SUARA SALIRA | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT – Kabar terbaru datang dari Pemerintah Kabupaten Ciamis. Program PKA Mandiri Ciamis 2026 resmi dimulai pada Senin, 6 April 2026. Kegiatan ini jadi langkah penting buat ningkatin kualitas SDM ASN di daerah.
Acara pembukaan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Ciamis, Andang Firman Triyadi. Sementara itu, Bupati belum bisa hadir karena sedang ada agenda dinas di Jakarta.
PKA Mandiri Ciamis 2026 Diikuti 30 ASN
Kepala BKPSDM Ciamis, Ai Rusli Suargi, S.STP., M.Si., menjelaskan kalau pelatihan ini memang dirancang buat ningkatin kemampuan para pejabat administrator.
Total ada 30 peserta dari berbagai OPD yang ikut. Program ini sendiri sudah berjalan sejak 25 Maret dan akan berlangsung sampai 6 Agustus 2026.
Yang menarik, ini jadi pertama kalinya Ciamis menggelar PKA secara mandiri. Meski begitu, kualitasnya tetap dijaga dengan pendampingan dari BPSDM Provinsi Jawa Barat.
ASN Harus Siap Hadapi Perubahan
Dalam arahannya, Sekda menyampaikan peran penting ASN dalam pemerintahan.
“ASN memiliki fungsi strategis sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, sekaligus perekat dan pemersatu bangsa. Untuk itu, kompetensi manajerial, teknis, dan sosial kultural harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Ia juga menyinggung pentingnya peran pejabat administrator sebagai penghubung antara kebijakan dan pelaksanaan di lapangan.
“Jabatan administrator adalah jembatan antara kebijakan strategis pimpinan dengan pelaksanaan di tingkat operasional. Jika jembatan ini kuat, maka kebijakan akan berjalan efektif,” ujarnya.

Inovasi Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
Menurut Sekda, kondisi sekarang menuntut ASN untuk lebih fleksibel dan kreatif.
“Kita berada pada situasi yang berubah cepat, kompleks, dan penuh ketidakpastian. ASN dituntut hadir dengan inovasi untuk menjawab tantangan tersebut,” ungkapnya.
Meskipun kondisi anggaran terbatas, pelatihan ini tetap dijalankan.
“Walaupun dengan APBD yang minimalis, pelatihan ini tetap dilaksanakan karena saudara-saudara adalah ASN terpilih yang memiliki peran penting dalam organisasi,” tambahnya.
Bukan Sekadar Pelatihan Biasa
PKA ini bukan cuma formalitas. Tujuannya jelas, yaitu membentuk pemimpin yang benar-benar siap di lapangan.
“Inti kepemimpinan adalah kemampuan menyelesaikan pekerjaan dengan memanfaatkan sumber daya manusia secara optimal,” pungkasnya.
Dari pihak BPSDM Jawa Barat, Budi Hermawan juga mengapresiasi langkah Pemkab Ciamis ini.
“Pelatihan kepemimpinan ini menjadi bagian penting dalam membentuk pemimpin yang adaptif, akuntabel, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan tantangan ke depan yang makin kompleks.
“Tantangan utama ke depan meliputi integritas, transformasi digital, dan dinamika ekonomi. ASN harus mampu menjadi motor penggerak perubahan,” jelasnya.
Lewat PKA Mandiri Ciamis 2026 ini, diharapkan para ASN bisa tampil lebih siap, lebih inovatif, dan tentunya lebih maksimal dalam melayani masyarakat.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah







