SUARA SALIRA | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT – Langkah menuju pertanian sehat Ciamis mulai digas serius nih. Pada Kamis, 9 April 2026, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya resmi membuka Gerakan Tanam Padi Organik di Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican. Kegiatan ini jadi sinyal kuat kalau Ciamis mulai beralih ke sistem pertanian yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
Kolaborasi Ramai-Ramai Dukung Pertanian Sehat Ciamis
Acara ini nggak main-main. Banyak pihak ikut hadir, mulai dari Forkopimda, Bank Indonesia Tasikmalaya, sampai para kepala dinas dan camat se-Ciamis. Artinya, dorongan menuju pertanian sehat Ciamis ini benar-benar jadi gerakan bersama.
Menariknya, lokasi kegiatan yaitu Kelompok Tani Parikesit bukan tempat sembarangan. Mereka sudah punya prestasi nasional, bahkan sempat meraih Juara 2 di ajang Bank Indonesia Award 2025 untuk klaster pangan. Keren, kan?
Peralihan ke Organik Harus Pelan-Pelan
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menegaskan pentingnya beralih dari pupuk kimia ke organik. Tapi, prosesnya nggak bisa instan.
“Pertanian organik ini yang kita harapkan. Tanah kita sudah banyak tercampur bahan kimia, sehingga hasil pertanian pun ikut terkontaminasi. Maka kita mulai sedikit demi sedikit beralih ke organik, semata-mata untuk kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Jadi, pendekatannya tetap realistis. Pelan tapi pasti, yang penting hasilnya nyata.
Lebih Sehat, Lebih Untung
Selain soal kesehatan, pertanian organik juga punya peluang ekonomi yang menjanjikan. Biaya pupuk bisa lebih hemat, sementara hasil panen tetap tinggi, bahkan bisa mencapai 8 sampai 9 ton per hektare.
Menariknya lagi, harga beras organik di pasaran lebih tinggi. Bahkan pasarnya sudah tembus luar negeri.
“Permintaan tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri seperti Jepang, Malaysia, dan Singapura,” tambahnya.
Dukungan Pemerintah dan Waspada Cuaca
Pemkab Ciamis juga nggak tinggal diam. Mereka siap bantu petani, mulai dari bibit sampai pupuk organik. Bahkan, desa-desa didorong bikin lahan percontohan supaya petani lain bisa ikut belajar langsung.
Selain itu, petani juga diingatkan soal ancaman musim kemarau panjang akibat El Niño. Jadi, pola tanam harus benar-benar diperhitungkan.
Di sisi lain, masyarakat juga diajak mulai konsumsi pangan alternatif seperti umbi-umbian. Tujuannya biar nggak terlalu bergantung pada beras.
Dengan langkah ini, pertanian sehat Ciamis diharapkan bisa benar-benar terwujud. Nggak cuma sehat buat lingkungan, tapi juga bikin petani lebih sejahtera ke depannya.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah






