sama lo yang suka ngeluh, “Kenapa sih WiFi lemot banget, padahal udah bayar mahal?” Nah, kemarin-kemarin tuh, gue juga ngalamin hal yang sama. Sinyal WiFi kadang hidup, kadang mati. Lebih ngeselinnya lagi, status WiFi di HP malah muncul tulisan: “Tersambung Tanpa Internet.” Ih, kesel banget kan?

    Awalnya Gue Kira Masalah di Router atau Modem

    Gue mikirnya, ya mungkin modem gue udah uzur, atau router-nya minta diganti. Tapi anehnya, lampu-lampu indikator di modem masih nyala normal. Tapi kok koneksi tetep aja labil?

    Akhirnya gue iseng lapor ke Indihome. Nggak lama, ada teknisi datang. Orangnya ramah, dan setelah cek-cek sebentar, dia ngomong, “Wah, ini redamannya 24 nih, Mas. Jelek.”

    Redaman? Apaan Tuh?

    Gue yang awam soal beginian langsung nanya, “Maksudnya redaman apaan, Bang?”
    Dia jelasin dengan bahasa sederhana, kira-kira begini:

    “Jadi gini, redaman itu kayak hambatan sinyal di kabel fiber optik. Semakin tinggi angkanya, makin jelek. Idealnya sih sekitar 18 atau 19, udah bagus banget tuh. Kalau udah 24 ke atas, ya… itu tandanya sinyalnya berat nyampe ke rumah Mas.”

    Penyebabnya Bikin Ngakak Tapi Tragis

    Setelah dicek lebih lanjut, ketahuan penyebabnya: Kabel fiber optik di dekat box ODP depan rumah gue… kena benang gelasan layangan! 😭

  • Perawat di Cirebon Jadi Tersangka, Diduga Lecehkan Pasien Remaja

    Perawat di Cirebon Jadi Tersangka, Diduga Lecehkan Pasien Remaja

    SUARA SALIRA KOTA CIREBON – Seorang perawat berinisial DS (41 tahun) di salah satu rumah sakit di Cirebon resmi ditetapkan sebagai tersangka gara-gara dugaan kasus pelecehan terhadap pasien perempuan yang masih berusia 16 tahun. Kasus ini bikin heboh karena pelaku adalah tenaga medis yang harusnya melindungi, bukan malah ngelakuin hal tak pantas.

    Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, yang bareng-bareng dengan Kasat Reskrim AKP Fajri Ameli Putra dalam konferensi pers pada Sabtu (17/5/2025), bilang kalau status tersangka itu diputuskan setelah proses penyelidikan yang cukup panjang. Mereka udah kumpulin bukti-bukti dan periksa saksi-saksi sebelum akhirnya yakin buat menetapkan DS sebagai tersangka.

    “Langkah-langkah penyelidikan udah kami lakuin secara menyeluruh, dan hasilnya cukup kuat buat naikin status perkara ke tahap penyidikan,” kata AKBP Eko ke media.

    Kejadian yang bikin miris ini disebut-sebut terjadi pada 21 Desember 2024. Tapi, laporan resminya baru masuk ke Polres pada 5 Mei 2025. Sebelumnya sih sempat ada upaya mediasi antara rumah sakit, korban, dan DS, tapi kayaknya nggak ketemu jalan tengahnya.

    Dalam proses penyidikan, polisi juga udah amankan beberapa barang bukti penting. Di antaranya baju yang dipakai korban waktu kejadian, dokumen hasil mediasi rumah sakit, sampai jadwal kerja DS pada hari yang dimaksud.

    Nggak cuma itu, ternyata muncul juga informasi kalau DS ini pernah punya catatan serupa di masa lalu. Polisi lagi telusuri lebih jauh apakah ada kaitannya atau cuma kebetulan aja.

    DS sekarang dijerat dengan undang-undang perlindungan anak dan juga aturan soal kekerasan seksual. Kalau terbukti bersalah, ancaman hukumannya bisa sampai 15 tahun penjara. Berat, ya — tapi memang harus begitu kalau menyangkut keselamatan dan hak anak di bawah umur.

  • Patroli Malam Polres Cirebon Kota Gencar Lagi! Balap Liar dan Preman Bikin Risih? Siap-Siap Ditindak!

    Patroli Malam Polres Cirebon Kota Gencar Lagi! Balap Liar dan Preman Bikin Risih? Siap-Siap Ditindak!

    SUARA SALIRA KOTA CIREBON – Malam Jumat kemarin, suasana Cirebon Kota agak beda dari biasanya. Bukan karena hujan atau ada artis datang, tapi karena jajaran Polres Cirebon Kota lagi serius banget turun ke jalan. Yup, mereka lagi ngegas KRYD alias Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan. Tujuannya? Bikin kota lebih aman dan nyaman, biar nggak ada yang ugal-ugalan lagi.

