SUARA SALIRA | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Rencana masjid ikonik IKM Tasikmalaya lagi ramai dibicarakan. Ide ini muncul saat acara silaturahmi dan halal bihalal masyarakat Minang di Tasikmalaya usai Lebaran 1447 H.
Acara ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa. Tapi jadi momen penting untuk mempererat hubungan antar perantau Minang yang tinggal di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Masjid Ikonik IKM Tasikmalaya Jadi Amal Jariyah
Ketua IKM Tasikmalaya, Syahrial Kota, menyampaikan langsung rencana pembangunan masjid tersebut. Bahkan, desain arsitekturnya sudah disiapkan dan siap diperkenalkan ke masyarakat.
“Kami ingin memaparkan rencana pembangunan masjid kepada seluruh masyarakat. Gambar arsitek dan rancangannya sudah siap. Kami ingin menampung ide, saran, maupun masukan dari warga jika ada yang perlu ditambah atau diubah sebelum kita melangkah lebih jauh,” ujar Syahrial.
Menurutnya, masjid ini bukan sekadar bangunan. Tapi juga bentuk investasi akhirat bagi para perantau Minang.

Potensi Besar Warga Minang di Tasikmalaya
Saat ini, jumlah warga Minang di Tasikmalaya diperkirakan sekitar 480 kepala keluarga. Bahkan, angka ini bisa tembus 600 KK jika didata lebih rinci.
Karena itu, kegiatan halal bihalal ini dimanfaatkan untuk menyatukan visi. Targetnya, ratusan warga bisa ikut terlibat dalam rencana besar ini.
Masih Tunggu Proses Teknis dan Izin
Meski rencana sudah matang, pembangunan masjid ikonik IKM Tasikmalaya tetap harus melalui beberapa tahapan. Mulai dari kajian teknis hingga pengurusan izin.
“Setelah ini akan ada kajian teknis dari tim teknik sipil. Kami juga tengah mengurus perizinan seperti IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dari pemerintah setempat. Kami ingin semuanya berjalan lancar dan sesuai aturan,” tambahnya.
Harapannya, masjid ini bisa jadi simbol kebersamaan sekaligus kebanggaan warga Minang di perantauan.
Tak Lupa Aksi Sosial
Menariknya, acara ini juga diisi kegiatan sosial. IKM Tasikmalaya memberikan santunan kepada anak yatim di sekitar lokasi.
Langkah ini menunjukkan bahwa keberadaan komunitas Minang tidak hanya fokus internal, tapi juga peduli dengan lingkungan sekitar.
Ke depan, masjid ikonik IKM Tasikmalaya diharapkan bisa jadi pusat ibadah, silaturahmi, sekaligus menjaga budaya Minang tetap hidup di tanah Sunda.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah







