SUARA SALIRA | KAB. KARIMUN, KEP. RIAU — Sahabat, kabar kurang sedap datang dari kawasan Dipuakang. Sebuah toko tanpa identitas jelas diduga menjual daging babi ilegal Dipuakang bersama berbagai produk makanan beku impor. Temuan ini terungkap pada (Senin, 02/02/2026) dan langsung jadi perbincangan warga sekitar.
Dari pantauan tim media di lapangan, toko tersebut terlihat beroperasi seperti biasa. Namun, produk yang dijual justru memunculkan banyak tanda tanya.
Produk Beku Dijual Tanpa Label Resmi
Di dalam toko, tersedia beragam produk makanan beku. Mulai dari sosis, daging babi, udang kupas, nugget, hingga bahan siap saji lainnya. Sayangnya, produk-produk tersebut tidak dilengkapi label resmi.
Tidak terlihat label BPOM, sertifikat asal produksi, maupun izin edar. Padahal, aturan soal peredaran produk impor sudah jelas dan wajib dipatuhi oleh setiap pelaku usaha.
Kondisi ini tentu bikin Sahabat bertanya-tanya soal keamanan pangan yang beredar di sekitar kita.

Keterangan Dari Pegawai Toko
Saat ditanya soal kepemilikan toko, pegawai yang berada di lokasi menyebutkan bahwa usaha tersebut dimiliki oleh dua orang. Pasokan barang, kata pegawai itu, berasal dari seorang agen yang diduga berinisial A.
Namun begitu, tidak ada papan nama toko maupun informasi resmi terkait pemilik usaha. Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi langsung dari pihak pemilik toko.
Perlu Pengawasan Serius Dari Pihak Terkait
Dugaan daging babi ilegal Dipuakang ini membuat banyak pihak berharap adanya tindakan tegas dari instansi terkait. Pengawasan dinilai penting agar produk makanan yang beredar benar-benar aman dikonsumsi.
Selain itu, penjualan produk tanpa izin juga berpotensi merugikan negara, terutama dari sisi pajak dan retribusi usaha.
Warga Diminta Lebih Waspada
Sahabat juga diimbau untuk lebih teliti saat membeli produk makanan beku. Pastikan kemasan memiliki label resmi dan informasi yang jelas. Dengan begitu, keamanan dan kenyamanan bersama bisa tetap terjaga.
SUARA SALIRA akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan menyampaikan informasi terbarunya untuk Sahabat semua.
Reporter: Edward Simanjuntak
Editor: P. Pirmansyah