    Operasi ini dipimpin langsung oleh Kasi Humas AKP M. Aris Hermanto, didampingi oleh dua perwira lainnya: IPDA Dr. Asep yang serba ‘titel’ dan IPDA Saeful Eka dari tim Reskrim. Mereka ini bukan cuma duduk di kantor, tapi ikut langsung ngawasin lapangan bareng tim-tim yang udah nyebar ke lokasi rawan.

    Apa aja sih yang mereka buru? Mulai dari pencurian kelas berat (alias curat-curas-curanmor/C3), aksi tawuran buat konten (yang malah bikin resah), balapan liar tengah malam, knalpot brong yang bikin kuping pengen minggat, sampai preman-preman yang gaya sok jagoan di pinggir jalan.

    📍 Lokasi-lokasi yang jadi target malam itu di antaranya:

    • Kawasan Bima: Tim Reskrim, Narkoba, dan Dalmas siaga penuh.
    • Alun-alun Kasepuhan: Dipegang Samapta, Intelkam, dan Reskrim.
    • Lampu Merah Kejaksan: Dijaga tim Lantas, Intelkam, dan Dalmas.
    • Depan CSB Mall: Personel Lantas, Narkoba, dan Dalmas standby.

    Nggak cuma itu, ada juga tim Maung Presisi yang siap keliling sampai subuh, mulai jam 11 malam sampai jam 5 pagi. Pokoknya, yang niat bikin onar siap-siap ketemu mereka.

    Yang menarik, patroli ini bukan cuma tegas-tegasan doang. Mereka juga edukatif dan ngajak ngobrol warga. Jadi selain ‘gas’, juga ada ‘ngadem’. Tujuannya jelas: biar warga merasa lebih aman dan tahu pentingnya jaga lingkungan bareng-bareng.

    Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, bilang kalau KRYD ini bukti nyata komitmen Polri buat jagain ruang publik dari hal-hal yang nggak beres. Katanya, “Kami pengen kota ini bebas dari balap liar dan preman-preman sok hebat. Biar warga bisa beraktivitas dengan tenang.”

  • Polsek Gunung Jati Keliling Malam Buat Jagain Warga, Biar Nggak Ada Aksi Preman dan Kriminal

    Polsek Gunung Jati Keliling Malam Buat Jagain Warga, Biar Nggak Ada Aksi Preman dan Kriminal

    SUARA SALIRA KOTA CIREBON — Buat jaga-jaga biar warga tetap merasa aman dan nyaman saat malam tiba, jajaran Polsek Gunung Jati yang ada di bawah naungan Polres Cirebon Kota ngadain patroli rutin yang ditingkatin alias KRYD, Jumat malam, 16 Mei 2025 kemarin. Patroli ini dimulai sekitar jam 9 malam dan berlanjut sampai larut.

    Targetnya? Titik-titik yang dianggap rawan sama tindak kejahatan. Jadi, kalau kamu lihat polisi keliling malam-malam, itu bukan iseng, tapi lagi kerja keras buat kamu juga!

    Patroli ini juga bagian dari program Quick Wins Presisi, yang emang digalakkan buat ningkatin pengawasan terhadap potensi masalah kayak kriminal kelas berat (C3), kepemilikan senjata tajam, bahan peledak ilegal, aksi teror, tawuran, sampai kelakuan preman yang bikin resah.

    Kapolsek Gunung Jati, AKP Muchammad Qomaruddin, bilang kalau kegiatan ini adalah langkah pencegahan yang serius dari pihak kepolisian supaya suasana tetap adem ayem. “Kalau bisa dicegah dari awal, kenapa harus nunggu kejadian,” ujarnya.

    Tim patroli malam itu dipimpin langsung sama Aiptu U. Firman bareng tiga personel lainnya: Aiptu Gunawan, Aiptu Wahyudi, dan Aipda Purwoko. Mereka semua gabungan dari berbagai satuan fungsi, jadi komplit lah timnya.

    Rute mereka nyusurin Jalan Raya Sunan Gunung Jati, lanjut ke Kecamatan Gunung Jati sampai perbatasan Kota dan Kabupaten Cirebon. Lokasi-lokasi penting kayak kawasan wisata religi Makam Sunan Gunung Jati, Syekh Dzatul Kahfi, Jalan Serbaguna, dan Jalan Raya Kigede Mayung juga nggak luput dari pantauan mereka.

    Hasil patroli? Lumayan berfaedah. Mereka nemuin beberapa anak muda nongkrong di pinggir jalan. Bukan cuma disuruh bubar, tapi juga dikasih wejangan soal bahaya miras, narkoba, dan obat-obatan kayak Tramadol sama Trihexyphenidyl. Nggak lupa juga diingetin buat jauhi geng motor dan perilaku negatif lainnya.

  • Emak-Emak Ngamuk, Minta Sarang Judi & Sabu di Langkat Ditutup!

    Emak-Emak Ngamuk, Minta Sarang Judi & Sabu di Langkat Ditutup!

