SUARA SALIRA | KAB. CIAMIS, JAWA BARAT – Halal Bihalal BSI Cikoneng jadi momen yang terasa spesial. Pada Kamis, 30 April 2026, Kedai Durian Kujang Cikoneng, Ciamis, yang biasanya ramai oleh pecinta durian, berubah jadi tempat berkumpulnya para anggota Bumi Spiritual Indonesia (BSI) se-Priangan Timur.
Nuansanya beda. Lebih hangat, lebih tenang, dan penuh kebersamaan. Kehadiran Ayah Guru Syaiful Karim menjadi hal yang paling dinanti dalam acara ini.
Kehadiran Ayah Guru Jadi Momen Berharga
Bagi banyak jamaah, momen ini bukan sekadar acara Halal Bihalal biasa. Ada rasa rindu yang akhirnya terbayarkan.
H. Wahyu, sebagai pemilik Kedai Durian Kujang sekaligus tuan rumah, mengaku sangat terharu.
“Alhamdulillah, saya mendapatkan kebahagiaan yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. Betul yang disampaikan beliau, tidak semua orang dikasih anugerah menyambungkan tali Allah,” ujar H. Wahyu dengan nada emosional.

Melepas Rindu Yang Sudah Lama Tertahan
Penantian Yang Akhirnya Terbayar
Sudah lama para jamaah tidak bertemu langsung dengan Ayah Guru Syaiful Karim. Maka saat beliau hadir, suasananya benar-benar terasa berbeda.
H. Wahyu pun menggambarkan betapa berharganya momen tersebut.
“Inilah salah satu bentuk kebahagiaan yang nyata. Saya serasa sudah lama tidak bertemu dengan orang tua kita. Di jam ini, detik ini, saya sudah tidak bisa menilai lagi dengan harga apa pun atas kedatangan Ayahanda Guru Syaiful Karim,” tambahnya.

Acara Berjalan Lancar Dan Penuh Makna
Halal Bihalal BSI Cikoneng ini berlangsung lancar dan penuh khidmat. Dukungan dari anggota komunitas dan masyarakat sekitar membuat acara ini terasa semakin bermakna.
Bukan cuma ajang silaturahmi, tapi juga jadi penguat nilai-nilai spiritual di tengah kehidupan masyarakat Priangan Timur.
Kedai Durian Kujang Kini Lebih Dari Sekadar Tempat Kuliner
Menariknya, Kedai Durian Kujang kini punya makna lebih. Tidak hanya dikenal sebagai tempat menikmati durian, tapi juga jadi saksi pertemuan spiritual yang penuh kesan.
Tempat ini kini punya cerita. Tentang kebersamaan, kerinduan, dan momen yang tak mudah dilupakan.
Reporter: Heri Heryanto
Editor: P. Pirmansyah







