SUARA SALIRA | KAB. KUNINGAN, JAWA BARAT – Kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan oleh Pemuda Pancasila Jawa Barat. Di tengah isu perubahan iklim yang makin terasa, langkah nyata dilakukan lewat aksi penanaman pohon di kawasan kaki Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi momen kolaborasi antara Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Barat melalui badan BAPORA dan BPSB bersama Owner Durian Kujang, H. Wahyu. Sebanyak 3.000 bibit pohon ditanam sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian alam, khususnya sumber mata air yang menjadi penopang kehidupan masyarakat di wilayah sekitar.
Aksi ini bukan sekadar seremoni. Penanaman ribuan pohon tersebut membawa pesan kuat tentang pentingnya merawat alam hari ini demi masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan.

H. Wahyu, pengusaha asal Cikoneng, Ciamis, sekaligus Owner Durian Kujang, menegaskan bahwa keterlibatannya berangkat dari rasa syukur dan tanggung jawab terhadap alam.
“Kita tidak boleh hanya mengambil hasil dari alam, tapi kita wajib memberi kembali. Menanam pohon hari ini bukan sekadar menghijaukan pemandangan, tapi kita sedang membangun ‘tabungan air’ untuk anak cucu kita puluhan tahun ke depan. Durian Kujang ingin menjadi bagian dari solusi lingkungan di Jawa Barat,” ujar H. Wahyu di sela-sela penanaman.
Puluhan anggota Pemuda Pancasila Jawa Barat tampak kompak mengenakan seragam loreng oranye hitam, bahu-membahu bersama masyarakat setempat menanam bibit pohon di lereng Gunung Ciremai. Kebersamaan ini menunjukkan wajah Pemuda Pancasila yang semakin humanis dan peduli terhadap isu lingkungan.
Melalui BAPORA dan BPSB, MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat ingin membuktikan bahwa kekuatan organisasi dan solidaritas kader bisa menjadi penggerak utama dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
“Gunung Ciremai adalah atap Jawa Barat. Jika hutannya gundul, maka sumber air akan mati, dan bencana akan mengintai. Hari ini, Pemuda Pancasila hadir untuk memastikan bahwa mata air di sini tetap mengalir,” ungkap salah satu koordinator lapangan.
Bibit yang ditanam terdiri dari berbagai jenis pohon pelindung dan produktif, termasuk bibit durian unggulan dari Durian Kujang. Ke depan, pohon-pohon ini diharapkan tidak hanya menjaga fungsi hutan, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi masyarakat tanpa merusak alam.

Pemilihan lokasi di kaki Gunung Ciremai dinilai sangat strategis karena wilayah ini merupakan daerah tangkapan air utama yang menyuplai kebutuhan air bersih bagi Kuningan, Cirebon, hingga Majalengka.
Aksi penanaman pohon yang berlangsung sejak Jumat hingga puncaknya pada Sabtu ini diharapkan bisa menjadi contoh dan pemantik bagi komunitas lain di Jawa Barat. Pesannya jelas, menjaga alam adalah tanggung jawab bersama, bukan tugas satu pihak saja.
Kini, 3.000 tunas baru telah berdiri di lereng Gunung Ciremai. Harapannya, beberapa tahun ke depan mata air tetap mengalir, lingkungan tetap hijau, dan bumi menjadi tempat yang lebih nyaman untuk generasi mendatang.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah






