SUARA SALIRA | KAB. KARIMUN, KEP. RIAU – Harga Makanan Cafe Newton Poros lagi jadi perbincangan warga di Kabupaten Karimun. Soalnya, ada dugaan harga di dalam bill tidak konsisten. Kejadian ini berlangsung pada Senin, 16 Februari 2026, di Cafe Newton yang berada di Jalan Poros, Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Seorang warga berinisial Deak mengaku kecewa setelah selesai makan bersama rekannya. Awalnya semua berjalan biasa saja. Mereka memesan beberapa menu makanan dan minuman.
Harga Makanan Cafe Newton Poros Berbeda di Bill
Pesanan mereka antara lain teh susu cangkir, kopi cangkir, ubi goreng, air mineral botol 600 mililiter, nasi campur ayam kecap dengan sayur daun ubi rebus, teh jahe, nasi campur ikan asin dengan sayur terong ikan teri, serta air putih hangat.
Masalah muncul saat pembayaran. Deak menerima dua lembar bill dari kasir. Di bill pertama, harga nasi campur tertulis Rp30.000. Namun di bill kedua, tercantum Rp20.000 dan Rp17.000.
Yang bikin tambah bingung, pada bill kedua tertulis dua nasi campur. Padahal yang dipesan hanya satu porsi. Saat ditanyakan ke karyawan, tidak ada jawaban yang jelas.

Warga Minta Disperindag Turun Tangan
Karena itu, Deak berharap ada perhatian dari pihak terkait.
“Oleh karna itulah deak meminta pihak disperindak karimun mensidak dan pihak pemilik cafe new ton untuk mencantumkan harga menu di daftar menu yang tersedia, supaya warga tidak kebingungan ketidak memesan dan membayar dengan nilai yang tidak sesuai, tegas deak”
Menurutnya, daftar harga yang jelas itu penting. Kalau harga tercantum dengan transparan, tentu pelanggan merasa lebih nyaman. Selain itu, hal seperti ini bisa dicegah sejak awal.
Transparansi Harga Itu Penting
Harga Makanan Cafe Newton Poros yang berbeda dalam bill ini jadi pengingat bagi pelaku usaha kuliner. Konsumen butuh kejelasan. Apalagi soal harga, jangan sampai menimbulkan salah paham.
Sampai sekarang, belum ada keterangan resmi dari pengelola Cafe Newton terkait perbedaan harga tersebut.
Reporter: Edward Simanjuntak
Editor: P. Pirmansyah