    SUARA SALIRA KAB. LANGKAT, 16 Mei 2025 – Pagi Jumat di Langkat mendadak heboh. Puluhan emak-emak dari dua lingkungan di Kelurahan Pekan Kuala, Kecamatan Kuala, kompak turun ke jalan buat menyuarakan keresahan mereka. Bukan demo biasa, lho. Ini aksi damai yang penuh semangat – tapi tujuannya jelas: minta tempat yang dicurigai jadi markas narkoba dan judi segera ditutup.

    Aksi ini digelar di Dusun Namo Jawi, Desa Dalan Naman. Lokasinya nggak jauh dari jembatan yang jadi penghubung Lingkungan I Ladang Bambu dan Lingkungan II Kampung Lori. Nah, katanya sih di sana ada tempat judi tembak ikan dan barak yang diduga dipakai buat nyabu alias pakai narkoba.

    Salah satu ibu yang nggak mau namanya dipublikasikan, bilang kalau warga udah makin parno.
    “Sejak ada tempat itu, hidup kami nggak tenang. Sapi, ayam, perabot rumah, sampai hasil kebun kayak pisang dan sawit ilang satu-satu,” curhatnya.

    Mayoritas peserta aksi ini adalah ibu-ibu pengajian dari dua lingkungan tadi. Mereka ngerasa makin nggak nyaman, apalagi malam-malam suka ada kejadian mencurigakan. Nggak heran kalau akhirnya mereka gerak bareng dan turun langsung ke lapangan.

    Untungnya, pihak kepolisian dari Polsek Kuala gercep alias gerak cepat. Kanit Reskrim IPDA D.M. Siahaan, S.H. dan Kanit Lantas IPDA Bahagia Sitepu langsung datang buat jaga situasi. Demo tetap damai, tapi suara emak-emak jelas bikin aparat serius turun tangan.

    Sebagai tindak lanjut, polisi berhasil amankan dua mesin judi tembak ikan dari lokasi. Barang bukti itu langsung dibawa ke kantor polisi buat diproses lebih lanjut.

    Aksi ini jadi bukti kuat kalau warga – terutama para ibu – nggak akan diam lihat lingkungan mereka dicemari hal-hal negatif. Warga berharap aparat nggak cuma berhenti di situ, tapi terus bertindak tegas buat bersihin Langkat dari narkoba dan perjudian.

  • Ciamis Lepas 182 Jamaah Haji Kloter 32, Haru & Doa Mengiringi Langkah ke Tanah Suci

    Ciamis Lepas 182 Jamaah Haji Kloter 32, Haru & Doa Mengiringi Langkah ke Tanah Suci

    SUARA SALIRA KAB. CIAMIS, 16 Mei 2025 – Suasana haru menyelimuti halaman Gedung KH. Irfan Hielmy (Islamic Center) Ciamis, Jumat pagi. Sebanyak 182 orang calon jamaah haji dari Kabupaten Ciamis resmi dilepas untuk berangkat ke Tanah Suci. Mereka tergabung dalam Kloter 32 dan siap menjalani perjalanan spiritual yang sudah lama dinanti.

    Pelepasan ini berlangsung khidmat, dipimpin langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya. Turut hadir juga para petinggi daerah seperti unsur Forkopimda, anggota DPRD, serta tokoh masyarakat dan agama. Tangis haru dan senyum bahagia berbaur jadi satu dalam momen ini.

    Dalam sambutannya, Bupati Herdiat nggak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyebut keberangkatan haji ini sebagai hadiah besar dari Allah SWT bagi mereka yang sudah sabar menunggu hingga belasan tahun.

    “Setelah sekian lama menanti, akhirnya panggilan suci itu datang juga. Jadi tamu Allah itu nggak semua orang bisa. Maka jalani dengan ikhlas, sabar, dan patuhi semua arahan selama ibadah nanti,” pesan Pak Bupati dengan penuh semangat.

    Ia juga sempat menyinggung kondisi cuaca di Madinah yang katanya cukup bersahabat dan mirip-mirip dengan di Indonesia. Jadi para jemaah diharapkan bisa lebih mudah beradaptasi dan tetap fit selama menunaikan ibadah.

    “Cuaca yang nggak beda jauh ini jadi keuntungan. Jaga kesehatan, jangan lupa makan dan cukup istirahat. Fokus ibadah ya!” tambahnya.

    Tahun ini, Ciamis kebagian jatah 1.119 kursi haji. Setelah Kloter 32 ini, kloter berikutnya dijadwalkan berangkat pada 23 Mei 2025. Wah, pasti sudah nggak sabar juga ya, calon jamaah selanjutnya!

    Sebelum mengakhiri sambutannya, Pak Bupati juga nitip pesan: jangan lupa Ciamis. Di tengah doa-doa mulia di Tanah Suci, sempatkan mendoakan kampung halaman tercinta.