SUARA SALIRA | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT – Pembinaan Pemerintahan Desa Ciamis kembali digelar. Kali ini berlangsung di Aula Desa Panjalu pada Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan seluruh pemerintah desa dari Kecamatan Panjalu dan Kecamatan Lumbung.
Lewat Pembinaan Pemerintahan Desa Ciamis ini, Pemkab ingin memastikan tata kelola desa berjalan rapi, transparan, dan sesuai aturan. Jadi bukan sekadar formalitas, tapi benar benar diperkuat dari dalam.
Desa Harus Solid Dan Saling Menguatkan
Acara ini dihadiri para Kepala Desa, perangkat desa, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Unsur Forkopimcam dan perangkat kecamatan juga ikut hadir.
Dalam sambutannya, Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menegaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pemerintahan desa merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara Kepala Desa, BPD, dan perangkat desa.
“Ketiga unsur tersebut memiliki kewajiban yang sama untuk menjaga, memelihara, dan memajukan desa. Tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kondusivitas, sinergitas, dan kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan pemerintahan desa,” tegas Bupati.
Artinya jelas. Desa tidak boleh jalan sendiri sendiri. Harus kompak. Kalau tidak harmonis, dampaknya bisa panjang, bahkan sampai ke ranah hukum.
Hati Hati Kelola Anggaran Desa
Selain soal kekompakan, Bupati juga menyoroti pengelolaan keuangan desa. Ia mengingatkan agar kepala desa benar benar memahami tanggung jawabnya sebagai pemegang kewenangan anggaran.
“Kepala desa sebagai pemegang kewenangan anggaran tidak bisa beralasan tidak tahu. Sekecil apa pun kerugian negara, apalagi yang berkaitan dengan hak masyarakat miskin, tetap memiliki konsekuensi hukum yang berat,” ujarnya.
Karena itu, kehati hatian jadi kunci. Apalagi dana desa jumlahnya tidak sedikit.
Dukungan Program Nasional Dan Isu Lingkungan
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan hasil Rakornas terkait program prioritas nasional. Mulai dari Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga Cek Kesehatan Gratis. Semua itu butuh dukungan aktif pemerintah desa.
Tak hanya itu, isu darurat sampah juga ikut disorot. Desa diminta lebih aktif mengelola sampah sejak dari rumah tangga. Selain menjaga lingkungan, hal ini juga berdampak pada sektor pariwisata.
Terakhir, aparatur desa diingatkan agar siap menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana. Mengingat beberapa wilayah Ciamis sempat terdampak bencana, kesiapsiagaan tidak boleh diabaikan.
Lewat Pembinaan Pemerintahan Desa Ciamis ini, diharapkan pelayanan ke masyarakat makin maksimal. Jadi, Sahabat, desa kuat bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga soal tata kelola yang bersih dan bertanggung jawab.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah






