SUARA SALIRA | KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT — Hari Lahir Pancasila 2026 bukan cuma jadi agenda tahunan atau sekadar upacara biasa. Di Kota Tasikmalaya, momentum yang berlangsung pada Senin, 1 Juni 2026 ini justru diisi dengan aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat.
Semangat kebersamaan terlihat ketika berbagai elemen berkumpul dalam kegiatan sosial lingkungan yang melibatkan organisasi masyarakat, pemuda, hingga unsur TNI dan Polri.
Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kota Tasikmalaya, Asep Setiadi, mengatakan bahwa Pancasila seharusnya tidak berhenti sebagai hafalan saja.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam tindakan sehari-hari dan bisa dirasakan langsung manfaatnya.
Hari Lahir Pancasila 2026 Jadi Momen Bersatu
Dalam kegiatan tersebut, Kesbangpol bersama PWRI Kota Tasikmalaya mengajak berbagai unsur masyarakat ikut bergerak bersama.
Aksi penanaman pohon menjadi simbol bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong masih hidup di tengah masyarakat.
“Hari ini kita berkumpul bukan untuk sekat-sekat perbedaan, tapi karena kita disatukan oleh ideologi yang sama: Pancasila. Penanaman pohon ini adalah simbol bahwa nilai Pancasila harus terus ditanam, dirawat, dan ditumbuhkan agar manfaatnya bisa dirasakan oleh generasi masa depan,” ujar Ketua PWRI Kota Tasikmalaya di sela-sela kegiatan.
Bukan Sekadar Seremonial
Selain bicara soal persatuan, Ketua PWRI Kota Tasikmalaya juga menyoroti tantangan zaman yang semakin kompleks.
Menurutnya, perkembangan ekonomi dan era digital tidak boleh membuat masyarakat lupa terhadap pentingnya kepedulian sosial.
“PWRI, sebagai wadah para insan pers yang telah puluhan tahun berkontribusi pada negara, merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal nilai-nilai ini. Kami mengajak para pemuda, mari kita turun ke masyarakat. Bantu yang lemah, jaga persatuan, dan jangan biarkan ego kelompok merusak tatanan kota resik yang kita cintai ini,” tegasnya.
Aksi Nyata Lebih Penting Dari Retorika
Suasana kebersamaan terlihat cukup kuat sepanjang kegiatan berlangsung.
Generasi muda dan para senior tampak berbaur sambil membawa perlengkapan penghijauan untuk melakukan penanaman pohon bersama.
Banyak pihak menilai langkah ini menjadi contoh positif di tengah kejenuhan masyarakat terhadap berbagai slogan yang tidak selalu diwujudkan dalam tindakan.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam satu kegiatan juga menunjukkan bahwa semangat persatuan di Kota Tasikmalaya masih terjaga.
Harapan Untuk Tasikmalaya Ke Depan
Momentum Hari Lahir Pancasila 2026 diharapkan tidak berhenti hanya sampai di sini.
Kegiatan berbasis komunitas dan aksi sosial dinilai perlu terus didorong agar manfaatnya semakin terasa bagi masyarakat.
“Mari kita jadikan bumi Tasikmalaya ini saksi, bahwa Pancasila hidup di dalam urat nadi warganya. Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Merdeka!” pungkasnya disambut pekikan semangat dari seluruh peserta yang hadir.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah







