SUARA SALIRA | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT — Sahabat, suasana Desa Margaluyu, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, belakangan ini lagi tidak biasa. Isu skandal yang menyeret nama Kepala Desa Margaluyu mendadak ramai dibicarakan warga, bahkan sampai meluas ke media sosial.
Isu ini muncul setelah adanya kejadian di sebuah rest area wilayah Tasikmalaya. Sejak saat itu, nama Kades Margaluyu ikut terseret dan menjadi sorotan publik. Warga pun mulai mempertanyakan sikap dan etika pemimpin desa mereka.
Awal Cerita Isu Skandal Kades Margaluyu
Isu skandal Kades Margaluyu ini pertama kali mencuat dari kesaksian seorang warga bernama Irman Romansyah. Saat itu, Irman sedang singgah di sebuah masjid di kawasan rest area Tasikmalaya untuk beristirahat dan menunaikan salat.
Namun setelah keluar dari masjid, Irman mengaku melihat sebuah mobil terparkir di sekitar lokasi. Dari dalam kendaraan itulah, ia menyaksikan pemandangan yang menurutnya tidak pantas dilakukan oleh seorang kepala desa.
“Saya lihat ada pasangan sedang bermesraan layaknya suami istri. Begitu saya dekati, ternyata Pak Kades bersama Ibu R. Saya langsung tegur, ‘Pak Kades sedang apa malam-malam begini? Ayo pulang!'” ujar Irman.
Kesaksian tersebut langsung menyebar dari mulut ke mulut, hingga akhirnya jadi perbincangan hangat di tengah warga.
Penjelasan Guru MI Soal Video Yang Beredar
Sahabat, setelah isu ini makin ramai, R yang diketahui sebagai guru kelas 3 di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Cikoneng akhirnya buka suara. Ia membantah anggapan bahwa dirinya bermesraan atau sengaja bersandar kepada sang kepala desa.

“Tidak, saya tidak merasa bersandar. Yang namanya bersandar itu kan lama. Saya sama sekali tidak ada niat untuk bersandar. Mungkin saat itu saya sedang pegal, jadi gerakannya hanya sedetik saja,” ujar R.
Pernyataan ini disampaikan R setelah video kebersamaannya dengan Kades Margaluyu beredar luas dan menuai beragam reaksi.
Bantahan Dari Kepala Desa Margaluyu
Kepala Desa Margaluyu, Herlan, juga memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa tidak ada hubungan khusus antara dirinya dan R. Menurutnya, pertemuan di rest area tersebut berkaitan dengan urusan profesional dan sosial.
Herlan meminta warga agar tidak langsung menyimpulkan sesuatu sebelum ada bukti yang jelas. Meski begitu, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredam keresahan warga.
Warga Menunggu Kejelasan Dan Sikap Tegas
Kini, isu skandal Kades Margaluyu tidak lagi dianggap sepele. Warga berharap ada langkah jelas dari pihak berwenang agar persoalan ini tidak terus menimbulkan kegaduhan.

Bagi masyarakat, seorang kepala desa bukan hanya pemimpin administratif, tapi juga panutan. Warga ingin kejelasan agar suasana desa kembali kondusif dan kepercayaan publik bisa pulih.
Hingga kabar ini disiarkan, pada tanggal liputan pertengahan Februari 2026, warga Margaluyu masih menanti sikap resmi dari pemerintah daerah terkait polemik yang berkembang.
Reporter: Tim AWDI
Editor: P. Pirmansyah







