Lewat peringatan Hari Tuli Nasional ini, Sahabat diingatkan bahwa setiap orang punya suara, meski tidak selalu terdengar oleh telinga. Ada suara di tangan, di ekspresi, dan di ketulusan hati.
Harapannya, peringatan ini tidak berhenti sebagai acara, tapi berlanjut jadi langkah nyata. Komunitas Tuli berharap akses komunikasi yang setara benar-benar diwujudkan di berbagai layanan publik.
Mungkin dunia terasa sunyi bagi sebagian orang, tapi semangat untuk setara justru terdengar paling lantang. Tinggal bagaimana Sahabat semua mau ikut membuka ruang dan belajar memahami.
Kontributor/Wartawan: Heri Heryanto










