SUARA SALIRA | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT — Edukasi perlindungan anak jadi topik penting yang dibawa mahasiswa Universitas Siliwangi ke sekolah dasar. Sepanjang April 2026, mereka turun langsung ke tiga SD di Tasikmalaya dengan cara yang santai tapi tetap bermakna.
Program edukasi perlindungan anak ini bukan sekadar penyuluhan biasa. Mahasiswa menghadirkan suasana belajar yang seru, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Digelar Bertahap Di Tiga Sekolah
Kegiatan dimulai di SD Perumnas Cisalak pada 8 April 2026. Setelah itu lanjut ke SDN 1 Nagarasari pada 13 April 2026. Terakhir, kegiatan ditutup di SDN Mancogeh pada 22 April 2026.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Lokus 2 FKIP Edu dari mahasiswa Pendidikan Masyarakat Unsil. Mereka juga bekerja sama dengan DPPKBP3A Kota Tasikmalaya.

Belajar Seru Dengan Materi Penting
Yang bikin beda, edukasi perlindungan anak ini dikemas dengan cara yang tidak membosankan. Anak-anak diajak aktif lewat diskusi, tanya jawab, sampai permainan edukatif.
Materi Yang Disampaikan
Materinya dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti:
- Cara bijak pakai gadget
- Mengenal dan mencegah bullying
- Menjaga batasan tubuh pribadi
- Waspada terhadap orang asing
Dengan pendekatan ini, anak-anak jadi lebih mudah paham. Bahkan, mereka bisa langsung mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa Jadi Agen Perubahan
Lewat edukasi perlindungan anak ini, mahasiswa tidak hanya berbagi ilmu. Mereka juga ikut membangun kesadaran sejak dini.
Selain itu, kehadiran mereka memberi warna baru dalam proses belajar di sekolah. Anak-anak terlihat lebih antusias dan berani bertanya.
Dukung Kota Layak Anak
Kegiatan ini juga jadi bagian dari upaya mendukung Tasikmalaya sebagai kota layak anak. Kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah jadi langkah nyata untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Harapannya, edukasi seperti ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah






