Menu

Dark Mode

Berita

Guru Tanpa Gaji: Kisah Haru di Balik Madrasah Kecil Ciamis, H. Wahyu Datang Membantu

badge-check


					Guru Tanpa Gaji: Kisah Haru di Balik Madrasah Kecil Ciamis, H. Wahyu Datang Membantu Perbesar

SUARA SALIRA | KAB. CIAMIS – Di balik tenangnya Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, ada cerita yang bisa bikin hati kamu nyesek tapi juga hangat. Di sana, di sebuah madrasah sederhana bernama Miftahul Padilah, sekelompok guru ngaji terus berjuang menyalakan lentera ilmu—meski tanpa bayaran sepeser pun.

Hari Minggu kemarin, tanggal 6 Juli 2025, datanglah sosok yang nggak asing lagi kalau soal berbagi: H. Wahyu. Pria yang dikenal karena tangan dingin dan hatinya yang luas ini datang bukan bawa kata-kata, tapi satu karung beras untuk tiap guru ngaji di madrasah itu. Bukan jumlahnya yang bikin mewek, tapi ketulusan dan kepeduliannya.

Bukan Gaji, Tapi Niat yang Tak Pernah Mati

Salah satu yang dapat bantuan itu adalah Ahmad Toha, koordinator guru di madrasah tersebut. Beliau ngajarin 75 santri bareng 8 rekan guru lainnya. Tapi coba tebak? Gaji mereka = 0 rupiah. Yap, nol besar.

Toha cerita, selama ini mereka cuma dapat bantuan Rp600 ribu setahun sekali, ditambah Rp2 juta dari Kesra yang harus dibagi ber-8. Artinya? Seorang guru cuma kebagian beberapa ratus ribu setahun. Bayangin gimana mereka bertahan hidup?

“Aku cuma berharap ada perhatian lebih dari pemerintah. Kami ini mengajar demi masa depan anak-anak, bukan cari kekayaan,” ucap Toha lirih.

H. Wahyu: “Mereka Ini Pejuang, Bukan Sukarelawan Biasa”

Melihat kenyataan itu, H. Wahyu angkat suara. “Ironis banget. Di tempat lain masih mending ada gaji 100 ribu per bulan. Di sini? Nggak ada sama sekali,” kata beliau, dengan raut wajah prihatin.

Ia menyerukan agar Kementerian Agama, Baznas, dan Pemerintah Daerah jangan cuma duduk manis. “Guru ngaji kayak gini butuh kita bantu. Mereka ini pahlawan karakter bangsa. Jangan sampai terus-menerus diabaikan.”

Lebih dari Sekadar Bantuan

Bantuan beras dari H. Wahyu mungkin terlihat sederhana. Tapi buat guru-guru ngaji di desa itu, bantuan ini ibarat pelukan hangat setelah kehujanan panjang. Dan siapa tahu, dari satu karung beras ini, akan tumbuh perhatian lebih luas dari banyak pihak.

Karena membangun negeri bukan cuma soal gedung pencakar langit, tapi juga menjaga para penjaga akhlak di madrasah-madrasah kecil seperti di Desa Nasol ini.

Heri Heryanto

Read More

IKM Tasikmalaya Rancang Masjid Ikonik Perantau Minang

19 April 2026 - 07:13 WIB

Kodim 0612 Tasikmalaya Pastikan Isu Pemukulan Hoaks

19 April 2026 - 00:45 WIB

Aksi Siswa SMAN 2 Muncang Di Longmarch Lebak 2026

18 April 2026 - 23:00 WIB

Halal Bihalal MPC Pemuda Pancasila Tasikmalaya Penuh Kekeluargaan

18 April 2026 - 22:32 WIB

HUT Ke-23 Pemuda Pancasila Cihaurbeuti Makin Solid

18 April 2026 - 07:32 WIB

Trending on Berita